Materi Penyuluhan

TEKNOLOGI BUDENA KAYU PUTIH

Selasa, 17 Mar 2020
Sumber Gambar : balitkabi.litbang.pertanian.go.id

Budidaya kedelai di bawah tegakan pohon kayu putih (Budena Kayu Putih) berpeluang untuk dikembangkan. Usaha tani ini menjadi salah satu solusi peningkatan areal tanam kedelai yang semakin menyempit. Potensi lahan di bawah tegakan kayu putih di Indonesia cukup luas sekitar 248.756 ha, dengan area terluas di Maluku dan Pulau Jawa. Jarak tanam pohon kayu putih beragam mulai dari 3 m x 1 m, 4 m x 1 m, 5 m x 1 m atau jajar legowo 5 m x (1 m x 1m), sehingga di sela-sela tanaman pokok kayu putih dapat dimanfaatkan untuk menanam kedelai.

Kendala utama tumpangsari Kayu putih dengan kedelai adalah rendahnya intensitas cahaya matahari, ancaman kekeringan akibat ketersediaan air yang rendah, kepekaan tanah terhadap erosi, rendahnya unsur hara, menurunnya kadar bahan organik, menurunnya daya simpan air tanah disamping rendahnya minat petani menanam kedelai. 

Penerapan teknologi BUDENA kayu putih musim tanam optimal adalah awal musim penghujan sekitar bulan Desember hingga Januari. Penanaman di bulan Maret sudah sangat terlambat sehingga tanaman mengalami cekaman kekeringan dan hasil biji tidak dapat optimal. Untuk itu sangat disarankan penanaman kedelai di bawah tegakan kayu putih dilakukan segera setelah hujan turun, karena pertumbuhan tanaman selanjutnya hanya mengandalkan air hujan.

Tajuk tanaman kayu putih secara rutin dipangkas setahun sekali untuk dimanfaatkan daunnya diolah menjadi minyak kayu putih. Dengan demikian lahan sela diantara tanaman kayu putih mendapatkan cukup banyak sinar matahari, sehingga memungkinkan untuk dimanfaatkan tanaman lain termasuk kedelai.

TEKNOLOGI BUDENA KAYU PUTIH

  1. Penyiapan lahan. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya. Tanpa olah tanah atau dengan olah tanah untuk tanah padat, gulma disemprot dengan herbisida berbahan aktif (b.a) Isopropil amina glifosat (sistemik purna tumbuh, non selektif).
  2. Varietas unggul seperti Dena 1, Anjasmoro, Dega1, Argomulyo (disesuaikan preferensi petani).
  3. Saluran drainase: untuk lahan yang miring ataupun jenis tanah cepat kering tidak diperlukan saluran drainase tambahan selain drainase yang telah ada di kiri dan kanan pohon kayu putih. Apabila di dalam lorong kayu putih kontur lahan cenderung cekung atau datar yang memungkinkan terjadi genangan air saat musim hujan, dapat dibuat saluran drainase seuai lebar lorong dengan tetap memperhatikan prinsip konservasi tanah agar tidak terjadi erosi.
  4. Menggunakan benih berkualitas. Sebelum tanam benih dicampur dengan inokulan Rhizobium dosis 40 g/8 kg benih.
  5. Penanaman: cara/model tanam tugal teratur, jarak tanam baris tunggal 30- 40 cm x 15 cm atau baris ganda 50 cm x (30 x 15 cm), 2-3 biji/lubang. Kedelai ditanam dalam radius 0,5 m dari tanaman kayu putih.
  6. Ameliorasi tanah: 1 t/ha pupuk organik, diaplikasikan saat tanam sebagai penutup benih.
  7. Pemupukan: 200-250 kg/ha Phonska + 100 kg/ha SP36. Pupuk SP36 disebar rata pada saat tanam. Pupuk Phonska disebar di samping barisan tanaman pada umur 15-20 hari. Pada kedelai ditanam dengan cara tanam baris ganda, pupuk diberikan di antara barisan dalam baris ganda.
  8. Dengan cara manual maupun kimiawi dengan herbisida. Penyiangan pertama saat tanaman berumur 15-20 hari dengan herbisida b.a fenoksaprop-p-etil (sistemik dan kontak, selektif gulma berdaun sempit, aman untuk kedelai). Dapat juga menggunakan herbisida b.a propaquizafop (purna tumbuh gulma daun sempit) selanjutnya pada umur 40-45 hari.
  9. Pengendalian hama. Pada umur 7-10 hari disemprot dengan insektisida b.a Fipronil untuk hama lalat kacang, b.a Metomil atau Dimehipo untuk hama pemakan daun, penggerek dan pengisap polong. Frekuensi penyemprotan sesuai kebutuhan.
  10. Panen dan Pasca Panen. Panen dilakukan saat kulit polong berwarna coklat, dengan cara memotong batang, kemudian dijemur 2-3 hari dan siap dibijikan. Pembijian dapat mengunakan mesin perontok (thresher), kemudian biji dibersihkan dan dijemur hingga kadar air sekitar 12%.

 

Kunci untuk meningkatkan produktivitas kedelai pada lahan naungan kayu putih adalah:

  1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penangkapan sinar matahari, dengan cara menentukan waktu tanam tepat, pengaturan populasi tanaman disesuaikan jarak tanam dan model tanam
  2. Memanfaatkan ketersediaan air tanah, waktu tanam awal musim hujan dengan perkiraan tanaman cukup air hingga fase pengisian polong
  3. Menggunakan varietas adaptif naungan
  4. Meningkatkan ketersediaan hara N, P dan K melalui pemberian pupuk tunggal maupun pupuk majemuk NPK
  5. Meningkatkan kadar bahan organik tanah dengan pemberian pupuk organik,
  6. Mendorong minat petani menanam kedelai.

 

Disusun oleh       :  Rahmawati Penyuluh Madya BBP2TP Bogor

Sumber              :  balitkabi.litbang.pertanian.go.id

Gambar              :  balitkabi.litbang.pertanian.go.id

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook