Gerbang Daerah
> >

Pandemi, PPL Sumedang Ajarkan Optimasi Lahan Pekarangan

Jum'at, 22 Mei 2020
Sumber Gambar : Koleksi Pribadi

Di tengah pandemi covid-19 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Sumedang tetap produktif bekerja. Sebagaimana amanat Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, bidang pertanian tidak boleh berhenti di tengah pandemi covid-19. Musababnya pertanian penyedia pangan bagi sekitar 267 juta penduduk Indonesia.

Tidak terkecuali bagi pertanian di Kabupaten Sumedang. PPL Sumedang yang berjumlah 179 tetap melakukan pendampingan bagi 2.825 kelompok tani yang tersebar di 26 kecamatan. Untuk tanaman padi misalnya, PPL Sumedang tetap melakukan pendampingan mulai dari distribusi benih (bantuan pemerintah), uji benih, semai, tanam, pemupukan, pengamatan dan pengendalian OPT jika diperlukan, panen hingga pasca panen. Pendampingan tersebut dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kebijakan Work Form Home (WFA) tidak menyebabkan PPL Sumedang berhenti beraktivitas. Justru ada sisi positif yang telah dioptimalkan. Salah satunya Optimilasasi Lahan Pekarangan (OLP).

Tidak sedikit PPL Sumedang telah mempraktekan OLP di pekarangannya masing-masing dan “menularkannya” ke kelompoktani di wilayah binaannya. Didin Wahyudin misalnya, bersama istrinya yang juga seorang PPL menerapkan OLP sistem hidroponik untuk pakcoy, selada, kangkung, seledri, cabe dan tomat. Uniknya, Didin memanfaatkan barang-barang bekas sebagai wadah hidroponik selain menggunakan paralon.

“Kaleng bekas, botol plastik, gelas plastik bekas kemasan air mineral dan sterofoam bekas dapat digunakan untuk wadah hidroponik Sistem Wick”. ujar Didin meyakinkan.

Di tempat terpisah, Agus Carman seorang PPL Kecamatan Situraja menerapkan hal serupa. Bahkan selain OLP di rumahnya dengan sistem hidroponik, Agus juga mengelola pekarangan BPP dengan bertanam di lahan langsung, di polibag dan sistem vertikultur. Hebatnya, untuk pemasaran hasil panen, Agus telah menciptakan lapangan kerja bagi 5 orang ibu-ibu yang tinggal satu RW dengannya.

“Alhamdulillah 5 orang ibu-ibu secara rutin membantu saya untuk penjualan sayuran yang saya tanam. Dijual di sekitar RT/RW terdekat dengan cara antar langsung ke rumah-rumah.” Kata Agus dengan sumingrah.

Tidak hanya OLP dengan budidaya aneka sayuran, PPL Sumedang pun terus berkreasi. Ade Yayan, Dede Mubarok, Budi Mulyadi dan Didin Wahyudin misalnya, telah mencoba budidaya sayuran daun dan ikan lele dalam ember (Busakanber). Sehingga tidak hanya sayuran yang didapat, sumber protein pun diperoleh dari ikan lele.

Penyuluh Sumedang telah menularkan ilmu OLP ke anggota kelompoktani di wilayah binaannya masing-masing melalui media sosial. Hal itu sejalan dengan arahan Tatang Kostaman selaku Koordinator PPL Kabupaten Sumedang. Tatang di berbagai kesempatan mengatakan pentingnnya PPL mengoptimalkan medsos sebagai media penyuluhan apalagi di masa pandemi ini.

 

“Penyebaran teknologi pertanian berupa poster, animasi tek, video pendek dapat disebar luaskan secara cepat dalam hitungan detik ke grup whatsApp kelompoktani/ desa atau dapat pula melalui facebook’, ujar Tatang menjelaskan.

Dampak penularan ilmu OLP oleh PPL Sumedang mulai terlihat bagi kelompoktani. Hingga kini telah banyak anggota kelompoktani yang tertarik dan menerapkan OLP di pekarangannya masing-masing. Harapannya ketahanan pangan keluarga tetap terjaga di masa pandemi Covid-19 ini.

 

Fauzi Rahmat K, SP dan Ade Yayan R, SPt

Penyuluh Pertanian Muda Kabupaten Sumedang

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook