Diseminasi Teknologi

INOVASI PENGAIRAN TETES SOLUSI PENINGKATAN HASIL UNTUK BUDIDAYA HORTIKULTURA

Selasa, 19 Mei 2020
Sumber Gambar : BPTP Gorontalo

Budidaya tanaman sayuran atau dikenal dengan hortikultura secara umum dapat dilakukan pada semua jenis tanah. Pertumbuhan tanaman akan ideal jika ditanam pada tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik. Tanaman sayuran selama hidup memerlukan air yang cukup, namun tidak boleh berlebihan. Sedangkan jika sampai kekurangan air tanaman akan menjadi kerdil atau bahkan mati. Oleh sebab itu perlu adanya sistem pemberian air yang mampu memenuhi kebutuhan air untuk pertumbuhan tanaman sayuran sesuai dengan kebutuhannya, agar tanaman tersebut tidak terlalu banyak air, namun juga tidak kekurangan air sehingga tidak mengganggu produktivitas tanaman tersebut.

Irigasi adalah istilah yang berkaitan dengan penyaluran air dari sumber ke tanaman. Sistem irigasi yang banyak digunakan adalah irigasi curah di permukaan tanah. Irigasi ini membutuhkan air dalam jumlah banyak sedangkan tingkat efisiensi penggunaan airnya rendah. Untuk mengatasi keterbatasan air, sistem irigasi tetes merupakan pilihan tepat dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air. Menurut Hadiutomo (2012), irigasi tetes adalah metode pemberian air pada tanaman secara langsung, baik pada areal perakaran tanaman maupun pada permukaan tanah melalui tetesan secara kontinu dan perlahan.

Irigasi tetes merupakan sistem irigasi yang paling efisien karena air diberikan dengan debit yang kecil di sekitar tanaman. Sistem irigasi tetes adalah proses pemberian air sekitar tanaman dengan cara meneteskan atau menyemprotkan air melalui emiter. Irigasi tetes memberikan air sampai kedalaman 30 - 60 cm pada tanah berpasir (Haman et al., 2004). Keuntungan irigasi tetes adalah tidak terjadi kehilangan hara dari pupuk, efisiensi distribusi air tinggi, perataan lahan tidak perlu, hanya daerah perakaran yang terbasahi, tidak terjadi erosi, biaya tenaga kerja rendah, suplai air dapat diatur dengan baik dan pemupukan dapat dilakukan bersamaan dengan irigasi. Komponen penyusun sistem irigasi tetes adalah

  1. Sumber air Irigasi
  2. Pompa dan tenaga penggerak,
  3. Jaringan Perpipaan Jaringan pipa irigasi tetes terdiri dari : a) Emiter atau penetes, merupakan komponen yang menyalurkan air dari pipa lateral ke tanah sekitar tanaman secara kontinu dengan debit rendah dan tekanan mendekati tekanan atmosfer. b) Lateral, merupakan pipa dimana emitter ditempatkan. Bahan yang digunakan sebagai lateral biasanya terbuat dari pipa PVC atau PE dengan diameter ½ inci – 1 ½ inci. c) Pipa sub utama atau Manifold, merupakan pipa yang mendistribusikan air ke pipa-pipa lateral. Pipa sub utama atau manifold biasanyadari bahan pipa PVC dengan diameter 2 inci – 3 inci. d) Pipa utama, merupakan komponen yangmenyalurkan air dari sumber air ke pipa-pipa distribusi dalam jaringan. Bahan pipa utama biasanya dipilih dari pipa PVC atau paduan antara semen dan asbes. Ukuran pipa utama biasanya berdiameter antara 7,5 – 25 cm. pipa utama dapat dipasang di atas atau di bawah permukaan tanah. e) Komponen pendukung, terdiri dari katup-katup, saringan, pengatur tekanan, pengatur debit dan lain-lain.
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook