Materi Lokalita
SULAWESI TENGAH > KABUPATEN BANGGAI > TOILI

Cara Budidaya Tanaman Pala Dengan Mudah

Senin, 10 Feb 2020
Sumber Gambar : dokumentasi pribadi

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom           :    Plantae

Divisi                 :    Magnoliophyta

Kelas                 :    Magnoliopsida

Ordo                  :    Magnoliales

Famili                :    Myristicaceae

Genus                :    Myristica

Spesies              :    M. fragrans

Nama Binomial :  Myristica fragrans

 Deskripsi Umum


  • Tanaman pala (Myristica fragnans Houtt) merupakan tanaman asli dari gugus Kepulauan Banda dan Maluku yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi. Budi daya tanaman pala di Indonesia, selain di Banda dan Maluku telah menyebar ke pulau-pulau lain di nusantara, seperti Sulawesi dan Irian Jaya.
  • Tanaman pala memiliki tinggi pohon sekitar 10 hingga 18 meter dengan mahkota pohon yang meruncing ke atas. Daun tanaman pala berwarna hijau mengkilat. Ukuran daunnya mulai dari 5 hingga 15 centimeter dengan lebar 3 hingga 7 centimeter.
  • Buah tanaman pala berbentuk bulat dengan warna hijau kekuning-kuningan. Buah pala seukuran bola pingpong tetapi ada juga yang besar hingga menyerupai bola tenis.
  • Buah pala memiliki daging buah yang tebal dengan rasa yang asam. Buah pala yang terlalu masak akan terbelah. Biji buah pala berbentuk lonjong dan agak bulat seukuran jempol dengan warna coklat dan terlihat mengkilat.
  • Kernel biji pala berwarna keputih-putihan dan fulinya berwarna merah gelap dan kadang putih kekuningan. Fuli yang membungkus biji pala ini sekilas mirip jaring.
  • Budi daya tanaman pala di Indonesia cukup pesat perkembangannya, karena selain kebutuhan pala untuk bumbu masak sekarang banyak yang memproduksi pala untuk dikembangkan sebagai bahan obat-obatan seperti minyak aeteris, minyak asiri dll yang semuanya terbuat dari biji pala.

 Jenis Tanaman

Tanaman pala memiliki beberapa jenis, antara lain:

1) Myristica fragrans Houtt,

2) Myristica argentea Ware,

3) Myristica fattua Houtt,

4) Myristica specioga Ware,

5) Myristica Sucedona BL,

6) Myristica malabarica Lam.
Jenis pala yang banyak diusahakan adalah terutama Myristica fragrans, sebab jenis pala ini mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi daripada jenis lainnya. misnya pun rendah pula.

 Syarat Tumbuh

  • Pala dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian sekitar 0-700 meter di atas permukaan laut, memiliki curah hujan yang tinggi yaitu sekitar 2000-3500 mm/tahun, memiliki kelembapan sekitar 50%-80% dan memiliki suhu udara sekitar 20°C-30°C.
  • Tanah yang baik untuk budi daya pala adalah tanah yang gembur dengan struktur mulai dari padat hingga berpasir dan memiliki pH atau derajat keasaman tanah sekitar 5,5-7.

 Persiapan Lahan Tanam

  • Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan satu bulan sebelum penanaman.
  • Lubang tanam dibuat dengan jarak sekitar 4,5-5 meter dari pinggir lahan tanam. Selanjutnya dibuat lubang tanam dengan ukuran sekitar 60 x 60 cm atau 1 x 1 m dengan kedalaman sekitar 60 cm dan jarak antar lubang tanam sekitar 9 x 9 meter.
  • Lubang didiamkan sekitar 15 hari agar gas beracun dalam tanah menguap.
  • Setelah itu, tanah galian bagian bawah dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam dan tanah galian atas dicampur dengan pupuk kandang terlebih dahulu kemudian dimasukkan dalam lubang kembali.

Persiapan Bibit Pala

Bibit buah pala yang akan digunakan untuk budi daya sebaiknya yang berumur satu tahun lebih namun tidak lebih dari dua tahun. Untuk satu hektar lahan dengan jarak tanam 9 m x 9 m dibutuhkan sekitar 111 bibit pala. Sebelum bibit ditanam pada lahan, sebaiknya bibit diletakkan pada lahan tanam agar dapat beradaptasi.

Penanaman Pala

Setelah semua siap, segera dilakukan penanaman. Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah dibuat dengan posisi tegak di bagian tengah lubang tanam. Jika sudah ditanam, penyangga dari bambu dipasang pada sisi kanan dan kiri tanaman dan dilakukan pula penyiraman setelah itu.

Pemeliharaan Tanaman Pala

  • Penyulaman

Apabila ada tanaman yang tumbuh tidak normal atau mati maka segera dilakukan penyulaman. Ganti tanaman yang mati atau tidak normal tersebut dengan tanaman yang baru. Penyulaman paling lambat sebelum tanaman berumur 1 bulan.

  • Pengairan

Pengairan dilakukan setiap 1-2 kali dalam sehari apabila tidak hujan.

  • Penyiangan dan Pengemburan

Penyiangan dilakukan secara rutin setelah tanaman berumur 1 bulan dan selanjutnya dilakukan setiaap 3 bulan sekali. Bersamaan dengan penyiangan dilakukan pula penggemburan tanam di sekitar tanaman.

  • Pemupukan

Agar tumbuh lebih optimal perlu dilakukan pemupukan menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos dabn pupuk anorganik seperti Urea, TSP dan KCl.

Dosis pupuk yang diberikan terdiri atas 1 kg Urea, 1,1 kg TSP, 1,2 kg KCl per pohon. Pemupukan ini dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu pada awal musim hujan dan akhir musim hujan

  • Hama dan penyakit

Hama tanaman pala sebagian besar ialah dari jenis serangga yaitu pengerek batang, rayap dan kumbang. Sedangkan peyakit pada tanaman pala ialah dari jenis jamur. Serangan paling hebat terjadi di musim hujan di mana saluran drainase kurang bagus menyebabkan air menggenang. Jamur bisa menyerang buah maupun akar.

 Pemanenan Tanaman Pala

  • Umumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan. Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. Pohon pala terus berproduksi sampai umur 60-70 tahun.
  • Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua), yakni yaitu sekitar 6-7 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah.
  • Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap dipohon selama 2-3 hari, maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah.

Pascapanen

  • Pemisahan Bagian Buah
  • Pengeringan Biji
  • Pengeringan Bunga Pala (Fuli)
  • Pemecahan Tempurung Biji
    Pemecahan tempurung biji pala dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
    a. Dengan tenaga manusia
    b. Dengan mesin
  • Pengemasan

Tujuan pengemasan adalah mencegah kerusakan produk hingga ke tangan konsumen. Pengemasan yang umum adalah dengan karung plastik karena dapat mencegah kerusakan dalam waktu yang relatif lama.

  

Daftar Pustaka :

http://www.baktikunegeriku.com/article/id/2017/12/cara budidaya tanaman pala yang baik dan benar(diakses pada tanggal 05 Februari 2020)

http://www.worldagroforestry.org/sea/Publications/files/booklet/BL0055-16.pdf/2015/ Budidaya Tanaman Pala Pada Kebun Campur, (diakses pada tanggal 05 Februari 2020)

Disusun Oleh :

Siti Ma’idah Djanun, SP

Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Toili, Kab. Banggai Sulawesi Tengah

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook