Materi Penyuluhan

Sistim Integrasi Ternak Sapi Dan Sawit

Senin, 16 Des 2019
Sumber Gambar : tribunenews.com

Pemanfaatan limbah sawit sebagai pakan ternak dapat mengantipasi permasalahan sulitnya ketersediaan pakan sapi yang menjadi kendala utama bagi peternak sapi di kepulauan Bangka Belitung dan juga berdampak terhadap efisiensi waktu untuk mencari pakan ternak, karena telah tersedia di lahan. Kandungan serat kasar limbah kelapa sawit cukup tinggi, khususnya daun dan pelepah yaitu 21,52% dan 50,94%. Kandungan protein kasar daun sawit cukup baik yaitu 14,12% sedangkan pelepah protein kasarnya sangat rendah yaitu 3,07%. Tingkat kecernaan bahan kering pelepah dan daun kelapa sawit pada sapi mencapai 45% (Sianipar, 2009). Hal yang perlu diperhatikan sebelum pemberian limbah kelapa sawit kepada ternak adalah perlakuan fermentasi untuk meningkatkan kualitas pakan dan daya cerna ternak (Indraningsih, dkk, 2006). Tujuan dari fermentasi adalah menurunkan kandungan lignin pada pelepah sawit. Pemanfaatan mikroorganisme untuk proses fermentasi seperti jamur Trichoderma s dan bakteri starter yang berfungsi untuk mendegradasi lignosellosa menjadi senyawa sederhana hingga terbentuk single cell protein (SCP) (Biyatmoko, 2013).

Masalah rendahnya kandungan hara tanah pada perkebunan sawit di Kepulauan Bangka Belitung juga dapat diantisipasi dengan pemanfaatan urine dan kotoran sapi sebagai pupuk organik, sehingga dapat mengefisiensi penggunaan pupuk sintetik dan menekan anggaran biaya petani untuk pembelian pupuk.

Adapun proses pembuatan pakan sapi dari limbah sawit adalah sebagai berikut:

  1. Potong-potong pelepah sawit dengan Mesin Choper
  2. Buat larutan probiotik atau starter dengan mencampurkan molases dengan bakteri starter dan Air (1 liter molases ditambahkan air sebanyak 10 liter) untuk starter sesuai kebutuhan dan diamkan selama 15 menit
  3. Campur bahan-bahan pakan tersebut seperti pelepah sawit, bungkil sawit dan dedak (bagian yang paling banyak ada dipaling bawah)
  4. Siram campuran bahan-bahan tersebut dengan menggunakan larutan probiotik tersebut sampai rata bisa menggunakan gembor air kemudian aduk sampai rata.
  5. Jika bahan-bahan tersebut dalam jumlah besar, proses pencampurannya bisa menggunakan teknik lapisan-lapisan yaitu buat campuran pelepah, bungkil dan dedak setinggi 10-15 cm dan siram dengan larutan probiotik
  6. Buat lapisan diatasnya dengan proses yang sama sampai bahan habis kemudian baru diaduk secara merata.
  7. Masukkan campuran tersebut ke dalam drum plastik/silo dengan memadatkannya agar tidak ada udara kemudian tutup dengan plastik.
  8. Fermentasi secara an-aerob selama kurang lebih 7-14 hari dan pakan siap diberikan kepada sapi

Salah satu kelompok peternak integrasi sapi-sawit yaitu Kelompok Tunas Baru di Kab. Bangka Tengah yang pernah difasilitasi 35 ekor sapi bali menggunakan APBN Ditjen PKH Tahun 2015 saat ini telah berkembang menjadi 250 ekor. Peningkatan jumlah ternak yang signifikan ini utamanya didukung oleh pakan yang diproduksi secara mandiri menggunakan bahan baku utama pelepah sawit, daun sawit dan bungkil inti sawit (BIS) yang mampu mengefisienkan biaya pakan, menaikkan bobot badan harian 0,4 kg dari sebelumnya 0,2 kg dan meningkatkan efisiensi biaya tenaga kerja.

Kondisi ini memperlihatkan keseriusan serta ketertarikan stakeholder serta masyarakat terhadap inovasi teknologi pertanian yang telah diluncurkan mengingat manfaat dari penerapan program SISASA..

 

Penyusun : Sad Hutomo Pribadi

Sumber : Artikel Sigit dkk, BPTP Babel

Sumber Gambar : tribunenews.com

PENGUNJUNG

1647

HARI INI

17699

KEMARIN

1599866

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook