Materi Penyuluhan

Teknologi Budidaya Tomat dengan Mulsa Plastik di Dataran Tinggi

Minggu, 17 Mei 2020
Sumber Gambar : www.google.com

Tomat (Solanum lycoperscum) adalah salah satu sayuran yang penting bagi kesehatan karena mengandung vitamin A dan C, mineral, serat, antioksidan dan zat fitonutrien yang tinggi. Manfaat konsumsi tomat bagi kesehatan antara lain:  mengendalikan radikal bebas, menjaga kesehatan jantung, mengendalikan tekanan darah, dan mencegah Sumber Gambar: www.google.com

kanker. Selain untuk kesehatan, tanaman hortikultura ini dapat dikonsumsi sebagai sayur  dan buah segarnya dapat diolah dalam bentuk jus tomat serta bahan olahan seperti membuat saus atau pasta. Budidaya tanaman tomat menjadi peluang usaha yang sangat menguntungkan karena banyaknya permintaan pasar baik domestik maupun mancanegara.

Teknik Budidaya Tomat

 

Salah satu sistem budidaya tanaman tomat yang dilakukan petani adalah dengan menggunakan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP). Sistem budidaya ini dapat menghasilkan produksi lebih tinggi dan mutu buah lebih baik dari pertanaman biasa. Adapun keuntungan menggunakan mulsa : 1) Penggunaaan pupuk dapat dilakukan sekaligus sebelum tanam; 2) Mengurangi evaporasi tanah, sehingga kelembaban tanah dapat dipertahankan; 3) Mengurangi kerusakan (erosi) tanah karena air hujan; 4) Menekan pertumbuhan gulma dan mengurangi pencucian pupuk yang diberikan; 5) Tanah tetap gembur, suhu dan kelembaban relative stabil; 6) Meningkatkan aktifitas mikrobiologi di dalam tanah; 7) Mengurangi serangan hama pengisap (Thrips, tungau dan kutu daun); dan 8) Mengurangi serangan penyakit tular tanah (rebah kecambahan dan akar bengkak).

  1. Persemaian bibit

Bibit yang akan disemai sudah diseleksi terlebih dahulu dan dilakukan desinfektan, dengan cara  merendam benih kedalam larutan fungisida, agar mikroorganisme mati. Penyemaian bibit di bedeng, bibit ditanam pada lubang-lubang tanam dengan jarak lubang 5 cm dan kedalaman lubang tanam sekitar 1 cm. Dalam satu lubang tanam dapat diisikan 1 atau 2 benih, kemudian ditutup tanah tipis-tipis. Bila persemaian di polybag, media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Setiap polibag diisi satu benih saja dan tanamkan benih dengan kedalaman sekitar 1 cm. Setelah biji ditanam, media semai sebaiknya dibasahi dengan air.

  1. Pengolahan lahan

Dilakukan dengan cara tanah dibajak atau dicangkul dengan kedalaman ±20 cm agar tekstur tanah lebih gembur dan membunuh pathogen tanah. Tanaman tomat memiliki syarat tumbuh di tanah yang pH 5,5-7. Jika keasaman <5,5, dapat menambahkan kapur pertanian yang berfungsi untuk menetralkan pH tanah. Lahan yang akan ditanam diusahakan bukan bekas penanaman satu family seperti kentang, terong dan cabai. Kemudian dilakukan pembuatan bedengan, dengan cara mencampurkan pupuk kompos /pupuk kandang matang sebagai pupuk dasar. Dibuat tanah segembur mungkin agar memudahkan pelakaran pada fase pertumbuhan tomat. Tinggi bedengan 30 cm, lebar 1 meter dan panjang bedengan mengikuti kontruksi lahan. Jarak tanam yang di gunakan umumnya 30 – 40 cm. Diamkan tanah selama 1 minggu agar pupuk dapat menyerap ke dalam tanah. Pemupukan dasar tersebut di berikan 20 ton per hektar. Kemudian berikan pupuk TSP secukupnya. Kecuali bila ingin membudidayakanya secara organik maka tidak perlu menambahkan pupuk TSP atau bahan kimia lainya, dapat di tambahkan pupuk kompos/pupuk dasar 30-40 ton/hektar.

  1. Penggunaan Mulsa

 

Penggunaan mulsa dari plastik hitam perak untuk menutup lahan bedengan, tujuannya menekan pertumbuhan gulma,  mempertahankan kelembaban tanah dan mencegah erosi dan pencucian hara saat musim hujan. Agar mulsa dapat terpasang kencang dan tidak kendor, secara manual mulsa dipasang pada siang hari disaat panas terik. Pada pinggir mulsa kemudian diberi pasak bambu berbentuk U agar posisi mulsa lebih kencang. Pemasangan mulsa plastik menggunakan mesin, mulsa dibentangkan dan ditarik menggunakan mesin.  Secara otomatis pembentangan mulsa sekaligus mengikat pinggir mulsa dengan tanah. Sehingga mulsa dapat terpasang dengan kuat dan kencang.

 

  1. Penanaman bibit di lahan

Pertama, buat lubang tanam pada mulsa diameter 8-10 cm, kedalaman lubang tanam 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat 2 lajur lubang tanam, jarak antar lajur 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam 1 lajur 40-50 cm. Kedua,  masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai dalam polybag, lepas terlebih dahulu wadahnya lalu masukkan semua media tanam tanpa mencabut akar tanaman lalu tutup dan ratakan dengan tanah. Untuk memindahkan bibit yan ditanam di persemaian bedeng, siram persemaian dengan air agar media tanam menjadi lunak. Lalu cabut tanaman dengan hati-hati jangan sampai akar tanaman putus atau rusak

  1. Pemeliharaan

Cara pemeliharaan tanaman tomat: a) Penyiraman, tanaman tomat tidak memerlukan air terlalu banyak, namun jangan sampai tanaman kekeringan. Kelebihan air dalam budidaya tomat membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi akan menghambat fase generatif. Jika kekurangan air berdampak pada pada buah yang di hasilkan akan terjadi pada kulit buah yang menimbulkan peceh-pecah, kerontokan pada bunga; b) Penyulaman dan Penyiangan, bila ada tanaman yang tidak tumbuh maka disisip dengan tanaman baru. Penyiangan dilakukan bila diperlukan saja, karena menggunakan mulsa bisa menekan pertumbuhan gulma sehingga dapat meminimalisir biaya tenaga kerja; c) Pemangkasan, membuang tunas yang tumbuh di sekitar bagian ketiak daun agar tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan dapat dilakukan sekali seminggu minggu; d) Pemupukan tambahan, menggunakan pupuk organic/ pupuk cair yang mengandung kalium tinggi pada fase generatif, mengaplikasikannya dengan menyemprotkanya setiap 1 minggu sekali. Pupuk harus dicairkan terlebih dahulu sebelum diberikan ke tanaman dengan perbandingan pupuk dan 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air

  1. Pemasangan tiang ajir

Pemasangan ajir  gunanya untuk menegakan tanaman supaya tidak roboh. Salah satu cara  yaitu ajir dibuat tegak lurus atau ujung kedua ajir diikat sehingga membentuk segitiga. Agar tidak dimakan rayap, ajir diolesi dengan ter atau minyak tanah. Tanaman tomat yang telah mencapai ketinggian 10—15 cm harus segera diikat pada ajir. Pengikatan jangan terlalu erat. Yang penting, tanaman tomat dapat berdiri. Pengikatan dilakukan dengan model angka 8 sehingga tidak terjadi gesekanantara batang tomat dengan ajir yang dapat menimbulkan luka. Tali pengikat, misalnya tali plastik, harus dalam keadaan bersih. Setiap bertambah tinggi 20 cm, harus dilakukan pengikatan lagi agar batang tomat selalu berdiri tegak.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

 

Pengendalian hama dan penyakit merupakan salah satu faktor penting dalam usaha budidaya tanaman tomat. Serangan hama dan penyakit bisa menurunkan produktivitas panen atau bahkan menyebabkan kematian tanaman. Beberapa jenis hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Penanganan serangan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan pestisida alami/nabati, bila budidaya dilakukan secara organik. Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh  perlu dilakukan  Pengendalian Hama Terpadu (PHT) secara berkesinambungan. Variabel-variabel yang harus diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pemberian pupuk berimbang, rotasi tanaman, memanfaatkan predator alami, memanfaatkan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

 

  1. Pemanenan

 

Panen dilakukan pada usia tanaman  sekitara 60-100 hari setelah tanam. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk mengurangi respirasi buah.Cara panen dengan mematahkan tangkai buah dengan hati-hati agar buah tidak rusak,kemudian buah dimasukkan ke dalam tas kecil untuk kemudian dikumpulkan di tempat pengumpulan. Tempat pengumpulan hendaknya di tempat yang sejuk, teduh dan kering. Hindari goresan, benturan, luka atau menutup buah tomat menggunakan plastik karena akan meningkatkan transpirasi dan respirasi yang menyebabkan cepat tumbuh jamur dan membusuk

 

Susi Deliana Siregar

Daftar Pustaka:

Sastrahidayat. 1992. Bertanam Tomat. Penebar Swadaya. Jakarta.

Turgiyono Herry, 2002. Budidaya Tanaman Tomat, Yogyakarta.

Umboh, A.H. 2002. Petunjuk Penggunaan Mulsa, Penebar Swadaya, Jakarta

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook