Materi Penyuluhan

Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Tanaman Kelapa Sawit

Selasa, 24 Mar 2020
Sumber Gambar : malikrusydiplanters.blogspot.com/

Lahan gambut adalah bentangan lahan yang tersusun oleh tanah hasil dekomposisi tidak sempurna dari vegetasi pepohonan yang tergenang air sehingga kondisinya anaerobic.  Material organik tersebut terus menumpuk dalam waktu lama sehingga membentuk lapisan-lapisan dengan ketebalan lebih dari 50 cm.  Lahan gambut memiliki  dua fungsi utama yaitu pelayanan lingkungan (penyimpan air, karbon dan keanekaragaman hayati) dan penghasil komoditas pertanian yang mendukung kehidupan  para petani.  Untuk itu maka perlu dijaga adanya keseimbangan antara fungsi konservasi dan pertanian.

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis lahan gambut, asalkan curah hujan mencukupi yaitu lebih dari 2500 mm/tahun dan dikelola dengan baik. Untuk itu maka tanaman kelapa sawit ini dapat dikembangkan di lahan gambut, namun dalam pengelolaanya berbeda dengan tanah mineral.  Dalam mengelola lahan gambut, harus memperhatikan beberapa cara yang berbeda dengan tanah mineral, diantaranya adalah dengan melakukan pembenahan fisik tanah, teknologi pengelolaan air yang tepat, teknologi pemupukan, dan pemilihan varietas.

Pembenahan fisik tanah

Dalam pembenahan fisik tanah, harus diperhatikan ketebalah gambut. Tanaman kelapa sawit paling baik ditanam pada lahan gambut yang tipis yaitu ketebalannya kurang dari 50 cm. Pada lahan gambut seperti itu perlakuan fisik tidak perlu dilakukan. Jika lahan gambutnya lebih dari 50 cm, maka gambut perlu dipadatkan agar gambut dapat menahan beban batang kelapa sawit sehingga tanaman kelapa sawit tidak condong.  Pemadatan dapat dilakukan dengan menggunakan alat berat pemadat tanah atau dengan menambahkan tanah mineral yang dicampur dengan tanah gambut pada lubang tanam kelapa sawit.

Teknik Pengelolaan Air

Tanah gambut biasanya berada pada daerah yang rendah yang rawan banjir di musim hujan dan terjadi kekeringan di musim kemarau.  Dengan kondisi yang demikian, maka diperlukan manajemen air pada lahan gambut untuk pengaturan air agar tanaman tidak tergenang diwaktu hujan dan kekurangan air dimusim kemarau.

Gambut memiliki kapilaritas yang besar sehingga gambut cepat kering dan air tanah sulit naik ke atas sampai permukaan tanah. Untuk menjaga tanah tetap lembab, maka perlu dilakukan pengaturan kedalaman muka air tanah.. Caranya dengan mempertahankan ketinggian muka air tanah pada saluran drainase. Menjaga ketinggian muka air sekitar 60 cm  pada saluran drainase merupakan hal yang penting agar tanaman kelapa sawit tetap memperoleh air sepanjang tahun. Pemasangan pintu-pintu air pada ujung saluran drainase menjadi sangat penting untuk mengatur ketinggian muka air pada saluran. Pada musim hujan pintu air dibuka dan pada musim kemarau pintu air ditutup rapat-rapat.

Teknik Pemupukan

Tanah gambut merupakan tanah yang memiliki kandungan bahan organik tertinggi di dunia, namun jarang dimanfaatkan oleh para petani dalam menggunakan unsur hara yang tersedia dalam tanah gambut tersebut, karena unsur hara tanah gambut berbentuk ikatan yang belum bisa dimanfaatkan oleh tanaman kelapa sawit karena tanah gambut  memiliki pH yang berkisar pada nilai pH asam kuat sehingga ketersediaan unsur hara yang bisa dimanfaatkan oleh tanaman sedikit.  Dengan demikian maka teknik pemupukan di lahan gambut sangat diperlukan agar unsur hara tanah yang sedikit dapat dipenuhi dengan optimal.  Pemupukan perlu dilakukan dengan pemupukan pupuk makro dan mikro yang cukup. Pupuk kalium, fosfor, nitrogen, magnesium, dan boron merupakan pupuk yang penting.

Komposisi pupuk yang diberikan tergantung umur tanaman. Pada tanaman yang belum menghasilkan buah, pupuk N perlu diberikan lebih banyak. Setelah berbuah, pupuk, K dan P perlu lebih banyak. Pupuk mikro terutama boron perlu diberikan mengingat gambut sangat miskin unsur mikro.

Pada tanaman muda termasuk saat pembibitan, penambahan bahan humat yang disemprotkan pada tanah di sekitar tanaman menjadi penting untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Bahan humat mengandung hormon pertumbuhan.

Teknik Pemilihan Varietas

Dalam memilih varietas, perlu dipertimbangkan untuk menggunakan varietas yang mempunyai batang lebih pendek, agar tanah gambut mampu menopang pokok pohon agar tidak miring.  Varietas yang cenderung lebih cocok ditanam di lahan gambut adalah varietas Dumpy. Semua varietas  bisa dipraktekkan baik di lahan gambut atau mineral, namun yang terpenting sebelum ditanam harus ada pengujian tanah, agar mendapatkan hasil yang maksimal.  Tanaman sawit di lahan gambut juga mampu berproduksi hingga 20-30 ton tahun, namun saat ini produksi sawit oleh petani di lahan gambut umumnya masih rendah sekitar 10-15 ton/ha/tahun disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan modal sehingga tidak mengetahui jika menanam sawit di lahan gambut perlu perlakuan khusus. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian).

Sumber:

  1. Pengelolaan Lahan Gambut untuk Pengembangan Kelapa Sawit di Indonesia oleh Supiandi Sabiham, Sukarman Sukarman. Jurnal Sumberdaya Lahan vol.6, No.2 (2012).
  2. Begini Cara Mengembangkan Kelapa Sawit Di Lahan Gambut oleh Trevi Pradipta, 11 Desember 2017
  3. PT Perkebunan Nusantara V. 25 Maret 2019.

 

 

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook