Diseminasi Teknologi

MENGENAL LANGSAT KOMBENGAN DARI TANAH MANDAR SULAWESI BARAT

Senin, 18 Mei 2020
Sumber Gambar : Dok. Religius Heryanto

Buah-buahan merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memegang peranan penting bagi pembangunan pertanian di Indonesia. Fungsi buah-buahan sangat penting bagi proses metabolisme tubuh karena mengandung banyak vitamin dan mineral. Seperti buah-buahan lokal yang masih banyak dikembangkan di daerah selain dikonsumsi secara langsung juga dapat diolah menjadi berbagai pangan olahan, bahan dasar kosmetik bahkan jadi obat tradisional.

Sulawesi Barat kaya akan sumber daya buah lokal, namun kekayaan tersebut belum diberdayakan secara optimal. Buah-buahan di sulbar tidak hanya digunakan untuk konsumsi penduduk lokal.  Pemanfaatan buah-buahan lokal tersebut harus dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas buah lokal. Sumber daya genetik buah-buahan lokal sangat berlimpah dan memiliki ciri khas berbeda dengan yang ada di daerah lain.

Langsat (Lansium domesticum) merupakan salah satu jenis buah hortikultura  yang banyak dibudidayakan di sulbar dan terdapat beberapa jenis langsat lokal yang masih dikembangkan oleh masyarakat serta  memiliki potensi yag cukup menjanjikan.   Salah satunya adalah langsat kombengan  yang terdapat di Kabupaten Polewali Mandar yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat setempat selama ratusan tahun. Langsat ini memiliki buah yang cukup besar bahkan ada yang sebesar telur ayam ras dan rasanya sangat manis  dengan hanya 1 biji di setiap buahnya. Pemeberian nama langsat kombengan karena buahnya yang gila besar tidak seperti dengan buah langsat pada umumnya (kombengan=gila).  

Langsat khas  ini hanya ditemui di Desa Kaleo, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Tanaman yang kita temukan berumur sekitar 100 tahun lebih dengan tinggi tanaman berkisar 25 s/d 30 meter. Tajuk tanaman berbentuk tabung, tinggi pohon percabangan pertama 4 meter,  produksi 200 - 300 kg/pohon. Bentuk penampang batang bersegi, diameter batang 34,5 cm, warna batang hijau coklat, daun berbentuk elip, rata-rata anjang daun 9.04c, Lebar daun  3.58 cm, dengn warna daun depan yellow green group 144 strong yellow green 4, warna daun belakang yellow green group 144 strong yellow green C, warna tulang daun yellow green group 152 dark greenish yellow c, warna tulang daun Yellow green group 152 dark greenish yellow c, bentuk irisan daun melintang Cekung sedang, Berdasarkan pengamatan petani setempat langsat kombengan berbunga pada saat musim kemarau, dengan bentuk bunga membulat, warna bunga yellow green group 147 moderate yellow green C, Waktu berbunga Saat musim kemarau.

Warna buah muda (2 bulan) yellow green group 146, moderate yellow green B, bentuk buah bulat telur, berat buah (rata-rata) 31,18 gram, diameter buah 4,3 cm, lebar buah (cm) 25.07, panjang buah (cm) 38.17, ketebalan kulit 1 mm, panjang daging buah 4,2 cm, jumlah buah / tangkai 27.5, jumlah juring per buah 5, warna kulit buah greyed orange group , light yellow D 1, warna daging buah greyed white group yellow grey A, rasa daging buah manis, aroma buah lembut, bentuk biji lonjong, warna biji yellow green group N144 strong yellowish green waktu panen 3-4 bulan (90 - 120 hari),

Sifat-sifat khusus lainnya yaitu tahan terhadap serangan hama dan penyakit  serta penciri utama buah besar dan rasa manis.

Berdasarkan beberapa penelitian bahwa langsat memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi, buah langsat memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh manusia. Buah langsat juga memiliki banyak manfaat. Salah satunya yaitu mampu membantu untuk mereka yang tengah menjalani proses diet. Serat dan kandungan kalori dalam buah langsat mampu memperlancar proses pencernaan dan memberikan tenaga lebih tanpa harus mengkonsumsi banyak makanan.

Olehnya itu perlu varietas lokal yang masih dikembangkan disetiap daerah perlu  dilestarikan dan dijaga keberadaannya, jangan sampai terabaikan dan akhirnya punah sehingga kelak hanya tinggal nama. Mari kita jaga Sumber Daya Genetik kita untuk anak cucu kita.

Oleh: Religius Heryanto, S.ST (Penyuluh BPTP Balitbangtan Sulawesi Barat)

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook