Gerbang Nasional

AWR KostraTani, Mentan SYL Sapa Penyuluh dari BPP Kota Juang di Bireuen Aceh

Senin, 24 Feb 2020
Sumber Gambar : berita2bahasa.com

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] melakukan koordinasi dan dialog interaktif secara simultan melalui teleconference dari kantor Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Kecamatan Kota Juang di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh melalui Agriculture Operation Room [AOR] di bawah koordinasi Agriculture War Room [AWR] di Kementerian Pertanian RI di Jakarta pada Jumat [21/2].

Mentan SYL setelah menyapa para penyuluh di Bireuen juga dialog dengan penyuluh di sejumlah kabupaten seperti Konawe di Provinsi Sulawesi Tenggara; Mandailing Natal [Sumut]; dan Lampung. Didampingi Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid; Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani; Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Dunan Ismail Isja; serta beberapa pejabat eselon satu dan dua Kementan antara lain Dirjen PSP Sarwo Edhy.

Mentan SYL mengingatkan bahwa keberhasilan pertanian masa depan sangat ditentukan oleh peran penyuluh pertanian, karena peranannya bagaikan ´prajurit Kopassus´ yang berada di garis depan pemenuhan kebutuhan pangan.

"Ke depan, kita dituntut menyesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk penyuluh pertanian. Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara dan metode lama dalam melakukan kegiatan pendampingan dan penyuluhan," kata Mentan SYL yang melakukan koordinasi dengan para penyuluh melalui AWR Kementan di bawah koordinasi Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP].

Karena itu, katanya, penyuluh pertanian akan ´dipersenjatai´ dengan teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis internet of things dan artificial inteligent.

"BPP kita modernisasi menjadi KostraTani, sebagai pusat pengembangan. Jadi, tidak ada lagi alasan bahwa kemampuan dan kapasitas penyuluh tidak bisa berkembang," katanya.

Saat teleconference via AWR KostraTani, penyuluh di Konawe melapor kepada Mentan SYL, "kami laporkan, di Konawe sedang panen padi pak menteri, per hektar hasilnya empat ton. Kami menggunakan benih Mekongga, mohon arahannya."

Mendapatkan laporan demikian, Mentan SYL mengingatkan tentang fungsi dari KostraTani untuk memperoleh informasi secara faktul dan cepat.

"Namun produksi empat ton per hektar itu harus ditingkatkan, karena itu tolong nanti Litbang dan Dirjen terkait untuk mengkaji varietas apa yang bisa mengungkit produktivitas, selain budidaya dan manajemennya juga diperbaiki," kata Mentan.

Sumber Berita: berita2bahasa.com

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook