Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN TANA TORAJA >

TERUNG UNGU ORGANIK

Selasa, 03 Des 2019
Sumber Gambar : dokumentasi pribadi

Terung (Solanum melongena) merupakan jenis sayuran tahunan semusim. Di Indonesia ada beragam jenis terung yang dibudidayakan oleh petani, mulai dari terung lokal seperti terung gelatik, terung kopek, terung bogor, terung medan hingga terung impor seperti terung Jepang. Bentuk dan warna buah terung cukup beragam ada yang putih, hijau hingga ungu. Bentuknya pun ada yang bulat, lonjong besar, hingga lonjong dengan ujung lancip.

Kondisi tanah ideal untuk budidaya terung adalah tanah lempung berpasir dengan kisaran pH 6,5-7. Terung berproduksi maksimal pada kisaran suhu 22-30oC. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup, oleh karena itu cocok ditanam pada musim kemarau namun yang perlu diperhatikan adalah tanaman terung butuh penyiraman yang intensif agar buahnya tidak melengkung.

Dari hasil pengamatan, terung ungu jenis sri long banyak diminati oleh masyarakat Tana Toraja karena buahnya besar dan panjang, tekstur buah lembut dan bijinya kurang. Dari hasil demplot PPL kecamatan Makale, berat buah terung jenis ini ada yang mencapai berat 500 gr/buah.

Penyemaian benih terung

Benih yang baik untuk budidaya terung memilki daya tumbuh di atas 75%. Kebutuhan benih untuk satu hektar mencapai 300-500 gram. Sebaiknya benih terung disemaikan terlebih dahulu.

Penyemaian dapat dilakukan di bedengan atau di baskom dengan sistem sungkup. Campurkan arang sekam dan kompos pada media semai dengan perbandingan 1:1:1

Rendam benih terung dalam air hangat selama 10-15 menit, kemudian bungkus benih dengan kain basah dan diamkan selama 24 jam. Buat alur berjarak 5-10 cm diatas media semai untuk menebarkan benih. Kemudian tebarkan benih dan tutup dengan tanah tipis-tipis. . Kemudian berikan naungan terhadap pesemaian tersebut. Siram dengan air untuk menjaga kelembaban persemaian.

Setelah 10-15 hari, pindahkan bibit tanaman kedalam bumbunan daun pisang atau polybag kecil (9X10 cm), satu polybag satu tanaman. Isi polybag atau bumbunan daun pisang dengan tanah dan kompos, perbandingan 1:1.

Sirami tanaman yang ada dalam polybag tersebut setiap hari. Setelah tanaman berumur 1-1,5 bulan atau telah memiliki minimal 4 helai daun, tanaman tersebut siap dipindahkan ke lahan terbuka.

Pengolahan tanah dan penanaman

Lahan diolah dengan menggemburkan tanah, kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter tinggi 40 cm dan panjang disesuaikan dengan bentuk lahan. Jarak antar bedengan 60 cm.

Gunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar, bisa berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 15 ton per hektar. Taburkan di atas bedengan dan aduk hingga merata. Budidaya terung menghendaki tingkat keasaman tanah sekitar pH 5-6. Apabila pH kurang dari 5 tambahkan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar satu minggu sebelum tanam.

Buat lubang tanam secara berbaris dengan jarak tanam 80 cm. Lebar lubang dan kedalaman disesuaikan dengan ukuran polybag bibit.

Sebelum bibit dipindahkan, siram bedengan dengan air. Pindahkan bibit tanaman satu lubang diisi satu bibit tanaman.

Pemeliharaan

Penyulaman dilakuakn setelah satu minggu.

Pemupukan tambahan dilakukan mulai dari 2 minggu setelah bibit ditanam. Untuk budidaya terung organik berikan pupuk kompos atau pupuk kandang, masing-masing satu kepal atau kira-kira 0,5 kg per tanaman.

Ulangi pemberian pupuk susulan pada minggu ke-5 dan ke-7 setelah bibit ditanam. Sambil memberikan pupuk susulan, lakukan penyiangan.

Perempelan tunas muda pada ketiak daun perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.

Pemasangan ajir atau bilah bambu untuk menopang tanaman dilakukan setelah tanaman berumur 3 minggu. Penancapan ajir hendaknya berjarak 5-7 cm dari pangkal batang. Jangan sampai penancapan ajir melukai akar tanaman. Ikat tanaman pada ajir.

Apabila tidak turun hujan penyiraman hendaknya dilakukan setiap tiga hari sampai tanaman berbunga. Setelah tanaman berbunga, tingkatkan frekuensinya hingga dua hari sekali.

Panen

Panen pertama usaha budidaya terung biasanya dilakukan setelah 70-80 hari sejak bibit ditanam. Selanjutnya, panen dilakukan setiap 3-7 hari sekali. Dalam satu kali musim tanam, bisa mencapai 13-15 kali panen, bahkan lebih.

Waktu yang tepat untuk panen adalah pagi dan sore hari. Buah dipetik dengan tangkainya dengan menggunakan gunting pangkas. Buah terung tidak tahan lama. Oleh karena itu harus segera dipasarkan begitu selesai panen. Sortasi untuk budidaya terung dilakukan berdasarkan ukuran..

Penulis : Altries Pabendon

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook