Diseminasi Teknologi

INDIGOFERA SP PAKAN TERNAK PROTEIN TINGGI

Jum'at, 26 Jun 2020
Sumber Gambar : Dokuen Pribadi

Indigofera merupakan hijauan pakan ternak jenis leguminosa. Selain memiliki nutrisi yang tinggi, tanaman ini dulu sering dimanfaatkan sebagai pewarna alami pakaian.Tanaman indigofera dibawa oleh bangsa Eropa ke Indonesia. Sekarang, tanaman yang dikenal juga dengan nama Tarum ini sudah tersebar di mana-mana karena mudah beradaptasi. Tanaman indigofera memiliki kandungan fosfor, kalsium dan nitrogen yang tinggi sehingga merupakan sumber pakan ternak yang baik. Kandungan Nutrisi Indigofera  protein, kalsium dan fosfor. Indigofera berumur 1 tahun dengan interval pemotongan 3 bulan terkandung protein kasar(PK) rata-rata 23,20%, bahan organik 90,68%, NDF 36,72%, fosfor 0,83% dan kandungan kalsium 1,23%. Banyak sekali keuntungan menanam indigofera ini untuk pakan ternak, karena disamping tanaman ini mudah tumbuh juga minim perawatan sehingga tidak akan menguras banyak waktu, tenaga dan biaya untuk mendapatkan pakan ternak. Tanaman indigofera juga mampu hidup dengan subur baik di dataran tinggi maupun dataran rendah.

Perbanyakan tanaman Indigofera dapat dilakukan dengan menggunakan biji, tidak bisa diperbanyak dengan memakai steak (batang). Biji disemaikan lebih dahulu di dalam polybag selama 60 hari kemudian sesudah tumbuh lalu ditanam. Tingkat pertumbuhan penanaman dengan biji sekitar 80%. Produksi Indigofera pada saat tanaman berumur satu tahun dengan jarak tanam 1 x 0,5 meter dapat menghasilkan produksi bahan kering 33,25 ton/ha/thn dengan interval pemotongan 3 bulan sekali dengan tinggi pemotongan 1,5 m di atas permukaan tanah. Setelah pemangkasan 1,5 meter setiap pohon rata-rata tumbuh 28 tunas dengan rasio daun dengan batang 0.72. Pemanfaatan Indigofera sebagai pakan ternak dapat menggunakan berbagai teknologi. Diantaranya : Indigofera segar dicampur dengan rumput lapang atau jenis rumput yang diintroduksi; teknologi silase dengan bahan tambahan molasses; Indigofera diberikan dalam bentuk tepung dengan cara dikeringkan di sinar matahari selama kurang lebih 2 hari setelah itu selanjutnya digiling dengan mesin penggiling hingga menghasilkan tepung pakan.

Tanaman Indigofera yang diberikan pada ternak dengan taraf pemberiaan Indigofera 45% ditambah rumput Brachiaria ruziziensis 55% menghasilkan angka konsumsi bahan kering, Indigofera 190 ekor/gr/hari dan Brachiaria ruziziensis 232 ekor/gr/hari dengan total konsumsi 422 gr/ekor/hari. Selanjutnya menghasilkan respon ternak terhadap pemberian Indigofera dan rumput segar terhadap pertambahan bobot badan harian hidup ternak adalah 52,38 gr/ekor/hari dengan efisiensi penggunaan pakan 0.12. Pemanfaatan teknologi silase Indigofera untuk pakan ternak, yakni : tanaman Indigofera segar kurang lebih 100 kg dilayukan selama 4 jam di sinar matahari lalu ditambahkan dengan molases dengan takaran 15% dari berat Indigofera segar, setelah itu dicampur rata lalu dimasukkan ke dalam tong silo yang kedap udara lalu didiamkan selama 30 hari. Pemberiaan silase Indigofera pada pakan ternak dengan porsi pemberiaan 65% silase Indigofera ditambahkan 35% pakan konsentrat. Cara ini menghasilkan angka konsumsi bahan kering ternak sebesar 452 gr/ekor/hari dan menghasilkan respon ternak terhadap pemberiaan silase Indigofera terhadap pertambahan bobot badan harian hidup ternak 93 gr/ekor/hari. produksi segar 52 ton/Ha. Tanaman Indigofera sp seluas 1 ha mampu mencukupi kebutuhan pakan 10 ekor sapi.

Sumber : https://badungkab.go.id/instansi/diperpa/baca-artikel

http://bengkulu.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/infor-teknologi -untuk-pakan-ternak

Penyusun : Suryani dan  Andi Maryanto

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook