Diseminasi Teknologi

BUDIDAYA SAWI PAGODA, MUDAH DENGAN HIDROPONIK SISTEM NFT

Jum'at, 26 Jun 2020
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

PENDAHULUAN

       Sawi pagoda memang menggoda. Bagaimana tidak? Sawi pagoda memiliki bentuk seperti bunga yang mekar, daunnya berbentuk oval dan berwarna hijau pekat. Sawi ini jarang ditemui dipasaran, namun sudah ada yang mulai membudidayakannya hanya saja tidak sebanyak sawi-sawi lain pada umumnya. Sawi pagoda dikutip dari Wikipedia, memiliki kandungan yang sangat berperan baik untuk kesehatan tubuh manusia. Daun hijau tua dari sawi pagoda sangat tinggi kalsium, beta karoten dan Vitamin A, C, dan K, dan juga mengandung kalium, fosfor, dan zat besi dan potassium yang tinggi serta kandungan seratnya yang tinggi sehingga baik bagi organ pencernaan. Selain kandungan gizinya yang baik untuk kesehatan, rasanya juga tidak kalah lezatnya, enak dan renyah. Sayuran ini dimasak dengan cara ditumis atau di soup.

        Sawi pagoda ini memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran sawi yang lain. Jadi bisa menjadi peluang bisnis juga jika sayuran ini dibudidayakan. Budidaya sawi pagoda disarankan dilakukan dengan hidroponik karena pemeliharaan lebih mudah, gangguan hama lebih terkontrol, kuantitas produksi lebih tinggi dari penanaman di tanah, kualitas tanaman lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida kimia dan ramah lingkungan.

 Budidaya Sawi Pagoda Dengan Hidroponik Sistem NFT

       Hidroponik adalah budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Secara harfiah, hidroponik berarti penanaman dalam air yang mengandung campuran hara. Hidroponik sistem  NFT (Nutrient Film Technique) adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan sistem sirkulasi nutrisi. NFT mensirkulasi aliran nutrisi tipis atau serupa dengan film. NFT bertujuan agar tanaman mendapatkan nutrisi, air dan oksigen secara bersamaan. NFT efisien karena penggunaan aplikasi air dan nutrisi yang bersamaan dapat menghemat tenaga kerja dan waktu. Sistem NFT harus menggunakan listrik untuk pompa air yang berfungsi untuk sirkuasi nutrisi. Air dan nutrisi dipompa ke seluruh bagian akar tanaman dan dialirkan kembali ke tandon dan disirkulasi kembali ke akar tanaman. Namun dalam budidaya hidroponik secara NFT ini yang perlu diwaspadai adalah turunnya hujan yang dapat merusak tanaman apabila terpaan airnya terlalu deras. Oleh karena itu, terkadang atap pada hidroponik dengan sistem NFT ini sangat dibutuhkan. Dalam budidaya dengan hidroponik yang perlu disiapkan adalah 1) hidroponik sistim NFT, 2) rockwool, 3) nutrisi, 4) bibit sawi pagoda dan 5) nampan plastic, 6) netpot dan 7) air secukupnya.

Penyemaian

       Sebelum dilakukan penyemaian, rockwool dipotong terlebih dahulu dengan ukuran 2 x 2 x 2 cm dan diberikan 1 lubang tanam. Setelah itu, masukkan benih sawi pagoda pada media semai rockwool dengan isi satu lubang rockwool untuk satu benih pagoda. Benih yang telah disemai di letakkan dalam nampan dan berikan air secukupnya sampai pada kondisi lembab. Kemudian semaian tadi ditempatkan pada lokasi yang memiliki cahaya yang cukup dan terlindungi dari air hujan. Setelah itu lakukan pengamatan setiap hari, jika media semai terlihat kurang lembab maka lakukan penyiraman dengan menggunakan spray dengan menggunakan air biasa, pagi atau sore hari. 

Pindah Tanam Bibit

      Semaian sawi pagoda yang telah berjumlah 2 – 3 daun bersama-sama dengan rockwoolnya dapat segera dipindahkan ke sistem hidroponik pada pagi atau sore hari. Pemindahan ini dapat dilakukan di netpot yang berukuran 5 x 7 cm yang kemudian diletakkan lubang-lubang pada paralon pada sistem hidroponik NFT. Pada saat melakukan pindah tanam, nutrisi AB Mix Daun untuk sayuran sudah mulai diberikan. Cara membuat air nutrisi hidroponik AB MIX sebagai berikut :

  1. Air 1 liter
  2. Larutan A 5 liter
  3. Larutan B 5 liter 
  4. Campurkan ketiga menjadi satu, aduk hingga rata sempurna. Larutan nutrisi siap digunakan.

Pemeliharaan tanaman

      Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan minimal satu hari sekali dengan cara mengecek pertumbuhan tanaman, nutrisinya, hama dan penyakitnya serta sistem hidroponik.  Hama yang biasa menyerang sawi pagoda adalah Kutu Aphid, Kutu  Putih/Kutu Kebul dan Spider Mite. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati seperti bawang putih dan daun pepaya.

Pembuatan pestisida nabati bawang putih : Ambil 6 buah suing bawang putih kemudian dihaluskan atau diblender kemudian tambahkan 4 liter air dan 2 sendok makan sabun cair yang berfungsi sebagai perekat. Saring campuran tersebut dan semprotkan ke daun sawi pagoda

Pembautan pestisida daun pepaya. Ambil  5 lembar daun papaya yang diiris tipis, lalu direndam di dalam air sebanyak 1 liter selama 3 jam, serta ditambahan 1 sendok teh sabun cuci piring. Saring campuran tersebut dan semprotkan ke bagian daun Sawi Pagoda.

Penyemprotan pestisida nabati pada sawi pagoda ini dilakukan secara berulang setiap 3 hari sekali, pada sore hari

Panen

    Sawi Pagoda dapat dipanen pada saat umur 30-35 hari setelah tanam. Cara panen pagoda dapat dilakukan dengan dipanen sekali cabut atau dilakukan perompesan secara berkala tergantung jenis kebutuhannya

 

Penulis : Ir. Sari Nurita (BPTP Kalimantan Barat)

Sumber :

Anonim, 2019. Cara Budidaya Sawi Pagoda Secara Hidroponik Dengan Sistem NFT di https://www.faunadanflora.com/cara-menanam-sawi-pagoda-secara-hidroponik-dengan-sistem-nft,

Azizah, K., 2020. Cara Bercocok Tanam Hidroponik Mudah Untuk Pemula. https://www.merdeka.com/trending/cara-bercocok-tanam-hidroponik-mudah-untuk-pemula-kln.html

Bayu WN, 2017. Cara Mudah Menanam Pagoda Sistem NFT di http://hidroponikpedia.com/cara-mudah-menanam-pagoda-sistem-nft/

Bayu WN, 2018. 5 macam Sistem Hidroponik. http://hidroponikpedia.com/5-macam-sistem-hidroponik/

Mutiarawati, L., 2016. Sawi pagoda https://luthfiyyahmutiarawati.wordpress.com /2016/10/31/sawi-pagoda/  

 

 

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook