Diseminasi Teknologi

INPARI IR NUTRI ZINC: INOVASI PERTANIAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING

Senin, 23 Des 2019
Sumber Gambar : brosur BB Padi

Pendahuluan

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Balita pendek (stunted) dan sangat pendek (severely stunted) adalah balita dengan panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study) 2006.

Di Indonesia, sekitar 37% (hampir 9 Juta) anak balita mengalami stunting (Riset Kesehatan Dasar/ Riskesdas 2013) dan di seluruh dunia, Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar. Balita/Baduta (Bayi dibawah usia Dua Tahun) yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas.

Data balita yang mengalami stunting pada tahun 2018 mengalami penurunan meskipun masih berada dikisaran 30%. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan pemberian makanan bernutrisi pada ibu hamil dan bayi. Dan bagaikan lingkaran, sebagai sebab atau dampak, stunting secara luas dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan. Lebih lanjut, sebagai akibat, stunting umumnya terjadi pada masyarakat ekonomi lemah yang kurang mampu untuk membeli makanan bergizi untuk memenuhi nutrisi pada ibu hamil. Salah satu zat gizi yang berpengaruh pada pertumbuhan bayi adalah Zinc (Zn).

 

Fungsi Zn Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan

 

Zinc merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan manusia agar tetap sehat. Zat gizi ini  dapat membantu sistem imun dalam melawan virus dan bakteri. Fungsi penting lainnya adalah untuk membentuk protein dan DNA, serta hal-hal yang berhubungan dengan genetik pada seluruh sel. Zinc juga sangat dibutuhkan oleh tubuh pada masa kehamilan, bayi ,dan anak-anak, agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Zinc merupakan salah satu nutrien penting yang diperlukan oleh tubuh dalam menjaga dan memelihara kesehatan. Semua makhluk hidup baik manusia maupun hewan membutuhkan mineral ini. Secara umum Zn berpengaruh pada motorik, kognitif dan fungsi psikososial pada anak-anak dan orang tua. Termasuk dalam kelompok zat gizi mikro yang penting, Zn hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit akan tetapi mutlak harus ada.

Kekurangan Zn dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan fungsi kekebalan tubuh, melemahkan memori, dan kurangnya daya konsentrasi. Zn dibutuhkan oleh hampir semua sel dalam organ tubuh, seperti kulit dan mukosa saluran cerna.

Beberapa hasil penelitian pada hewan bunting menunjukkan bahwa rendahnya kadar Zn dalam darah dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pembentukan fetus, kematian embrio secara dini dan dapat menyebabkan abortus. Hal yang sama terjadi pada manusia, kekurangan Zn pada masa kehamilan berdampak pada kurang optimalnya pertumbuhan janin yang pada akhirnya menyebabkan stunting pada anak yang dilahirkan.

Dalam upaya menyediakan sumber zat gizi yang dibutuhkan untuk pencegahan stunting tanpa masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih, Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian melepas varietas unggul baru (VUB) Padi Inpari IR Nutri Zinc.

Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian mengupayakan agar varietas ini dapat tersebar ke seluruh wilayah Indonesia mengingat cukup luasnya sebaran kejadian stunting. Dengan demikian diharapkan Badan Litbang Pertanian dapat memberikan dampak nyata tidak hanya pada peningkatan produksi dalam upaya menjamin ketahanan pangan, tetapi juga sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan penduduk.

 

Deskripsi Inpari IR Nutri Zinc

 

Inpari IR Nutri Zinc merupakan salah satu VUB Padi yang dilepas Badan Litbang Pertanian pada tahun 2019 berdasarkan SK Mentan 168/HK.540/C/01/2019. Varietas ini merupakan hasil pemuliaan yang dilakukan oleh pemulia tanaman khususnya dari Balai Besar Padi Sukamandi dan salah satu pemulianya adalah Dr. Untung Susanto.

Inpari IR Nutri Zink termasuk padi cere dan berumur sedang dengan umur ±115 hari. Varietas ini memiliki bentuk tegak dan tingkat kerebahan sedang dengan tinggi tanaman ± 93 cm. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, tipe daun bendera yang tegak seperti yang dimiliki varietas ini menyebabkan hama burung tidak menyebabkan penurunan hasil signifikan. Bentuk gabah ramping berwarna kuning jerami dengan berat 1000 butir ±24,6 gram dan tingkat kerontokan sedang. Tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 16,60%. Rata-rata hasil adalah ±6,21 ton/ha dengan potensi ±9,98 ton/ha.

Berdasarkan tingkat ketahanan terhadap beberapa hama dan penyakit utama, Inpari IR Nutri Zinc agak tahan WBC Biotipe 1 dan 2 tetapi agak rentan terhadap WBC Biotipe 3; agak tahan HDB Patotipe III tetapi rentan terhadap patotipe IV dan VIII; tahan blas ras 033, 073, 133 tetapi rentan ras 173; dan agak tahan tungro inoculum Garut dan Purwakarta.

Varietas ini sangat dianjurkan untuk ditanam pada lahan sawah irigasi dengan ketinggian 0-600 mdpl.

Berdasarkan hasil penelitian tim pemulia varietas ini, beberapa keunggulan Inpari IR Nutri Zinc antara lain:

  1. Rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm dengan potensi mencapai 34,51 ppm.
  2. Rata-rata hasil produksi setara dengan ciherang yaitu sebesar 6,21 t/ha dengan potensi hasil 9,98 t/ha.
  3. Tekstur nasi pulen, sehingga akan disukai oleh sebagian besar konsumen di Indonesia.
  4. Ketahanan terhadap hama dan penyakit utama tanaman padi.

 

Penyusun: Fauziah Yulia Adriyani dan Kiswanto (Penyuluh Pertanian BPTP Lampung)

Sumber: BB Padi dan berbagai sumber lainnya

PENGUNJUNG

2339

HARI INI

17699

KEMARIN

1600558

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook