Diseminasi Teknologi

Pemanfaatan Pekarangan dengan Bertanam Melon dalam Pot

Senin, 23 Des 2019
Sumber Gambar : BPTP Bangka Belitung

Pendahuluan

Pekarangan adalah sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas batas-batasnya, karena letaknya di sekitar rumah. Pekarangan merupakan lahan yang mudah diusahakan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu luang yang tersedia. Manfaat dari optimalisasi pekarangan antara lain sebagai sumber gizi keluarga, dapat menghemat pengeluaran rumah tangga, menambah pengeluaran rumah tangga, menciptakan penganekaragaman konsumsi pangan dan menambah keindahan rumah (estetika).  Untuk wilayah perkotaan tentu saja pemanfaatan pekarangan menjadi sangat terbatas, namun hal ini tentu masih bisa dilaksanakan melalui pemanfaatan dengan penanaman melalui polybag, pot atau wadah rumah tangga yang tidak terpakai lagi.

Ada berbagai jenis tanaman yang dapat ditanam dilahan pekarangan yang sempit dan terbatas, contohnya adalah berbagai jenis tanaman sayuran dan buah-buahan. Tanaman sayuran diantaranya kangkung, bayam, sawi, cabai, terong, dan sebagainya. Sedangkan tanaman buah diantaranya tabulampot seperti jambu air, belimbing, melon, mangga dan sebagainya. Namun tidak semua tanaman buah dapat ditanam dalam pot atau polybag. Untuk menanam tanaman buah dalam pot disekitar pekarangan tentu tidak semudah menanam tanaman sayuran, karena tanaman buah dalam polibag atau pot harus mempunyai tenaga dan perhatian lebih untuk merawatnya agar tanaman buah ini dapat tumbuh dan berkembang serta berproduksi maksimal. Salah satunya tanaman buah dalam pot yang membutuhkan perawatan khusus penanaman dipekarangan rumah adalah tanaman melon.

Melon merupakan tanaman buah semusim yang termasuk dalam family Cucurbiataceae. Buah melon mempunyai citarasa yang manis dan segar, dapat dikonsumsi secara langsung maupun dapat diolah sebagai minuman segar, salad, atau hidangan lainnya, buah ini memiliki nilai komersil yang tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena masih didatangkan dari luar provinsi dan petani Bangka Belitung masih sedikit dan skala kecil dalam membudidayakannya.

Keuntungan bertanam melon dalam pot

Beberapa keuntungan bertanam melon dalam pot pada lahan pekarangan adalah :

  1. Sebagai penghias taman pekarangan
  2. Mudah dipindahkan kemana saja
  3. Lebih mudah pemeliharaannya
  4. Pemberian pupuk dan air lebih efisien
  5. Pengendalian hama dan penyakit lebih terkontrol
  6. Panen buah lebih mudah dan buah lebih segar

Syarat Tumbuh

Tanaman melon dapat tumbuh optimum pada ketinggian 250 – 800 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan antara 1.500 – 2.500 mm/tahun dan kelembaban udara antara 50 – 70%. Pada kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya dengan suhu antara 25 – 30 0C. Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya.

Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah dan  tumbuh baik pada pH-nya 5,8 - 7,2. Jenis tanah yang baik untuk melon adalah tanah andosol (liat berpasir) dengan kandungan bahan organik yang tinggi. Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak, tetapi sebaiknya air itu berasal dari irigasi bukan dari air hujan.

Persiapan Bibit

Tanaman yang sehat dan berproduksi optimal berasal dari benih tanaman yang sehat, kuat dan terawat baik . Benih melon dapat diperoleh dipasaran atau dapat juga diperoleh dengan membibitkan sendiri.. Benih direndam dalam larutan fungisida selama 12 jam, ciri benih yang baik adalah berada di dasar air dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air. Benih yang baik kemudian ditiriskan dalam kertas, koran atau tisu dan disimpan dalam tempat yang terlindung dari cahaya.  Benih didalam koran kemudian akan berkecambah dan langsung dapat dipindahkan satu persatu kedalam media semai yang telah disiapkan sebelumnya (potray) dengan cara benih yang runcing menghadap ke bawah.  Tempat untuk pembibitan dapat berupa potray atau polybag kecil dengan media bibit terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Selanjutnya bibit yang mulai tumbuh dilakukan pemeliharaan dengan cara benih disiram setiap hari pagi dan sore (tergantung kondisi media) dengan menggunakan spray.

Penanaman

Bibit dapat dipindahkan ke polybag atau pot setelah berumur 12 – 14 hari, dimana daun sudah 5-6 helai. Sebelum penanaman media tanam disiram terlebih dahulu sampai jenuh. Media tanam dalam pot terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1, dan ditambahkan dengan furadan dan NPK. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk mengurangi kematian dan lakukan penyiraman dengan gembor.

Pemasangan ajir, pemangkasan dan pemilihan buah

Ajir atau lanjaran dipasang dengan cara menancapkan di dalam media atau pot yang terbuat dari bambu dengan panjang 1,5 – 2 m.  

Pemangkasan cabang dilakukan untuk memilih bakal buah yang akan dibesarkan. Calon buah dapat dipilih pada cabang ke 7 – 12 dan dipilih hanya satu bakal buah saja yang akan dibesarkan, sedangkan cabang yang lain dilakukan pemangkasan.

Pemupukan

Pemupukan susulan dapat mengunakan NPK 16;16;16 dan KNO3 dengan cara ditaburkan disekeliling tanaman atau dicampur dengan air dan dikocorkan. Pemberian pupuk susulan sebanyak 5 kali, dimulai pada umur 14 HST dengan  pemupukan pertama sampai keempat masing masing berupa NPK dengan dosis 10 g/pot setiap 10 hari sekali. Pupuk kelima berupa KNO3 1 gr/liter atau 1 liter/pot pada umur 54 HST.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pada pertanaman melon dipekarangan, hama dan penyakit dapat dikontrol lebih mudah. Jika tanaman mulai terserang hama dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida dan penyakit menggunakan fungsisida sistemik dan kontak yang diberikan secara berselang-seling.

Panen

            Umur panen tanaman melon yaitu 70 - 80 HST. Buah melon siap dipanen dengan ciri ciri terjadi retakan diujung tangkai atau telah berwarna kuning dan beraroma harum. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tangkai buah menggunakan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah. Tangkai dipotong berbentuk huruf “T”, maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi atasnya merupakan tangkai daun yang telah dipotong daunnya.

PENGUNJUNG

1718

HARI INI

17699

KEMARIN

1599937

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook