Gerbang Nasional

BAWANG MERAH MENJADI PRIMADONA BARU BAGI PETANI AGAM

Sabtu, 25 Apr 2020
Sumber Gambar : Dok, Pribadi Wira Nofalia

Hamparan mulsa berisikan bawang merah siap panen terlihat kehijauan di Nagari Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Hamparan ini menandakan petani setempat mulai melirik bawang merah menjadi komoditi andalan.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Emrizal mengatakan kinerja positif petani bawang tak lepas dari pendampingan dan pengawalan penyuluh pertanian. Penyuluh tetap setia turun ke lapangan meski Corona mengintai di tengah pandemi Covid-19 tanpa abai pada Protokol Kesehatan WHO.

Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir produksi bawang merah di Kabupaten Agam meningkat 53,39 persen. Luas tanam 2017 sekitar 428 hektar menghasilkan 3.061 ton meningkat ke 3.369 ton dari 505 hektar dan pada 2019 mencapai 5.168 ton dari luas tanam 616 hektar, dengan produktivitas bervariasi sekitar delapan hingga 12 ton per hektar.

Emrizal menambahkan, Bupati Agam, Indra Catri turut mendukung petani bawang dengan menyalurkan bantuan sarana produksi (saprodi)berupa benih, mulsa, pupuk untuk pengembangan pertanaman bawang merah seluas 147 hektar sejak 2016 hingga 2019.

Dampaknya, petani kian termotivasi menanam bawang merah bahkan sudah mulai menguasai teknologi agar hasil produksi maksimal, mengingat bawang merah termasuk komoditas pemicu inflasi di pusat dan daerah.

"Termasuk pengadaan alat mesin pertanian atau Alsintan seperti cultivator, sementara pada 2020, Bupati Agam menargetkan kembali pengembangan lahan baru untuk bawang merah seluas 35 hektar," kata Emrizal melalui pernyataan tertulis yang disarikan penyuluh pusat, Edizal dan dihimpun Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP)

Hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo agar pemerintah daerah mendukung penuh kinerja petani dan penyuluh mengembangkan komoditas pertanian spesi?k lokasi tanpa mengabaikan kepentingan petani untuk mendapat laba dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Panen Maksimal

Penyuluh pertanian Agam di Nagari Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek, Wira Nofalia mengaku tetap ke lapangan mendampingi petani sekaligus mengingatkan tentang Protokol Kesehatan seperti diinstruksikan Mentan Syahrul.

Bulan April ini, salah satu kelompok tani (Poktan) di wilayah binaannya yaitu Poktan Kumpua Saroso telah panen bawang merah dengan produktivitas 9,5 ton per hektar. Sementara harga jual di tingkat petani relatif stabil di kisaran Rp28.000 per kg,.sementara di tingkat pedagang sekitar Rp32.000 per kg.

Semangat dari Wira Nofalia ini menjadi salah satu contoh dari sekian banyak penyuluh yang tetap turun lapang mendampingi petani. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi dalam setiap kesempatan selalu mengapresiasi tugas dan peran penyuluh Agam yang setia mendampingi petani, meski virus Corona mengintai seraya mengingatkan bahwa lahan pertanian adalah zona aman karena berlimpah sinar matahari untuk menangkal Covid-19.

Edizal – Pusat Penyuluhan Pertanian

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook