Materi Lokalita
JAMBI > KABUPATEN BATANG HARI >

Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu Teknologi Tanaman Padi Dalam Mendukung Kegiatan Konstra Tani Disampaikan Oleh . Abdul Fata,sp Poknal Batang Hari

Kamis, 26 Mar 2020
Sumber Gambar : dokumen petani

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT)  suatu pendekatan inovatif dan dinamis dalam upaya peningkatan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi yang bersinergi antara yang satu dengan lainnya, diterapkan secara partisipatif oleh petani, sehingga menjadi paket teknologi spesifik lokasi.

5 Perinsip Uatama Penerapan PTT:

  1. Partisipatif

Petani berperan aktif memilih dan menguji  teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat,
dan meningkatkan kemampuan melalui proses  pembelajaran di Laboratorium Lapangan

  1. 2. Spesifik Lokasi

Memperhatikan kesesuaian teknologi  dengan lingkungan fisik, sosial-budaya, dan ekonomi petani setempat

  1. 3. Terpadu

Sumber daya  tanaman, tanah, dan air dikelola dengan baik secara terpadu

  1. Sinergis atau Serasi

Pemanfaatan teknologi terbaik, memperhatikan keterkaitan antar-komponen teknologi yang saling mendukung

  1. 5. Dinamis

Penerapan Teknologi selalu disesuaikan dengan

Perkembangan dan kemajuan IPTEK serta kondisi sosial ekonomi setempat

KEUNTUNGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PTT

  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil usahatani
  • Efisiensi biaya usahatani
  • Kesehatan lingkungan akan terjaga

PEDOMAN PENERAPAN PTT

  • Mengumpulkan informasi dan analisis masalah, kendala, peluang usahatani
  • Mengembangkan peluang untuk peningkatan produksi
  • Mengidentifikasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani di wilayah setempat

 

Komponen Teknologi Pttpadi Non Hibrida Dan Hibrida

  1. Komponen Teknologi Dasar

    Sangat dianjurkan untuk diterapkan disemua lokasi padi sawah

  1. Komponen Teknologi Pilihan

    Komponen teknologi yang disesuaikan dengan kondisi, kemauan, dan kemampuan

   petani setempat

KOMPONEN TEKNOLOGI DASAR

  1. Varietas Unggul Baru
  2. Benih bermutu dan berlabel
  3. Bahan organik
  4. Pengaturan populasi tanaman
  5. Pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman
  6. Pengendalian OPT dengan pendekatan PHT

KOMPONEN TEKNOLOGI PILIHAN

  1. Pengolahan tanah
  2. Penggunaan bibit muda (< 21 hari)
  3. Tanam bibit 1–3 batang per rumpun
  4. Pengairan secara efektif dan efisien
  5. Penyiangan dengan landak atau gasrok
  6. Panen tepat waktu dan gabah segera dirontok.

KOMPONEN TEKNOLOGI DASAR

  1. VARIETAS UNGGUL BARU

 VUB Padi Sawah : Ciherang, Mekongga, Inpari 1, Inpari 3, Inpara 1, Inpara 3, dll

  • Pemilihan disesuaikan kondisi setempat, tahan hama/penyakit endemik (wereng coklat, tungro) memenuhi permintaan pasar
  • VUB yang digunakan merupakan hasil uji varietas di lahan SL-PTT atan lahan BPP
  • Daya hasil tinggi, ketahanan hama/penyakit rasa nasi, umur panen, bentuk gabah, rendemen merupakan faktor penentu oleh petani
  • Hindari penanaman varietas yang sama terus menerus di satu lokasi.

 

  1. BENIH BERMUTU DAN BERLABEL

Benih bermutu:

            Benih yang memiliki kemurnian dan daya tumbuh tinggi, bersertifikat dan menghasilkan bibit sehat dengan akar panjang

  • Mutu benih padi inhibrida dapat diuji dengan teknik pengapungan, dengan larutan garam 2-3% atau larutan pupuk ZA 20-30 g/lt air, benih yang tenggelam dipakai dan yang mengapung tidak.
  • Mutu benih padi hibrida diuji dengan uji daya kecambah
  • Benih merupakan salah satu komponen utama yang berperan penting dalam peningkatan kuantitas dan kualitas produksi padi, karenanya penggunaan benih varietas unggul yang  bermutu (berlabel) sangat dianjurkan.
  • Hal ini terkait dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh varietas unggul, antara lain: berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit, dan rasa nasi enak (pulen).
  • KELAS BENIH
  • Benih Penjenis (BS), warna label KUNING
  • Benih Dasar ( BD / FS ), warna label PUTIH
  • Benih Pokok ( BP / SS ), warna label UNGU
  • Benih Sebar ( BR / ES ), warna label BIRU

 

Benih Bermutu Tinggi

Benih bermutu :

  • Murni dan diketahui nama varietasnya.
  • Bernas, tidak keriput, tidak ada bekas gigitan serangga, serta
  • Bersih, tidak tercampur dengan kotoran, biji gulma atau biji tanaman lain.
  • Daya berkecambah dan vigor tinggi sehingga dapat tumbuh baik.
  • Sehat (tidak terinfeksi oleh jamur atau serangan hama)
  1. PEMBERIAN BAHAN ORGANIK
  • Bahan organik (jerami, pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos)
  • Bahan organik bermanfaat untuk perbaikan kesuburan Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah
  • Persyaratan teknis pupuk organik mengacu pada Permentan No. 2/2006
  • Takaran pupuk organik dan anorganik mengacu pada Permentan No. 40/2007 tentang pemupukan spesifik lokasi.

 

Oleh .Abdul Fata,SP

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook