Gerbang Daerah
> >

PENYULUH MATAN HILIR SELATAN LAKUKAN PERTEMUAN BULANAN DI PANTAI

Selasa, 14 Jan 2020
Sumber Gambar : Penyuluh Pertanian

Penyuluh pertanian Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Matan Hilir Selatan Melakukan Pertemuan Bulanan. Pertemuan ini adalah pertama kali dilakukan pada tahun 2020. Pertemuan bulanan penyuluh biasanya dilakukan di Kantor Balai penyuluhan Kecamatan akan tetapi pada kali ini Koordinator BPP Matan Hilir selaan Bapak Aswandi,S.PKP. mengundang seluruh penyuluh di WKBPP Kecamatan Martan Hilir selatan untuk hadir dalam pertemuan bulanan Penyuluh yang dilakukan di pantai salah satu WKPP yaitu pantai di WKPP pagar mentimun.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh penyuluh pertanian dari 11 WKPP yang ada di WKPP Kecamatan Matan Hilir selatan. Pada kesempatan ini koordinator penyuluh  Kecamatan Matan Hilir Selatan menyampaikan bahwa pertemuan bulanan kali ini dilaksanakan sebagai apresiasi kepada rekan-rekan penyuluh di WKBPP Kecamatan Matan Hilir Selatan atas prestasi pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT)  yang semula ditargetkan 8.500 Hektar akan tetapi dapat dicapat 8.650 hektar pada tahun 2019. Selain itu Pertemuan kali ini diharapkan dapat menghilangkan kepenatan penyuluh dari rutinitas yang ada wilayah kerja masing masing penyuluh di setiap wilayah kerjanya. Kegiatan ini menjadi lebih spesial terasa karena dihadiri dari pihak Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Kabupaten Ketapang Bidang Penyuluhan yaitu Kepala Seksi Ketenagaan, Kepala Seksi Metode dan Informasi Penyuluhan dan Kepala seksi Kelembagaan Pertanian serta Kepala UPT Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanaian.

Suhanadi, SP. Selaku Kepala UPT BPPP dalam kesempatan ini menyampaikan apresiasi kepada BPP Matan Hilir Selatan yang melakukan pertemuan lain dari pada kebiasaan ini. Selain itu kepala UPT BPPP mengucapkan selamat atas pencampaian target LTT tahun 2019 semoga kedepannya bisa lebih ditingkatkan lagi.  Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa di BPP Matan Hilir Selatan terdapat kekurangan luas lahan berdasarkan apa yang telah ditetapkan oleh ATR-BPN bahwa luas lahan tanaman padi di Kecamatan ini hanya 6.500 sedangkan luas tanam bisa 8.650 ha. jadi kekurangan data harus dilengkapi dengan segera oleh para penyuluh dilapang melalui data yang bertitik ordinat, untuk mengurungi kekurangan lahan yang ada di Kecamatan Matan Hilir Selatan dibutuhkan kepedulian rekan-rekan penyuluh dengan proaktip dalam melengkapi kekurangan data dengan merinci luas lahan yang dimanfaatkan petani.

Data lahan yang dihasilkan  akan berhubungan erat dengan kuota pupuk yang akan didapatkan petani. karena pemanfaatan lahan akan membuat kuota pupuk dan ketersediaannya menjadi riskan. Dengan adanya kerja sama antara petani dan penyuluh dalam menyusun e-rdkk maka akan menjadi slaah satu kunci agar kuota yang disiapkan pemerintah sesuai yang dibutuhkan petani. Saat ini pemerintah telah mengeluarkan SK menteri tentang penyaluran dan pengunaan pupuk dalam e rdkk. Dimana petani yang sudah terdaftar saja yang boleh memanfaatkan keberadaan pupuk tersebut.

Kepala UPT BPPP menyambung lagi bahwa Pertemuan pada pagi hari ini mengilhami kami bahwa bagaimana kalau satu waktu kita melakukan pertemuan dengan beberapa BPP dalam satu pertemuan. ini terkait dalam ketersediaan dari bidang-bidang dilingkup Distanakbun dalam penyampaian materi yang akan diberikan saat pertemuan. mudah mudahan kedepannya pemerintah dapat mendukungnya kegiatan pertemuan dengan adanya alokasi anggaran untuk mendukung kegatan pertemuan-pertemuan penyuluh terutama pertemuan bulan penyuluh tingkat kecamatan di BPP.

Selain itu pada tahun ini Distanakbun mengalokasikan dana untuk pembuatan demplot tingkat BPP, kita rencanakan ada kegiatan jambore penyuluh se-Kabupaten Ketapang, untuk mensukseskan kegitanan ini kami memerlukan dukungan dari seluruh rekan rekan penyuluh agar kegiatan ini dapat  terselenggra dengan baik.  sementara ini kegiatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan di Kabupaten Ketapang. Isi kegiatan jambore seperti adanya pentas seni budaya untuk refreshing para penyuluh dan petani, dan lomba-lomba dari sifatnya individu maupun kelompok serta adanya stan-stan pameran, atau kegiatan perlombaan yang sifatnya keterampilan baik itu dari petani maupun penyuluh.

Melanjutkan apa yang sudah disampaikan Kepala seksi ketenagaan bapak Husni,S.PKP. Menyampaikan pertama, bahwa saat ini program pak Menteri pertanian yang baru adalah komando startegis pembangunan pertanian (Konstratani) mulai dari kecamatan sampai ke pusat. konstratani dimana kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pertanian dipusatkan di bpp jadi kami harus memperkuat situasi ketenagaan di BPP.  Intinya kita  harus sinergis. kite bukan supermen akan tetapi super team. jadi kita karus bekerja sama untuk mencapai sesuatu yang kita cita-citakan.  kedua, kami akan melakukan penempatan mutasi di lingkungan BPP untuk memberikan penyegaran kepada para penyuluh sehingga dapat memberikan situasi yang nyaman agar kinerjanya dapat lebih baik. ketiga pada tahun yang lalu penyuluh merangkap koordinator. Akan tetapi mulai tahun 2020 kami berharap koordinator penyuluh dapat mengayomi semua WKPP yang ada di WKBPP yang ia pimpin. Hal ini berdasarkan permentan 05 tahun 2019.

Kedudukan bpp sebagai jabatan non struktural yang memengang satu kecamatan maupun lebih. segala kegiatan yang akan masuk bpp maka akan disampaikan ke bpp dan kepala/koordinator bpp akan mendistribusikannya ke wkpp.  koordinator bpp diharapkan tidak kosong jadi koordinator tidak memegang wkpp lagi. Pungkasnya. Untuk BOP tahun ini akan diusahakan adanya kenaikan sesuai dengan ketersediaan anggaran pemerintah daerah. Beliau berharap kedepannya apabila terjadi permasalahan di wkpp kita selesaikan di tingkat bpp dulu sebelum sampai ke kabupaten untuk menjaga kesatuan dan kerja sama diantara kita.

D.M.Husaini,S.PKP, Selaku Kepala Seksi Metode dan Informasi Pertanian, beliau  menekankan tentang metode penyuluhan. Beliau berharap tidak terdengar lagi adanya penyuluh yang tidak akur dengan petani ataupun penyuluh tidak akur dengan perangkat desa atau kepala desa. kedepannya kami akan membuat lagi buku penyuluh yang dapat mencerminkan kinerja Penyuluh pertanian di lapangan. Bina terus hubungan baik antara penyuluh dengan pemerintah desa demi mendukung kegiatan konstratani. Pada kesempatan ini juga para penyuluh harus memperhatikan tentang angka kredit penyuluh. tolong dimasukan dokumen pendukungnya agar penetapan angka kreditnya dapat dilakukan sebagai mana mestinya.

Beliau juga menyampaikan informasi bahwa terdapat  hal-hal yang perlu diperhatikan oleh setiap penyuluh agar mampu merumuskan upaya pemecahan terhadap persolan yang dihadapai dalam bidang pertanian, hal-hal tersebut adalah pertanian saat ini dicirikan oleh petani gurem, adanya ketidakseimbangaian antar wilayah penghasil dan wilayah pengosumsi,  potensi kehilangan pangan dan keborosan dalm kegiatan usaha tani.

Maria duryanti,STP. Selaku Kepala Seksi Kelebagaan Pertanian. Menyampaikan bahwa masalah kelembagaan petani yang masih sangat kompleks, ada permasalahan di kelembagaan tani sejak  beliau menjadi Kepala Seksi kelembagaan, data kelompok tani tidak sinkron dengan data data lahan lebih sedikit dari tanamnya, data yang ada dikelompok tani lebih kecil dari yang ada di simluhtan. Kedepannya kami berharap agar data di Kecamatan harus singkron.

Kegiatan pertemuan ditutup oleh koordinator dengan memberikan kesimpulan terhadap hasil pertemuan bulan penyuluh kali ini, beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu dari Distanakbun yang secara langsung maupun  tidak langsung dapat memberikan motivasi bagi para penyuluh untuk lebih giat lagi dalam memajukan pertanian dan mensejahterakan para petani

Penulis:

Penyuluh Pertanian Pertama Kabupaten Ketapang

PENGUNJUNG

1497

HARI INI

17699

KEMARIN

1599716

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook