Materi Lokalita
SULAWESI UTARA > KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE > TABUKAN TENGAH

Budidaya Itik Petelur

Selasa, 03 Des 2019
Sumber Gambar : infobudidaya.com

Sarana utama budidaya itik petelur adalah kandang. Kandang ren dinilai cocok dan banyak dipakai dalam budidaya itik semi intensif. Kandang ren dibagi dua ruangan utama: ruang istirahat (bertelur) dan pelataran tempat bermain (playangan).

Ruangan istirahat berupa ruangan beratap seperti rumah joglo, berlantaikan tanah yang dilapisi alas (litter). Di tempat inilah itik beristirahat pada malam hari dan bertelur pada dini hari. Lebar ruangan istirahat disesuaikan dengan kapasitas itik yang akan dipelihara.

Idealnya 4 ekor itik menempati ruang 1m2. Jadi bila ingin memelihara 600 ekor itik petelur misalnya, diperlukan area kurang lebih 150 m2. Lahan seluas ini dibagi dua, separuh untuk kandang tertutup dan selebihnya untuk pelataran.
Misalkan kandang dibuat 25 m x 6 m, berarti satu sekat ruang istirahat dan pelataran masing-masing luasnya 3 m x 5 m. Jumlah ruangan 5 unit, setiap unit dihuni 120 ekor itik. Hindari atap bocor bila hujan.Pilihan bahan baku atap antara lain genteng, asbes, plastic tau rumbia.
Rumbia lebih disukai peternak. Selain harganya murah ia dapat menahan panas. Rangka dan penyangga terbuat dari kayu atau bambu. Agar peternak mudah masuk ke kandang, tinggi atap 2,5 m – 3 m dari lantai. Bagian belakang dan samping kiri-kanan kandang ditutup tembok atau bilik bambu.

Untuk menjamin lancarnya sirkulasi udara, antara ruang istirahat dan pelataran dibuat terbuka. Pemba tas ruangan hanya berupa sekat/pagar bambu atau kayu setinggi 50 cm – 60 cm. Lantai kandang yang empuk dan kering merangsang itik bertelur. Alas lantai berupa jerami, sekam, serbuk gergaji atau rum put kering. Bahan lain, asalkan empuk, tidak mudah padat, kering, agak lembap, hangat, bersih dan dapat mencegah telur tidak ampai pecah.

Untuk mempertahankan kondisi kandang tetap baik, tanah diberi kapur sebelum diberi alas. Tujuannya, untuk mencegah penyakit dan mengurangi bau karena kotoran itik. Dengan perlakuan ini kandang bisa dibersihkan total setelah dua tahun. Cara lain mengantisipasi serangan penyakit adalah menyemprot tanah dengan larutan formalin 5 persen.

Sediakan bak besar yang selain sebagai tepmat air minum juga pengganti kolam permandian. Wadahnya berupa plastik atau parit panjang. Kedalamannya diatur sedemikian rupa. Yang penting leher itik bisa terendam. Air minum itik harus diganti 3-5 kali sehari.

Ruang istirahat dan playangan perlu dibuatkan sekat. Sekat bisa dibuat dari batu bata, pagar kayu atau bambu. Tingginya cukup 50 cm – 60 cm. Pada siang hari itik sebaiknya berada di luar kandang istirahat. Meski ada juga beberapa peternak membebaskan itik mereka keluar masuk kandang sesukanya.

Memilih Bibit
Sebagian peternak menganggap itik petelur yan baik diperoleh dari pemeliharaan sejak day old duck (DOD). Sebagian lagi terpaksa membesarkan DOD karena di daerahnya tidak ada pedagang bibit itik siap telur. Umumnya itik bertelur pada umur 6 bulan. Paling ideal memilih jenis itik yang sentra bibitnya mendekati lokasi peternakan.

Bila yang dipilih DOD, hendaknya peternah mempelajari kualitas DOD yang baik. Pertama, perhatikan postur tubuhnya. DOD yang baik berbadan tegap, kaki dan paruhnya besar, serta tidak cacat. Hindari memilih DOD jantan yag bercirikan bulu cokelat kehitaman, paruh hitam kelam, suaranya agak serak dan berwajah angker. Untuk pastinya lihat dan bukalah kloakannya. Bila kedapatan penis berarti jantan.

Penulis  : Aneke Biringang, STP ( Penyuluh Pertanian Muda, BPP Biru Kec. Tabukan Tengah )

Sumber  :  https://palembang.tribunnews.com/

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook