Materi Penyuluhan

Teknologi Panen dan Pascapanen Anggrek

Minggu, 29 Des 2019
Sumber Gambar : www.google.com

Banyak usaha budidaya anggrek yang dikategorikan sebagai hobby, seni dan budaya sehingga nuansa bisnis atau komersial masih belum optimal. Industri anggrek komersial di Indonesia masih tercatat  sedikit jumlahnya, meskipun belakangan telah dipahami bahwa anggrek adalah komoditas potensial dalam industri florikultura.

 

Sentra utama pengembangan anggrek Indonesia berada di Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, sementara sumberdaya genetik potensial tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Papua Barat dan lainnya.

Teknik budidaya anggrek meliputi cara merawat atau memelihara tanaman secara tepat, sehingga semua kebutuhan yang diperlukan anggrek untuk pertumbuhannya dapat terpenuhi.

Untuk menghasilkan produk anggrek yang bermutu sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang secara dinamis, diperlukan penanganan panen dan pascapanen yang baik dan benar (Good Handling Practices/GHP). Mutu produk tidak hanya ditentukan dalam proses budidaya saja, akan tetapi sangat dipengaruhi proses selanjutnya yaitu dalam penanganan panen dan pascapanen.

Hal-hal yang penting dalam penanganan panen antara lain: a) Standar panen, meliputi waktu panen, spesifikasi untuk panen tanaman pot dan bunga potong; b) Alat dan sarana prasarana panen; c) Jumlah kuntum bunga, 70% (2/3 bagian) mekar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pascapanen, antara lain: a) Sortasi dan Grading, untuk bunga potong (ukuran S, M,L,LL) untuk tanaman pot sesuai stadia (kompot, seedling, remaja, berbunga); b) untuk bunga potong setelah panen dilakukan perendaman dengan larutan pengawet agar bunga lebih tahan kesegarannya; c) Pengikatan tangkai bunga potong, umumnya 1 ikat terdiri dari 50 tangkai bunga, tergantung jenis anggreknya; d) Pengemasan bagi bunga potong dan tanaman pot (ukuran wadah, bahan wadah, pembungkus bunga atau tanaman).

 

Panen

Waktu panen yang baik adalah pagi hari, sebelum matahari terbit atau sore hari setelah matahari terbenam. Hal ini mengurangi terjadinya transpirasi yang berlebihan

1. Panen Kompot

Umur tergantung jenis anggreknya, Pseudobulb dan daun sehat tidak terserang OPT, tinggi bibit 6-10 cm daun hijau segar, batang kokoh;

2. Panen Seedling

Umur tergantung jenis anggreknya, perakaran, pesudobulb dan daun sehat tidak terserang OPT, Pertumbuhan subur, tinggi seedling tergantung jenis dan varietasnya, jumlah pseudobulb minimal 2 batang

3. Panen tanaman remaja

Umur tergantung pada jenis anggreknya, perakaran, pseudobulb dan daun tidak terserang hama penyakit, pertumbuhan subur dan seragam, tinggi tergantung jenis dan varietasnya, jumlah pseudobulb minimal 3 dan padat berisi

4. Panen tanaman berbunga

Umur tergantung jenis anggreknya, bunga potong yang akan dipetik 70% mekar, tanaman sehat dan tidak terserang penyakit

Pemanenan bunga potong umumnya menggunakan gunting tanaman yang tajam, bersih dan steril, dengan cara pemotongan yaitu dipotong

 

Pacapanen

1. Sortasi dan Grading

  • Sortasi dilakukan saat pemotongan di kebun. Bunga diperiksa satu persatu dengan melihat keadaan bunga, jumlah kuntum, tingkat kemekaran, keadaan tangkai bunga serta kebersihan tanaman. Umumnya bunga anggrek dikelompokkan dalam beberapa kelas yaitu: SS, BQ, S, M, L dan XL
  • Bunga anggrek yang telah dipotong dikumpulkan dalam wadah yang sesuai kebutuhan. Wadah harus bersih dan steril. Pangkal tangkai bunga dipotong miring +/- 1cm dan dibungkus dengan kapaas basah atau dimasukkan dalam tube kecil yang berisi air bersih yang dapat ditambah dengan larutan pengawet agar bunga lebih tahan lama. Bunga disimpan di tempat teduh, tidak terkena sinar matahari dan tidak kena percikan air

2. Pengikatan

Bunga yang telah diseleksi dan ditentukan criteria kelasnya, diikat degan tali raffia/karet  menurut aturan jumlahnya. Ikatan tidak boleh terlalu ketat karena dapat merusak tangkai bungan

3. Pembungkusan

Setelah diikat menurut aturan jumlahnya, bunga segera dibungkus dengan kertas atau plastic pembungkus yang diikat dengan selotip pada pangkal tangkai bunga tujuannya untuk menjaga agar bunga terhindar dari kerusakan sehingga kualitas bunga tetap terjaga

4. Pengepakan

Untuk pengiriman ke tempat penjualan, bunga harus dikemas dalam kardus/karton/container/box pengepakan yang sesuai ukuran. Box atau kardus yang digunakan untuk packing diberi lubang angin secukupnya agar terdapat sirkulasi udara. Bunga anggrek harus berada dalam kondisi bebas dari percikan air pada saat dilakukan pengepakan.. Lakukan pelabelan dengan mencantumkan jumlah, ukuran, jenis dan varietas anggrek

Pengepakan anggrek pot, dilakukan dengan membungkus tangkai dan kuntum bunga dengan tissue paper agar bunga tidak rusak.

Untuk tanaman yang tidak dilepas dari pot, pot disusun dalam posisi berdiri berjajar, dan berbaris hingga penuh satu bak mobil. Penyusunan dilakukan secara rapat sehingga tidak mudah bergerak/bergoyang. Untuk tanaman yang dilepas dari pot, perlu dilakukan hati-hati ketika tanaman akan dilepas dari pot. Tanaman yang sudah dilepas dari pot jangan ditumpuk terlalu banyak, tergantung dari ukurannya. Susun silang dalam kardus dengan ukuran yang disesuaikan panjang dan volume yang akan dipacking. Penyusunan dilakukan hingga kardus penuh dan tidak mudah bergeser. Kardus diberi lubang angin secukupnya

5. Penyimpanan

Penyimpanan bertujuan untuk memperpanjang daya simpan dan kesegaran bunga anggrek. Penyimpanan untuk persediaan (stok) dilakukan untuk jangka waktu yang agak lama. Bunga disimpan dalam ruang penyimpan dingin (cold storage) dengan suhu 20-25°C dan kelembaban udara 85-90%. Lakukan  pengelompokkan grade/kelas bunga di tempat penyimpanan sesuai dengan kelompok gradenya

6. Pengiriman

Pengiriman dilakukan menggunakan mobil box yang dilengkapi pengatur udara ruangan/AC. Selama perjalanan temparaturnya diusahakan rendah dan stagil, sehingga kesegaran b unga tetap terjaga dan bunga diterima konsumen dalam keadaan baik. Untuk pengiriman jarak jauh dapat dilakukan lewat kargo.

 

Susi Deliana Siregar

Daftar Pustaka         :          

Pedoman Integrasi Sistem Pengembangan Industri Angrek, 2011, Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura.

PENGUNJUNG

1702

HARI INI

17699

KEMARIN

1599921

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook