Materi Penyuluhan

Pengendalian penyakit Ayam KUB

Senin, 16 Des 2019
Sumber Gambar : Balitnak

Penyakit-penyakit yang sering menyerang ayam KUB adalah ND, gumboro, fowl fox, snot, CRD, AI dan lumpuh (Suryana & Yasin 2014). Penyakit ND di samping sering terjadi pada ayam KUB, juga umumnya menjangkit pada ayam kampung dengan tingkat morbiditas dan mortalitas antara 80-100% (Zainuddin & Wibawan 2007). Lebih lanjut dikemukakan ada dua cara mengatasi penyakit pada ayam kampung, yaitu dengan program pengendalian dan pembasmian penyakit. Program pengendalian antara lain: (1) Menjauhkan ternak ayam dari kemungkinan tertular penyakit yang berbahaya; (2) Meningkatkan daya tahan tubuh ayam dengan vaksinasi, pengelolaan dan pengawasan yang baik; dan (3) Melakukan pemeriksaan untuk diagnosis sedini mungkin secara cepat dan tepat. Program pembasmian penyakit dapat dilakukan melalui: (1) Test and slaughter, yaitu apabila ternak dicurigai positif menderita penyakit pullorum, CRD atau lainnya harus dibunuh; (2) Test and treatment, bila diketahui ada penyakit dilakukan pengobatan; dan (3) Stamping out, yaitu bila terjadi kasus penyakit menular dan menyerang seluruh ayam di peternakan, maka ayam, kandang dan peralatan harus dimusnahkan (Suryana, 2017).

Program pencegahan penyakit pada ayam KUB yang dilaksanakan  dengan pemberian vaksin ND pada DOC umur 3 hari. Pemberian vitamin ayam setiap pagi hari dengan dosis 1 cc/ekor melalui air minum. Manfaat pemberian vitamin ini di samping dapat mencegah ayam KUB dari serangan penyakit ND dan AI, juga dapat meningkatkan nafsu makan dan menekan biaya obat komersial.

Mengapa harus dilakukan Vaksinsi dalam melakukan pencegahan :

  • Merupakan prosedur untuk memasukkan bahan biologis (kuman penyebab penyakit) yang sudah dimatikan atau dilemahkan untuk membentuk kekebalan antibodi pada tubuh ayam.
  • Vaksinasi adalah upaya pencegahan penyakit bukan pengobatan penyakit, sehingga vaksinasi tidak dilakukan dalam rangka mengobati penyakit.
  • Vaksinasi tidak menjamin ayam tidak sakit, tetapi lebih ke upaya mengurangi kejadian dan kerugian yang ditimbulkan oleh suatu penyakit.

 

Penyusun : Sad Hutomo Pribadi

Sumber : Artikel Yanuar Achadri, Dkk. BPTP NTT

Sumber gambar :Balitnak

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook