Materi Lokalita
BANTEN > KABUPATEN LEBAK > CIBADAK

Mengenali Gejala Penggerek Batang Padi dan Cara Pengendaliannya

Jum'at, 14 Feb 2020
Sumber Gambar : Dike Cidrasari, Koordinator Wilayah / Kepala BPP Kecamatan Cibadak

Koordinator Wilayah (Korwil) BPP Cibadak, Dike Cidrasari beserta PPL dan petugas POPT di Kecamatan Cibadak, pada Jumat (14/02/2020) melaksanakan Gerdal Pengendalian Hama Penggerek Batang di Desa Malabar Blok Cisangu Kecamatan Cibadak. Upaya Pengendalian yang dilakukan antara lain menggunakan bahan aktif carbuforan dibarengi dengan pemupukan karena tanaman sangat membutuhkan unsur hara.

sebagaimana diketahui, Penggerek batang padi adalah salah satu hama yang palig sering menyerang tanaman padi dengan intensitas serangan sampai 90%. Hama ini menyerang tanaman padi pada berbagai fase pertumbuhan mulai dari fase vegetatif sampai generatif. Gejala yang ditimbulkan dari serangan hama penggerek batang secara umum ada 2 jenis, yaitu sundep dan beluk.

Untuk gejala sundep, serangan dimulai dengan larva ngengat merusak tanaman padi sebelum memasuki fase vegetatif (masa pembungaan) dan gejalanya mulai terlihat ketika tanaman padi berumur 21 hari setelah pindah tanam. Selanjutnya setelah 1 minggu, larva ngengat akan bertelur dan meletakkannya pada batang tanaman padi, dan selang 4-5 hari telur akan menetas sekaligus merusak sistem pembuluh tanaman yang terdapat pada batang padi. Dampak visualnya yaitu pucuk batang padi menjadi kering kekuningan serta mudah dicabut. Sedangkan untuk gejala beluk, serangannya terjadi pada fase generatif (masa pembentukkan malai). Dampak serangan yang ditimbulkan menyebabkan bulir padi menjadi hampa akibat proses pengisian bijinya tidak berjalan sempurna karena kerusakan pada pembuluh batang padi. Kerugian hasil yang disebabkan oleh gejala beluk berkisar 1-3% dengan rata-rata 1,2%. Maka dari itu, upaya pengendalian OPT perlu dilakukan untuk mencegah kerugian akibat serangan penggerek batang. Adapun cara-cara pengendalian hama penggerek batang padi yaitu :
a) Pengaturan Pola Tanam
- Melakukan penanaman secara serentak dalam areal penanaman yang luas agar tanaman padi berada pada fase yang sama sehingga perkembangan serta penyebaran sumber hama di lapangan dapat ditekan.
- Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi sehingga dapat memutus siklus hidup hama.
- Pengelompokkan persemaian yang bertujuan untuk memudahkan upaya pengumpulan telur penggerek batang secara masal.
b) Pengendalian Secara Fisik dan Mekanik
- Secara fisik dapat dilakukan dengan penyabitan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen dan ketika lahan disingkal. Usaha tersebut dapat diikuti dengan penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami cepat membusuk sehingga larva mati.
- Secara mekanik dilakukan dengan cara mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan di pertanaman, serta penangkapan ngengat dengan menggunakan lampu perangkat.
c) Pengendalian Hayati
- Pemanfaatan musuh alami baik parasitoid, predator, maupun pathogen
- Konservasi musuh alami dengan cara menghindari aplikasi insektisida secara semprotan.
d) Pengendalian Secara Kimiawi
- Menggunakan aplikasi insektisida sistemik saat tanaman padi berumur 2-3 minggu.(DEI)

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook