Materi Penyuluhan

PENGOLAHAN UMBI PORANG

Senin, 02 Mar 2020
Sumber Gambar : Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia, Universitas Brawijaya

Umbi Porang (Amorphophallus mueleri blume) memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan merupakan komoditas utama tanaman pangan yang berorientasi ekspor. Saat ini, Indonesia mengekspor porang dalam bentuk chips (irisan tipis), kemudian di negara tujuan diolah kembali sebagai bahan pangan dan kosmetik. Permintaan porang banyak berasal dari Jepang, Cina, Vietnam dan Australia dengan total ekspor porang sekitar 11.170 ton.

Setelah dipanen, umbi porang dibersihkan dari kotoran berupa tanah dan akar yang menempel. Setelah itu, dilakukan pengolahan dengan menjadikan umbi porang sebagai chip porang ataupun dapat dijadikan tepung porang.

PEMBUATAN CHIP PORANG

  1. Umbi porang dibersihkan dari kotoran.
  2. Umbi dikupas dan dicuci dengan air bersih.
  3. Diiris dengan ketebalan ±5 cm.
  4. Dijemur dibawah terik matahari hingga benar-benar kering (±5 hari). Porang harus benar-benar kering untuk menghindari timbulnya jamur yang dapat mengurangi kualitas dan harga jual porang.

 

PEMBUATAN TEPUNG PORANG

  1. Chip porang yang telah kering dimasukkan dalam disc mill (mesin penepung).
  2. Setelah keluar dari disc mill, tepung porang dihaluskan menggunakan ball mill (mesin penepung).
  3. Tepung porang difraksinasi (pemisahan senyawa berdasarkan berat jenis. Pada tahap ini, kalsium oksalat dan zat pengotor yang lain akan dibuang dengan cara dihembuskan).
  4. Dilakukan pencucian dengan etanol. Tahap ini bertujuan untuk meminimalisir kandungan kalsium oksalat (dapat menyebabkan gatal pada kulit dan mengendap di ginjal serta merusak hati dan zat-zat pengotor pada tepung porang sehingga yang tersisa sebagian besar adalah glukomanan.
  5. Didapatkan tepung porang murni.

 

Tepung porang yang telah dimurnikan dapat dimanfaatkan untuk industri farmasi dan makanan. Hal ini dikarenakan tepung porang mempunyai glukomanan yang baik bagi kesehatan. Contoh penggunaan tepung glukomanan antara lain:

  • Mie jepang (shirataki)
  • Bahan campuran pembuatan mie instan
  • Tahu jepang (konyaku)
  • Pembuat daging bagi vegetarian
  • Penguat kertas
  • Bahan pengikat rasa pada bumbu penyedap
  • Bahan lem
  • Edible film
  • Perekat tablet
  • Pembungkus kapsul

 

 ANALISA FINANSIAL

Dalam hitungan normal, 100 pohon porang bisa menghasilkan Rp 500.000,00 – 625.000,00 dengan perhitungan sebagai berikut:

= 2,5 kg/umbi/pohon X 100 pohon

= 250 kg umbi X Rp 2,500/kg

= Rp 500.000,00 – 625.000,00/100 pohon

Untuk luasan 1 Ha bisa ditanam sebanyak 6.000 bibit, sehingga bisa menghasilkan 24 ton/Ha, yaitu dengan penghitungan 6.000 x 4 kg. Jika 1 Ha bisa menghasilkan 24 ton, dan dikalikan dengan harga Rp 2.500/kg, kurang lebih bisa menghasilkan Rp 60.000.000/Ha.

Pengolahan umbi porang menjadi chip ataupun tepung dapat memberikan nilai tambah. Jika umbi porang dihargai sebesar Rp 2.500,00/kg, maka chip porang dihargai sekitar Rp 27.000,00/kg, dan harga tepung porang dapat mencapai Rp 250.000,00/kg.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh : Rahmawati, Penyuluh Pertanian Ahli Madya

Sumber         :   Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia, Universitas Brawijaya

Gambar        :    Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia, Universitas Brawijaya

 

PENGUNJUNG

58721

HARI INI

81057

KEMARIN

26265418

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook