Gerbang Daerah
SUMATERA SELATAN > KABUPATEN LAHAT > TANJUNG SAKTI PUMI

PENYIMPANAN GABA DAN BERAS

Selasa, 24 Des 2019
Sumber Gambar :

Susut hasil produk saat penyimpanan dapat disebabkan oleh kondisi kemasan yang tidak baik, tempat penyimpanan yang tidak higienis, gangguan hama dan penyakit di gudang, serta keadaan cuaca setempat yang buruk.

Penyimpanan Gabah
Penyimpanan gabah dilakukan agar kualitas gabah tetap terjaga,, karena kesalahan dalam melakukan penyimpanan gabah dapat mengakibatkan terjadinya respirasi yang tinggi, tumbuhnya jamur, adanya serangan serangga , binatang mengerat dan kutu beras yang dapat menurunkan mutu gabah.
Pada umumnya menyimpan gabah ada dua cara yaitu : 1) sistem curah ( bulk storage) , yaitu gabah yang sudah kering dicurahkan ke dalam suatu tempat yang kuat, bersih, serta aman dari gangguan hama maupun cuaca seperti silo atau bunker . 2) cara penyimpanan dengan menggunakan kemasan ( bag store) seperti karung plastik atau karung goni yang diletakkan dalam gudang.
Penyimpanan dalam silo maupun gudang dapat dilakukan untuk skala besar maupun kecil.

Selama proses penyimpanan perlu dilakukan aerasi, fumigasi dan monitoring suhu dan kualitas gabah. Aerasi dimaksudkan agar ada pengaliran udara ke dalam ruang penyimpanan untuk mendinginkan gabah yang disimpan. Gabah yang dingin akan mampu bertahan lebih lama. , fumigasi berfungsi untuk membrantas serangga yang menyerang gabah dalam penyimpanan. Sedang monitoring suhu untuk mengetahui fluktuasi suhu gabah , karena suhu gabah yang tinggi menunjukkan adanya respirasi yang berlebihan yang dapat mengakibatkan kerusakan gabah. Oleh karena itu diperlukan monitoring secara berkala seminggu sekali untuk mengetahui kualitas gabah yang disimpan.

Pengaruh teknik penyimpanan terhadap susut hasil yaitu : 1) penyimpanan dalam karung tertutup menyebabkan susut hasil 0,34 % selama 5 bulan; 2) penyimpanan gabah dalam keadaan curah menyebabkan susut hasil 0,58 % selama 5 bulan; 3) penyimpanan gabah basah (Kadar air 26 %) yang dicampur dengan garam dapur 2% dapat tahan selama 70 hari, dengan kerusakan < 1% dan rendemen giling mencapai 64, 22 %.
Langkah-langkah penyimpanan gabah dalam gudang
1. Siapkan tempat penyimpanan yang bersih dengan kondisi vebtilasi baik, bangunan tinggi, menggunakan alas saat penumpukan
2. Upayakan kadar air gabah 12 – 13% ( makin tinggi kadar air, daya simpan akan menurun)
3. Kemaslah gabah dengan karung/plastik berukuran yang sama
4. Susunlah karung dengan tumpukan yang teratur dan tidak terlalu tinggi
5. Gunakan pallet sebagai alas

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan gabah : 1) suhu/temperatur udara, gudang harus selalu kering jangan sampai lembab, agar gabah tidak mudah membusuk; 2) Gudang penyimpanan harus kuat dan aman dari jangkauan binatang; 3) peletakan karung tidak boleh langsung di atas tanah, tetapi harus memakai penyangga, serta lantai harus bersih dan kering; 4) karung harus ditumpuk dengan pola tertentu dan tidak boleh menempel pada dinding gudang; 5) gabah harus selalu dipelihara agar tahan terhadap hama sehingga dapat bertahan lama dalam penyimpanan, karena lama penyimpanan akan berpengaruh terhadap kualitas gabah yang dihasilkan.

Penyimpanan Beras
Penyimpanan beras dilakukan setelah penggilingan, sebelum beras tersebut dikonsumsi. Penyimpanan beras juga dilakukan dengan dua cara : curah atau kemasan. Penyimpanan secara curah menggunakan silo atau bunker. Sedangkan secara kemasan dapat menggunakan kemasan karung, plastik atau yute yang diletakkan diatas pallet di dalam gudang.
Dalam penyimpanan beras juga dilakukan aerasi, fumigasi dan monitoring suhu serta monitoring kualitas beras.

Langkah-langkah penyimpanan beras dalam gudang :
1. Sebelum beras dikemas, periksa kadar air beras apakah kadar airnya sudah mencapai 14 % karena daya simpan beras dipengaruhi secara langsung oleh kadar air yang terkandung dalam beras.
2. Beras dimasukkan ke dalam kantong-kantong plastik dengan kapasitas tertentu, 5 kg, 10 kg, 25 kg atau 50 kg
3. Bersihkan ruang penyimpanan dan disanitasi. Ruang penyimpanan harus cukup aerasi dan tidak lembab.
4. Gunakan papan kayu penumpukan (pallet) sebagai alas penyimpanan. Beras dalam kemasan ditumpuk diatas pallet maksimal 15 tumpukan
5. Jika disimpan dalam gudang yang cukup luas, setiap jenis beras dalam tumpukan disusun dalam blok-blok terpisah.
6. Ruang penyimpanan harus mudah dibersihkan.

PENGUNJUNG

40670

HARI INI

38137

KEMARIN

37018545

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook