Materi Penyuluhan

BUDIDAYA PADI GOGO

Senin, 18 Mei 2020
Sumber Gambar : Koleksi Pribadi

Pandemi Covid-19 mengubah ritme kehidupan manusia, tetapi pangan untuk negeri harus tetap tersedia. Pada kesempatan ini mencoba memberikan tulisan tentang padi gogo. Padi gogo biasa ditanam pada musim rendengan.  

Budidaya padi gogo dapat mempergunakan benih padi hibrida  varietas Mapan 05 dengan kebutuhan benih 8 kg / ha.

Persiapan lahan. Sebelum lahan diolah lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya dan di berikan pupuk kandang. Pupuk kandang yang dipakai pupuk kandang dari kotoran sapi ataupun kambing. Pupuk kandang dari kotoran ayam kurang baik karena kandungannya kalah dengan pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing. Untuk 1 hektar lahan diberikan pupuk kandang 100 karung atau ± 3.500 kg ditaburkan merata.

Pengolahan Lahan. Pembajakan lahan dilakukan dengan Hand traktor dengan kedalaman 12-15 cm. dibajak tidak terlalu dalam dengan tujuan pupuk kandang tidak terlalu dalam masuk ke dalam tanah. Pengerekan dilakukan dengan tujuan memecah bongkahan tanah hasil bajakan atau menggemburkan tanah dan mengaduk pupuk kandang dengan tanah.

Penanaman. Pembuatan lobang tanam dilakukan dengan cara manual menggunakan tugal dengan kedalaman lobang tanam ± 3 cm. dengan jarak tanam ± 30 x 30 cm. Penanaman dilakukan dengan manual dengan jumlah benih 2-3 benih / lobang dan ditutup dengan tanah.

Pengendalian gulma. Pengendalian gulma dilakukan sebanyak dua kali. 1) Yang pertama dilakukan satu hari setelah tanam dengan menggunakan herbisida pra tumbuh dengan cara disemprotkan. Dengan dosis 80 gram/ha. 2) Pengendalian kedua dilakukan ± 16 hari setelah tanam  dengan menggunakan herbisida purna tumbuh dilakukan dengan menyemprot disela-sela tanaman. Dengan dosis 50 ml/ha. 3) Pengendalian ketiga dilakukan ± 30 hari setelah tanam. Ini dilakukan hanya ketika ada gulma yang masih tumbuh atau gulma yang tumbuh ditengah-tengah rumpun padi dan tidak terkendalikan dengan herbisida. 

Pemupukan. Jenis dan dosis pupuk kimia yang digunakan:  Urea 50 kg;  Sp 36 : 200 kg;  KCL                 : 100 kg;  NPK Phonska: 150 kg

Waktu Pemupukan. 1) Pemupukan pertama dilakukan pada 10 -16 hari setelah tanam dengan dosis: Urea : 25 kg;  SP 36 : 100 kg;  NPK Phonska : 50 kg;  KCL   : 25 kg. 2) Pemupukan ke dua dilakukan pada 25-30 hari setelah tanam dengan dosis: Urea : 25 kg;  SP 36 : 100 kg;  NPK Phonska  : 50 kg;  KCL : 25  kg. 3) Pemupukan ke tiga  dilakukan pada 45-50 hari setelah tanam dengan dosis: NPK Phonska : 50 kg;  KCL : 50  kg. Cara pemupukan dilakukan dengan disebar secara merata di pertanaman

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara TEPAT: Tepat Waktu, Tepat Cara, Tepat Jenis Dan Tepat Dosis.

Pemberian ZPT atau perangsang dilakukan pada saat padi mulai keluar malai dengan dosis 80 ml /ha

Panen dilakukan setelah umur padi ± 120 hari setelah tanam atau padi sudah menguning semua. Untuk menekan persentase kehilangan gabah waktu panen. Panen menggunakan power threser.

Dengan cara bertanam yang mudah dan produksi yang cukup tinggi dapat mencapai  produksi 7,2 - 9 ton/ha, diharapkan banyak petani yang tertarik untuk bertanam padi gogo.

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook