Materi Penyuluhan

Pengolahan Teh Hijau

Senin, 29 Jun 2020
Sumber Gambar : https://www.tehsariwangi.com/artikel/kenali-6-khasiat-teh-hijau-untuk-kesehatan

Disamping sebagai minuman penyegar, penghilang dahaga dan rasa tegang, teh juga merupakan minuman kesehatan. Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan anti oksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein yang mendekati nol, mengandung polyphenol berupa catechine dan flaponal, berupa anti oksidan yang dapat mencegah berbagai penyakit. Minum teh secara teratur dua kali sehari dapat menekan timbulnya penyakit jantung dan kanker. Selain itu, minum teh dapat menurunkan berat badan, mencegah pertumbuhan karies pada gigi serta mencegah radang gusi dan gigi berlubang.

Pemacu popularitas minum teh dipasar global dalam beberapa tahun terakhir adalah hasil-hasil reset manca negara yang menyangkut kasiat atau manfaat, minum teh, khususnya teh hijau. Senyawa aktif yang menjadi tumpuan keunggulan teh dalam pemeliharaan kesehatan konsumen adalah “Cafechins” suatu kelompok polyphonol yang bersifat anti oksidan.

Teh hijau merupakan jenis teh tertua. Teh ini tidak mengalami proses fermentasi. Enzyme yang ada dalam daun teh yang menyebabkan perubahan warna dinonaktifkan dengan proses pengukusan selama beberapa menit. Teh yang dihasilkan berwarna hijau karena tamin yang menyebabkan warna gelap tidak teroksidasi. Air seduhannya berwarna hijau.. 

Untuk menghasilkan teh yang bermutu tinggi, pucuk teh yang dipanen perlu ditangani sebaik mungkin sebelum diproses.. Saat pemetikan. jangan menaruh pucuk terlalu banyak  di tangan, jumlah pucuk jangan terlalu banyak dikeranjang, pucuk jangan disiram air, keranjang pucuk jangan ditumpuk. Isi waring penyimpanan pucuk jangan lebih dari 20 kg, pengangkutan waring ke truk dengan ditaruh di kepala dan saat diturunkan tidak boleh tumpang tindih dan tidak boleh ditindih oleh barang lain dan pengangkutan waring dalam truk untuk dibawa ke pabrik pengolahan harus hati-hati..

Cara pengolahan teh hijau

Pengolahan teh hijau Indonesia menganut serangkaian proses fisik dan mekanis tanpa atau sedikit mengalami proses oksimatis terhadap daun teh melalui sistem panning (sangray). Tahapan pengolahannya terdiri atas pelayuan, penggulungan, pengeringan, sortasi dan grading serta pengemasan.

 

Pelayuan

Pelayuan bertujuan untuk menginaktifasi enzim polyphenol oksidase agar tidak terjadi proses oksimatis. Dengan pelayuan daun menjadi lentur dan mudah digulung. Pelayuan dilakukan dengan mengalirkan sejumlah daun teh kedalam mesin pelayuan Rotary Panner dalam keadaan panas (80-100°C) selama 2-4 menit secara kontinyu. Penilaian tingkat layu daun pada pengolahan teh hijau dinyatakan sebagai persentase layu, yaitu perbandingan daun pucuk layu terhadap daun basah yang dinyatakan dalam persen. Persentase layu yang ideal untuk proses pengolahan teh hijau adalah 60-70%. Tingkat layu yang baik ditandai dengan daun layu yang berwarna hijau cerah, lemas dan lembut serta mengeluarkan bau yang khas.

Penggulungan

Penggulungan bertujuan untuk membentuk mutu secara fisik. Selama proses penggulungan, daun teh akan dibentuk menjadi gulungan kecil dan terjadi pemotongan. Proses ini dilakukan segera setelah daun layu keluar dari mesin pelayuan. Mesin penggulung yang biasa digunakan adalah Open Top Roller 26" type single action selama 15-17 menit.

Pengeringan

Pengeringan bertujuan untuk mereduksi kandungan air dalam daun hingga 3-4%. Untuk mencapai kadar air yang demikian rendahnya, pengeringan umumnya dilakukan dalam dua tahap. Pengeringan pertama bertujuan mereduksi kandungan air dan memekatkan cairan sel yang menempel pada permukaan daun. Hasil pengeringan pertama masih setengah kering dengan tingkat kekeringan (kering dibagi basah) sekira 30-35%. Mesin yang digunakan pada proses pengeringan pertama ini adalah Endless Chain Pressure (ECP) dryer dengan suhu masuk 130-135°C dan suhu keluar 50-55°C dengan lama pengeringan sekira 25 menit. Disamping memperbaiki bentuk gulungan, pengeringan kedua bertujuan untuk mengeringkan teh sampai kadar airnya menyentuh angka 3-4%. Mesin yang digunakan dalam proses ini biasanya berupa Rotary Dryer type repeat roll. Lama pengeringan berkisar antara 80-90 menit pada suhu dibawah 70°C.

Sortasi dan grading

Sortasi dan grading bertujuan untuk memisahkan, memurnikan dan membentuk jenis mutu agar teh dapat diterima baik dipasaran lokal maupun ekspor. Jenis-jenis mutu teh hijau terdiri dari Mutu 1/Peko, Mutu 2/Jikeng, Mutu 3/Bubuk dan Mutu 4/Tulang.  (Sri Wijiastuti, Pusluhtan).

 

Sumber:

 1. http:budidaya tanaman-perkebunan.blogspot.com/2014/10/pengolahan-teh hitam-dan-the-hijau.html

2.http:///putrakolut.blogspot.com/2012/11proses-pengolahan-the-hijau.html

3.http://slideplayer.info/slide/11989835/

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook