Materi Penyuluhan

Budidaya King Grass Menggunakan Sistim Pertanian Organik

Selasa, 19 Mei 2020
Sumber Gambar : inkuiri.com

Penggunaan pupuk buatan serta input luar lainnya secara besar-besaran menyebabkan pencemaran sumber-sumber air yang berarti penurunan kualitas lingkungan. Masalah lain dari pupuk buatan yang digunakan selama ini adalah menyebabkan rusaknya struktur tanah akibat pemakaian pupuk buatan yang terus menerus sehingga perkembangan akar tanaman menjadi tidak sempurna.

Hal ini juga akan memberi dampak terhadap produksi tanaman yang diusahakan pada tanah yang biasa diberikan pupuk buatan. Begitu juga dari efek sarana produksi terhadap lingkungan telah banyak dirasakan oleh masyarakat petani, penggunaan pupuk buatan yang terus menerus menyebabkan ketergantungan dan lahan mereka menjadi lebih sukar untuk diolah.

Oleh sebab itu perlu di cari suatu alternatif yang dapat menghemat atau mengurangi penggunaan pupuk buatan. Salah satu cara untuk menggantikan sebagian atau seluruh fungsi pupuk buatan tersebut adalah dengan memanfaatkan pupuk hayati berupa Cendawan Mikoriza Arbuskula = CMA.

Beberapa tahapan yang harus dilakukan dala budidaya rumput King Grass yaitu :

  1. Persiapan Lahan

Lahan yang digunakan (Kelompok Tani Cerdas dan Brahman) untuk penanaman hijauan makanan ternak yaitu di Jorong Koto Hilalang 2 Nagari Sungai Langkok Kecamatan Tiumang Kabupaten Dhamasraya Provinsi Sumatera Barat. Luas lahan yang digunakan adalah 1.000 m2. Jarak tanam Rumput Raja adalah 70 x 80 cm dan jumlah stek sebanyak 2 batang per lubang. Sebelum dilakukan pengolahan lahan, dilakukan pembersihan areal yang bermaksud untuk membersihkan terhadap pepohonan, semak-semak, alang-alang atau tumbuhan lainnya.

  1. Pengolahan Tanah

Setelah lahan dibersihkan dilakukan pengolahan atau pembajakan yang bertujuan untuk memecah lapisan tanah dan dibiarkan beberapa hari sebelum digemburkan agar proses mineralisasi bahan-bahan organik akan lebih cepat sebab aktivitas biologi organisme dipergiat.

Selanjutnya dilakukan pengerukan yang bertujuan untuk menghancurkan bongkahan besar menjadi struktur remah sekaligus membersihkan sisa-sisa perakaran tumbuhan liar. Tanah diolah dengan menggunakan cangkul dengan kedalaman 20 cm, kemudian semua sisa tanaman dibuang. Masing-masing plot ditinggikan dengan jalan menaikkan tanah pembatas antara plot. Setelah tanah diolah dilakukan pemupukan dasar, yaitu menambahkan pupuk kandang dengan dosis 10 ton/ha dengan cara di sebar dan diaduk rata dengan tanah, di inkubasi selama 7 hari.

  1. Persiapan Bahan Tanam

Bahan tanaman Rumput Raja yang digunakan adalah stek (potongan batang). Stek yang baik diperoleh dari batang yang sehat dan tua. Setiap stek panjangnya 25 cm minimal mengandung 2 buah buku dan tiap lubang menyediakan 2 batang.

  1. Penanaman

Penanaman dilaksanakan 7 hari setelah inkubasi, stek ditanam miring 2 stek/lubang dengan jarak tanam 70 x 80 cm. Setelah stek ditanam tanah ditekan rapat pada stek nya supaya tidak mudah rebah dan tidak kering sehingga calon akar pun bisa mudah kontak dengan tanah. Sewaktu penanaman dilaksanakan perlakuan inokulasi CMA, yaitu: 10 gram/rumpun dengan cara menebar CMA di sekitar tanaman Rumput Raja.

  1. Pemupukan

Pupuk kandang feses sapi diberikan sebanyak 10 ton/ha yaitu pada 15 hari setelah tanam (HST) dengan cara di sebar di sekitar tanaman Rumput Raja/King Grass.

  1. Pemeliharaan
  2. Rumput disiram setiap hari jika tidak ada hujan.
  3. Pada 15 dan 30 HST dilaksanakan penyiangan dengan cara pembumbunan dan pembuangan gulma.
  4. Rumput dijaga dari serangan hama dan binatang buas.
  5. Pemanenan

Pemanenan dilakukan 60 hari setelah tanam (HST) dengan cara memotong rumput setinggi 10 cm dari permukaan tanah. Satu hari setelah pemotongan pertama diberikan pupuk kandang 10 ton/ha. Setelah 45 hari dari pemotongan pertama dilakukan pemotongan kedua. Selanjutnya ditambahkan pupuk kandang 10 ton/ha, setelah 45 hari dari pemotongan kedua dilakukan pemotongan ketiga, begitu selanjutnya sampai produktivitas tanaman rumput menurun, baru dilakukan meremajakan atau replanting.

Budidaya rumput raja (King Grass) dapat meningkatkan pendapatan peternak. Produksi segar rumput raja menggunakan CMA dan pupuk kandang dapat mencapai 1.000.000 kg/ha/tahun. Jika harga rumput raja Rp 300,-/kg, maka pendapatan peternak dalam budidaya King Grass: 1.000.000 kg/ha/tahun x Rp 300,- /kg = Rp 300.000.000,- /ha/tahun.

Namun sangat disayangkan, sampai saat ini sangat sedikit peternak yang membeli rumput unggul untuk pakan sapinya. Jual beli rumput unggul banyak dilakukan hanya di sekitar Jabodetabek (Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi), karena di daerah ini banyak perusahaan peternakan sapi potong dan perah yang tidak mencukupi lahannya untuk budidaya rumput unggul. (Suwarna-Penyuluh Pertanian Pusat)

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook