Gerbang Daerah
BALI > KOTA DENPASAR >

TINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DENGAN BUNGA POTONG

Selasa, 03 Des 2019
Sumber Gambar : Internet

Kota Denpasar merupakan ibukota Provinsi Bali dengan keuntungan geografis sebagai pusat perdagangan. Salah satu komoditas pertanian yang banyak diperlukan adalah bunga potong. Bunga potong menjadi komoditas yang cukup banyak permintaan, mengingat banyaknya hotel, restoran, serta event organizer yang sering mengatur acara-acara pernikahan, perayaan ulang tahun, ulang tahun pernikahan, ataupun ulang tahun perusahaan. Segalanya memerlukan bunga sebagai pemanis ruangan.

Selama ini, bunga potong yang dipasarkan di Kota Denpasar masih didominasi dari luar daerah, seperti Bedugul dan Malang, Jawa Timur. Petani di Kota Denpasar belum pernah mengusahakan komoditas tersebut untuk tujuan komersial. Hal ini disebabkan mereka belum memiliki keyakinan bahwa harga bunga potong yang memang diminati pasar cukup menjanjikan, melebihi komoditas tanaman pangan yang dominan diusahakan petani.

Dalam upaya memperkenalkan komoditas bunga potong kepada petani, Dinas Pertanian Kota Denpasar mengadakan demonstrasi plot bunga matahari, bunga gemitir, bunga jengger ayam, dan beberapa jenis bunga potong lainnya. Bunga yang dipilih selain dapat dijual sebagai bunga potong, juga dapat berfungsi sebagai tanaman refugia. Fungsi tanaman refugia adalah sebagai tempat hidup serangga musuh alami pengendali populasi hama tanaman. Dengan demikian, saat petani menanam padi atau tanaman pangan lainnya sebagai komoditas utama, kemudian di sekitarnya ditanami bunga potong, akan mendapat multi manfaat. Di satu sisi, bunga potong mampu memberikan tambahan penghasilan, di sisi lain, melindungi komoditas utama dari serangan hama.

Demonstrasi plot (demplot) dilaksanakan di Subak Umadesa, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, seluas 0,25 ha. Demplot dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan November 2019. Petani pelaksana demonstrasi plot berjumlah satu orang. Bantuan yang diberikan berupa benih bunga potong dan pupuk.  Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, petani akan tertarik membudidayakan bunga potong, sehingga serangan hama pada komoditas utama dapat ditekan serendah mungkin, sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi petani itu sendiri.

 

 

Ditulis oleh : Marcella Wayan K.R., SP (PP Muda)

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook