Materi Penyuluhan

Peran Kostratani dalam pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Pertanian Tahun 2020

Jum'at, 20 Mar 2020
Sumber Gambar : goegle

KUR adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur baik  individu/perseorangan atau badan hukum yang melakukan usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup baik dengan suku bunga pada tahun 2020 sebesar 6% efektif per tahun.

Adapun tujuan KUR untuk meningkatkan dan memperluas penyaluran kredit kepada usaha produktif; meningkatkank apasitas daya saing usaha mikro,kecil dan menengah; serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Fasilitasi Pemerintah melalui Program KUR dapat disampaikan sebagai berikut:

  • Penurunan Suku Bunga KUR dari 7% menjadi 6% pada tahun 2020.
  • Peningkatan Target Penyaluran KUR tahun 2020 : Rp. 50 Trilyun.
  • Peningkatan maksimum plafon KUR mikro dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta.
  • Target KUR Sektor Produksi sebesar minimal 60%.

Persyaratan KUR secara umum dapat disampaikan sebagai berikut:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan wajib memiliki NIK dibuktikan dengan KTP Elektronik atau Surat Keterangan Pembuatan KTP Elektronik.
  • Usaha telah berjalan minimal 6 bulan
  • Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan
  • Boleh memiliki kredit pemilikan rumah, kendaraan dan kartu kredit dalam kondisi lancar.

 

Jenis Dokumen yang diperlukan

Untuk pengajuan KUR baik Perorangan maupun Badan Usaha harus melengkapi dokumen sebagai berikut :

  • Fotokopi e-KTP dan KK;
  • Untuk Pengajuan Perorangan melampirkan Fotokopi Surat Nikah (Bagi yang sudah menikah);
  • Surat ijinusaha(SIUP, TDP, SITU, HO) atau keterangan usaha dari kelurahan/kecamatan;
  • Fotokopi dokumen jaminan untuk kredit diatas Rp.50 juta;
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Untuk KUR diatas Rp.50 juta.

 

Proses Pencairan Dana KUR

Untuk mensupport ketersedian, terjaminnya mutu dan harga yang wajar, diperlukan adanya Mitra Usaha yang siap sebagai supplier, baik itu untuk Saprotan dan Alsintan. Mitra Usaha tersebut juga akan berperan sebagai Off Taker dari hasil pertanian yang ada.

ALFATANI merupakan salah satu Mitra Usaha yang akan mencairkan Dana – KUR yang langsung disalurkan ke petani berupa natura (Saprotan – Alsintan) dan tunai untuk biaya hidup.

ALFATANI juga berperan menyiapkan Pengadaan Saprotan dan Alsintan di lokasi serta akan menyerap hasil pertanian.

 

Evaluasi Penyerapan KUR

Realisasi KUR dari tahun 2016 hingga Nopember 2019 rata-rata hanya 17.34 %. Adapun Realisasi KUR dari tahun 2016 hingga Nopember 2019 dapat dirinci sebagai berikut :

  • Realisasi KUR tahun 2016 baru 11,9 T (13,99%) dengan  Jumlah Debitur 715.588;
  • Realisasi KUR tahun 2017 baru 17,28 T (17,3%) dengan Jumlah Debitur 865.552;
  • Realisasi KUR tahun 2018 baru 19,65 T (16,37%) dengan Jumlah Debitur 894.620 sedangkan;
  • Realisasi KUR tahun 2019 per Per Nopember 2019 baru 30,4 T (21,71%) dengan  Jumlah Debitur 1.279.058.

Target Penyaluran KUR tahun 2020 senilai 50 T yang diperuntukkan pada sub sector Tanaman Pangan (14.23 T); Hortikultura (6.39 T); Perkebunan (20.37 T) dan Peternakan (9.01 T). Dari hasil evaluasi Realisasi tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 penyaluran KUR belum optimal masih dibawah 20%. Hal ini disebabkan antara lain kurangnya sosialisasi tentang KUR; kurangnya penyebaran informasi; kurangnya pendampingan sehingga pemahaman penerima KUR masih Kurang. Selain itu, kunci penentu ada di Perbankan dan ; lokasi Kantor Bank masih jauh.

Untuk itu, peran dan pendampingan oleh para petugas termasuk dalam hal ini para penyuluh untuk melakukan sosialisasi secara massif agar masyarakat tahu, dan mau serta mampu untuk mengakses fasilitas Modal usaha produktif dari Pemerintah dan pihak perbankan.

Tugas dan peran Kostratani dalam percepatan pengajuan KUR

  • Kostratani tidak hanya melakukan tugas penyuluhan, melainkan juga sebagai data base pertanian di wilayah kerja masing-masing.
  • Kostratabi berwenang memberikan rekomendasi atas calon debitur dalam pengajuan KUR.
  • Kostratani melaporkan data calon debitur dalam pengajuan KUR ke level Kabupaten – Kostrada yang kemudian dihimpun/dikumpulkan dan di serahkan ke Bank atau Lembaga Keuangan Penyalur KUR dan melaporkan juga ke ke Propinsi - Kostrawil dan Pusat – Kostratanas.

 

Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.

 

Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com

 

Sumber :

 

  • Direktorat Pembiayaan Ditjen PSP;
  • BANK BNI-46
  • Gambar : https://www.google.com
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook