Diseminasi Teknologi

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KAKAO MENJADI PAKAN TERNAK KAMBING

Kamis, 09 Jan 2020
Sumber Gambar : http://www.litbang.pertanian.go.id/teknologi/55/foto

Pendahuluan

Limbah kulit buah kako (KBK) merupakan pakan yang potensial karena tersedia sepanjang tahun, mudah diperoleh dan mengandung nutrisi tinggi. Buah kakao  terdiri atas 70-80% kulit dan plasenta yang merupakan limbah, selebihnya adalah biji. Dalam satu hektar areal pertanaman kakao produktif dapat menghasilkan limbah kulit buah segar sebanyak ±5 ton/ha/tahun, atau setara dengan 812 kg tepung limbah.

Kulit buah dengan kandungan protein kasar sebesar 6-9% sangat baik dimanfaatkan sebagai pekan ternak ruminansia. Pemanfaatan KBK sebagai pakan, secara otomatis menciptakan kondisi lahan pertanaman kakako menjadi bersih dan dapat menekan serangan hama dan penyakit, seperti PBK dan busuk buah.

Pembuatan silase sangat mudah. Bahan bakunya pun mudah diperoleh dari bahan lokal yang tersedia, seperti KBK, dedak padi, dan lain-lain. Silase dari KBK dapat disimpan selama 6-8 bulan dalam kondisi kedap udara.

Penambahan protein hijauan seperti daun gambal, dan daun kalindra dapat memperkaya nilai gizi silase KBK sehingga dapat meningkatkan produktivitas ternak.

Tahapan Pembuatan Silase Buah Kakao:

  1. KBK segar dicacah kasar dengan ukuran 1-2 cm atau dicacah dengan mesin.
  2. Timbang kulit kakao yang telah dicacah sebanyak 20 kg
  3. Tambahkan dedak padi sebanyak 10-20% dari KBK atau 2kg-4kg
  4. Beri hijauan segar sebanyak 20-40% dari KBK atau 4kg-8kg
  5. Semua bahan diaduk hingga rata
  6. Disimpan dalam kantong plastik lalu ikat (dalam kondisi tanpa udara)
  7. Simpan selama 21 hari atau 3 minggu dalam suhu ruang.

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat silase KBK:

  1. Jangan menggunakan dedak terlalu banyak agar kadar air bahan silase tidak berkurang sehingga proses fermentasi dapat berjalan sempurna
  2. Silase yang telah jadi dan diberikan ke ternak sebaiknya habis dalam waktu 3 hari. Oleh karena itu sebaiknya mengemas dalam ukuran 5-10kg.
  3. Jika menggunakan molasses, sebaiknya jangan tambahkan air agar kadar air bahan tidak berlebihan. Kadar air yang berlebihan dapat memicu pembusukan.

Ciri-ciri Silase KBK yang baik:

  1. pH rendah (<5)
  2. Bau/aromanya manis asam
  3. Warna segar agak kecoklatan
  4. Tidak berlendir/berjamur
  5. Tekstur dan bahan aslinya jelas
  6. Tidak menggumpal

Komposisi nutrient: rumput gajah: Bahan Kering (20,0) Protein Kasar(6,7) Lemak Kasar (3,8) Kadar Abu (13,3) Non Detergent Fibre (73,0) Gross energi Kkal/kg (4082,9)

Silase KBK; Bahan Kering (22,1) Protein Kasar(9,2) Lemak Kasar (10,1) Kadar Abu (9,1) Non Detergent Fibre (52,2) Gross energi Kkal/kg (4682,3)

Silase KBK + Gamal; Bahan Kering (24,2) Protein Kasar(12,8) Lemak Kasar (9,7) Kadar Abu (9,0) Non Detergent Fibre (46,1) Gross energi Kkal/kg (4785,6)

 Silase KBK +Kaliandra; Bahan Kering (27,4) Protein Kasar(12,6) Lemak Kasar (8,8) Kadar Abu (8,5) Non Detergent Fibre (50,5) Gross energi Kkal/kg (4725,8)

Silase KBK + Gamal + Kaliandra; Bahan Kering (27,47) Protein Kasar(11,9) Lemak Kasar (9,4) Kadar Abu (8,3) Non Detergent Fibre (45,4) Gross energi Kkal/kg (4715,0)

Sumber: Balitnak, Bogor 2012

Penggunaan Silase KBK

  1. Silase KBK dapat menggatikna 100% rumput dalam ransum kambing
  2. Silase KBK dengan tambahan hijaun sumber

Penyusun: Religius Heryanto, S.ST (Penyuluh Pertanian BPTP Sulbar)

Sumber Bacaan: Leaflit BPTP Sulawesi Barat

PENGUNJUNG

23232

HARI INI

29820

KEMARIN

2154488

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook