Gerbang Daerah
> >

Stimulus Sektor Pertanian Di Tengah Wabah Covid-19

Sabtu, 23 Mei 2020
Sumber Gambar : Distribusi Bantuan Pupuk Non Subsidi (Dok. Popa)

 

Wabah Covid-19 telah membuat beberapa sektor menjadi  anjlok, diantaranya sektor pariwisata dan usaha dibidang kuliner termasuk bidang usaha lain ikut terdampak. Namun demikian, ada beberapa sektor yang masih tetap bertahan dan menunjukkan eksistensinya di antaranya bidang pertanian. Bahkan di tengah badai Covid-19, produk-produk pertanian kembali diminati masyarakat.

Jika pangan tidak cukup tersedia dalam kondisi wabah, maka dikhawatirkan akan  timbul kepanikan dan kegelisahan pada masyarakat. Menyongsong musim tanam kedua, Dinas Pertanian dan Peternakan  Provinsi Sulawesi Tenggara dalam penanggulangan wabah Covid-19  memberikan stimulus kepada pelaku usaha tani agar tetap berproduksi di tengah pandemi wabah Covid-19.  

Bantuan stimulan berupa pupuk NPK non subsidi ini diberikan kepada petani yang masuk dalam kategori petani pemula, petani penggarap, dengan kepemilikan lahan kurang dari 1 hektar dan terdaftar dalam Sistem Manajemen Informasi Penyuluhan Pertanian. Untuk Penerima bantuan ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra  telah berkoordinasi dengan tim gugus kabupaten melalui dinas pertanian setempat yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian tentang usulan calon petani penerima bantuan. (22/5/2020).

Kabupaten Kolaka yang di fasilitasi oleh Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura termasuk salah satu yang mendapat bantuan pupuk sebanyak 48.150 Kg  yang tersebar di tujuh Kecamatan, 19 kelompok tani dengan total luas lahan 321 Ha . Kecamatan Samaturu melalui kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Samaturu mendapat bantuan yang tersebar di empat desa, salah satunya Desa Wowa Tamboli sebanyak 2.535 Kg pupuk NPK Non subsidi telah di salurkan ke petani penggarap/buruh tani dengan harapan petani terus menanam dan memproduksi demi kedaulatan pangan.  Ketua Kelompok Tani penerima bantuan,  Asiah mengatakan sangat gembira dengan adanya bantuan ini apalagi di tengah wabah Covid-19 perekonomian semakin sulit. Namun, hidup harus terus berjalan, petani harus tetap menanam agar bahan pokok tetap tersedia. Pupuk bantuan ini rencananya kami gunakan pada musim tanam kedua sekitar bulan juli. Ungkapnya”.

 

Penulis            : Popalayah (BPP Samaturu)

 

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook