Gerbang Daerah
JAWA TENGAH > KABUPATEN KUDUS >

KENDALA PENYULUH PERTANIAN SAAT WABAH COVID-19

Senin, 30 Mar 2020
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi : Aktivitas Penyuluh Pertanian dalam Kondisi Normal

Presiden Joko Widodo mengintruksikan semua Kementerian dan lembaga negara untuk memprioritaskan kebutuhan bahan pokok sebagai pasokan masyarakat selama proses pengendalian penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Meskipun stok di Bulog mencukupi dan di Bulan April masih ada panen raya, namun Presiden tetap meminta agar jajarannya terus memberi kepastian ketersediaan dan stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok lain yang diperlukan masyarakat.

Menindaklanjuti  hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  dalam berbagai kesempatan juga meminta agar produksi pertanian tetap berjalan bahkan digenjot hingga berlipat-lipat. Apalagi, sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional.

"Adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor," perintah Menteri Pertanian.

Sementara itu Plt Bupati Kudus, HM Hartopo meminta petani untuk tidak menjual seluruh hasil panennya. Sebagian ada yang disimpan untuk memenuhi kebutuhan dan sebagai cadangan pangan karena perkembangan situasi dan kondisi berkaitan dengan covid-19.

Kondisi tersebut membawa konsekuensi petani tetap bekerja dan berusaha tani agar produksi pangan tetap terjaga sehingga ketersediaan dan stablitas barang kebutuhan pokok terjamin. Penyuluh pertanian juga menjadi garda terdepan mendimpingi petani dan memastikan bahwa para petani telah bekerja untuk menghasilkan bahan makanan pokok. Setiap hari penyuluh pertanian berinteraksi dengan para petani untuk melakukan penyuluhan dan pendampingan.

Tugas penyuluh lapangan adalah berperan memfasilitasi proses belajar para petani. Penyuluh lapangan membimbing petani dan pelaku usaha pertanian mengakses pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya. Semuanya berupaya untuk meningkatkan produktifitas, efisiensi usaha dan penghasilan mereka.

Dalam kondisi wabah covid-19 yang terus menyebar, mengharuskan penyuluh pertanian berhati-hati saat melaksanakan tugasnya. Sarana yang paling efektif dalam melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada petani adalah dengan melakukan kunjungan dan tatap muka. Dengan tatap muka penyuluh pertanian dapat dengan leluasa melakukan penyuluhan dan pendampingan. Petani dengan mudah bisa berdialog dan bertanya kepada penyuluh pertanian tentang usaha tani yang sedang dilakukannya.

Namun tatap muka ini adalah cara yang paling beresiko terhadap penularan virus. Untuk itu, kalaupun terpaksa harus melakukan tatap muka, maka harus menerapkan sosial distancing dan physical distancing (menjaga jarak sosial dan fisik). Selain itu juga tidak perlu melakukan kontak secara fisik.

Cara yang lebih aman adalah penyuluh pertanian tidak berinteraksi langsung dengan petani, tetapi dengan teknologi informasi. Penyuluh pertanian bisa berkomunikasi dengan petani dengan menggunakan aplikasi whatsapp, skype, line dan aplikasi sejenisnya. Selain itu petani bisa diarahkan untuk mengakses situs yang berisi tentang teknologi pertanian. Saat ini situs online tersebut bisa dalam bentuk web, youtube dan instagram, maupun aplikasi-aplikasi pertanian yang sekarang sudah banyak diciptakan. Dengan mengakses situs-situs tersebut, diharapkan petani mendapatkan informasi baru, baik di bidang teknis, sosial maupun ekonomi pertanian.

Namun sarana tersebut terkendala dengan masih sedikitnya petani yang mempunyai perangkatnya (HP android dan sejenisnya). Selain itu masih banyak petani yang gaptek (gagap teknologi). Sehingga masih perlu pendampingan dari penyuluh dan petani atau pengurus Kelompok Tani/ Gapoktan yang sudah mengasai teknologi informasi.

Dengan sarana ini penyuluh pertanian bisa menyampaikan informasi teknologi pertanian dan informasi pertanian lainnya kepada pengurus Poktan/ Gapoktan atau petani yang sudah menguasai teknologi informasi. Untuk kemudian pengurus atau petani tersebut menyampaikannya kepada petani lainnya yang belum menguasasi teknologi informasi. Namun interaksi antara petani tersebut juga harus memperhatikan sosial distancing dan physical distancing. Agar tidak menjadi sarana penularan covid-19.

Meskipun tetap fokus untuk bisa menghasilkan dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, yang lebih penting adalah bahwa penyuluh pertanian dan petani memperhatikan masalah kesehatan. Sehingga saat kesehatan terjaga, produksi pangan akan tersedia.

 

Moh. Ali Hamidy E.A.F., S.Pt., M.Si.
Penyuluh Pertanian Madya
Koordinator PPL Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus
Pengurus PERHIPTANI DPW Jawa Tengah
Ketua PERHIPTANI DPD Kabupaten Kudus

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook