Materi Penyuluhan

MENGENAL SUSU KAMBING BAGI KESEHATAN

Jum'at, 29 Nov 2019
Sumber Gambar : Super-e.net

Susu Kambing adalah salah satu sumber protein hewani yang diperlukan tubuh manusia untuk pertumbuhan dan pembentukan sel karena kesempurnaan kandungan nutrisinya. Komposisi kimia susu kambing secara umum tidak berbeda dengan susu sapi atau ASI, kecuali pada persentase kandungannya. Susu kambing lebih mudah diterima oleh orang tua, orang sakit, bayi, anak kecil dengan riwayat  alergi susu, penderita penyakit lambung, bahkan hewan yang ditinggal mati induknya. Warna susu kambing lebih putih karena tidak mengandung karoten. Bau dan rasa susu kambing murni sangat spesifik, yaitu enak, sedikit manis, berlemak, dan sedikit bau kambing. Kambing jantan yang berbau khas dan tajam harus dipisahkan dari induk laktasi karena akan mempengaruhi bau susu. Namun kadangkala bau susu agak tajam disebabkan karena pengaruh pakan.

Kambing memproduksi 2% dari total produksi susu dunia. Kadar lemak susu kambing sekitar 3,5% dan produksi susu tertinggi dicapai saat laktasi ke 3-4. Susu kambing dapat dibuat keju, mentega, es krim, youghurt, cajeta, dan produksi lain.

Mentega susu kambing berwarna putih karena susu kambing mengandung beta karoten kuning dan vitamin A. Keju dari susu kambing merupakan produk penting di Perancis, Yunani, Norwegia, dan Italia.

Penanganan Produksi Susu Kambing

Penanganan Produksi Susu Kambing: Susu kambing dikenal sebagai minuman bernutrisi tinggi dengan harga yang lumayan mahal. Lebih dari itu, susu kambing dalam pemanfaatannya kebanyakan digunakan sebagai obat bagi penderita penyakit tertentu. Mahalnya harga dan pentingnya manfaat susu kambing, membuat tinggi pula tuntutan konsumen terhadap kualitas susu kambing. Harga yang mahal umumnya seiring dengan tingginya standar kualitas yang diinginkan konsumen, hal ini tidak bisa dihindari oleh peternak atau produsen susu kambing.

Populasi ternak kambing perah di daerah cukup besar dan menghasilkan potensi susu kambing yang lumayan banyak, namun demikian mereka kesulitan dalam menjual susu kambing yang dihasilkan. Bahwa mereka menangani susu yang dihasilkan dengan sederhana, hanya diperah dan dikemas dalam kantong plastik gula. Mereka kebanyakan juga tidak memiliki alat pendingin “freezer” untuk menyimpan susu kambing.

Cerita diatas adalah hal umum yang terjadi pada peternak kambing perah. Kebanyakan dari peternak mengetahui potensi memperoleh penghasilan besar dari menjual susu kambing, tetapi tidak memahami proses handling susu yang benar. Hal ini tentunya berakibat tidak baik terhadap kualitas susu kambing  yang dihasilkan yang pada akhirnya menimbulkan kekecewaan pada konsumen.

Keistimewaan susu kambing antara lain :

  1. Kandungan lemak 94,2%) dan protein (3,5%) lebih mudah dicerna (balita s/d orang tua) daripada susu sapi karena bentuknya lebih halus, homogen, dan memiliki ukuran butiran lemak yang kecil (1-10 milimkron) sehingga tidak terlalu membutuhkan proses homogenisasi. Kandungan protein susu kambing sebesar 3,5% (3,1% casein dan 0,4% laktabumin) mempunyai efek laksatif yang lembut. Casein merupakan bahan dasar pembuat keju. Protein susu kambingpun kaya dengan asam amino esensial dan non esensial.
  2. Susu kambing mengandung laktosa/gula susu sekitar 4,23% yang menyebabkan rasa manis pada susu;
  3. Kandungan vitamin A, niasin, kolin, inositol, dan B1 susu kambing lebih tinggi dibanding susu sapi namun susu kambing rendah dalam kandungan vitamin B6, B12, C, dan karotenoid;
  4. Minum susu kambing 1 gelas per hari dapat membantu penyembuhan penyakit asam.TBC, radang paru-paru kronis, mengontrol kadar kolesterol dalam darah, memulihkan kondisi orang yang baru sembuh dari sakit, mengobati penyakit eksim (gatal), menyembuhkan penyakit kurang darah. Sedangkan minum susu kambing 2-3 gelas per hari membantu mengatasi impotensi (pria).
  5. Susu kambing tidak menyebabkan diare dan alergi sehingga susu kambing sangat baik dikonsumsi oleh orang yang memilki kelainan lactose intolerance (kelainan akibat kepekaan alat pencernaan terhadap susu sapi);
  6. Meningkatkan daya tahan tubuh dan pertumbuhan bayi-anak dengan menjaga keseimbangan proses metabolism, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, membantu pembentukan sel darah merah dan jaringan tubuh;
  7. Meningkatkan kesehatan kulit wajah pada wanita, mengembalikan zat besi setelah haid, kekurangan darah, kehamilan, dan perdarahan setelah melahirkan;
  8. Kandungan mineral susu kambing dapat memperlambat osteoporosis.

Persamaan Kambing Perah dan Sapi Perah

Persamaanya antara lain keduanya telah dikembangkan dan diseleksi sejak zaman kuno untuk menghasilkan susu yang banyak, memilki kesamaan dalam hal konformasi tubuh, struktur kelenjar ambing, aveoli, salauran susu, fungsi anatomi, fungsi putting, periode laktasi (305 hari), lama kering kandang (60 hari), dan konversi pakan menjadi susu.

Secara umum, kesehatan kambing dipengaruhi oleh lingkungan, genetik, dan nutrisi. Terdapat beberapa jenis penyakit pada kambing yang bisa menular pada manusia dan penyakit yang khusus menyerang kambing. Koksidiosis dan pneumonia merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian pada kambing selain serangan cacing dan parasite juga cukup membahayakan kesehatan dan produksi kambing dan kadangkala dapat pula menyebabkan kematian kambing.

Performans tubuh kambing bervariasi tergantung dari bangsanya dan berkisar antara 9-113 kg (rata-rata 45 kg) dengan tinggi pundak sekitar 26-107 cm (rata-rata 64 cm). Pola dan warna bulunya bervariasi antara putih, hitam merah, coklat, totol-totol, belang atau kombinasi dari 2-3 warna tersebut tergantung dari bangsa kambing. (Suwarna- Penyuluh Pertanian Pusat)

 

Sumber :

  1. Bugiwati,Sri Rachma Aprilita, 2016, Pengantar Ilmu Peternakan, Domba, Kambing, Babi, CV. Budi Utama, Yogyakarta.
  2. https://www.peternakankita.com/penanganan-produksi-susu-kambing/ Upload 01 Nopember 2019
  3. Super-e.net
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook