Materi Penyuluhan

Rekomendasi Pemupukan Kedelai Ditanam di Tegalan

Kamis, 28 Nov 2019
Sumber Gambar : bibitbunga.com

Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhan kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan kedelai yang tinggi. Upaya meningkatkan produksi kedelai nasional dapat ditempuh dengan tiga pendekatan yaitu 1) peningkatan produktivitas, 2) peningkatan intensitas tanam dan 3) perluasan areal tanam. Upaya peningkatan produktivitas dapat ditempuh melalui perbaikan varietas, perbaikan teknik budidaya dan menekan kehilangan hasil melalui perbaikan sistem panen dan pasca panen. Peningkatan intensitas tanam dengan menanam kedelai berturut-turut ditengarai kurang baik karena ada efek alelopati terhadap tanaman kedelai yang kedua.

Upaya peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan perbaikan kondisi lahan dengan ameliorasi, pemupukan berimbang dan terpadu,penggunaan varietas unggul dan perbaikan tata air. Alternatif teknologia meliorasi dan pemupukan telah tersedia namun perlu disesuaikan dengan kondisi lahan setempat mengingat adanya variasi potensi kesesuaian lahannya.Potensi pengembangan tanaman kedelai diarahkan ke lahan lahan yang sesuai untuk tanaman ini seperti lahan sawah, tegalan dan lahan alang-alang. Berikut salah satu pola yang ditanam di lahan tegalan.Tegalan adalah tipe penggunaan lahan kering yang umum ditanami dengan tanaman semusim. Tipe penggunaan lahan ini terdapat pada berbagai jenis klasifikasi tanah, tapi yang paling banyak adalah Inceptisols, Ultisols, Oxisols dan Alfisols. Oleh karenanya potensi lahan ini untuk budidaya kedelai bisa digolongkan menjadi potensi tinggi, potensi sedang dan potensi rendah. Lahan tegalan di Indonesia bagian barat yang memiliki curah hujan tinggi, tanahnya bereaksi masam karena kation basa-basa tercuci secara intensif. Seringkali komplek jerapan didominasi oleh kation masam yang beracun seperti Al dan Fe yang memiliki kemampuan menjerap unsur hara, khususnya P, sangat tinggi. Akibatnya, walaupun kadang-kadang tanah ini mengandung P total yang tinggi, ketersediaanya untuk tanaman tetap rendah. Pada kondisi seperti ini diperlukan pemberian bakteri pelarut P untuk meningkatkan efisiensi pemupukan. Senyawa P yang semula terfiksasi dalam bentuk Al-P dan Fe-P akan dilepaskan oleh adanya senyawa organik hasil metabolisme bakteri. Rekomendasi pemupukan pada lahan kering tegalan dapat ditetapkan berdasarkan hasil uji cepat dengan PUTK (perangkat uji tanah kering) atau berdasarkan sifat tanah secara empiris. Rekomendasi pemupukan serta pengelolaan tanah yang diperlukan sebagai berikut a. untuk potensi lahan tinggi Urea 25kg/ha, SP-36 sebanyak 100 kg/ha; KCl 50 kg/ha, Inokulum rhizobium 200 g, Kapur 500kg/ha,  bahan organic 2 ton/ha, pengolahan tanah minimum sempurna. Pengelolaan air : Saluran drainase atau guludan searah lereng; b. untuk potensi lahan sedang : Urea 25 kg/ha, SP-36 sebanyak 150 kg/ha; KCl 100 Kg/ha,  Inokulum rhizobium 200 g, Kapur 1000 kg/ha Bahan organic bahan organic 2 ton/ha, pengolahan tanah minimum sempurna. Pengelolaan air : Saluran drainase atau guludan searah lereng; c. untuk potensi lahan rendah : Urea 25 kg/ha, SP-36 sebanyak 250 kg/ha; KCl 150 Kg/ha,  Inokulum rhizobium 200 g, Kapur 2000 kg/ha Bahan organik bahan organic 5 ton/ha, pengolahan tanah minimum sempurna. Pengelolaan air : Saluran drainase atau guludan searah lereng. Seperti pada lahan sawah, pupuk N untuk tanaman kedelai pada tegalan, baik yang berpotensi tinggi, sedang maupun rendah diperlukan karena urea/ha sebagai starter pertumbuhan. Kebutuhan N tanaman bisa dipenuhi dari hasil fiksasi N dari udara oleh bakteri Rhizobium. Untuk meyakinkan proses tersebut terjadi dengan baik, diperlukan inokulasi Rhizobium dengan dosis 200 g untuk 40 kg benih. Produk inokulum yang baik adalah inokulum yang juga mengandung bakteri pelarut fosfat, kalium dan hormon pertumbuhan, selain bakteri pengikat N udara. Pemakaian inokulum yang baik dapat menekan 100% kebutuhan N dan 50% kebutuhan pupuk P dan K. Pupuk P diberikan dalam bentuk pupuk tunggal SP-36. Bila menggunakan inokulan bakteri pelarut P, dosis pemupukan P bisa ditekan sampai sampai 50%. Pada lahan tegalan yang tanahnya masam, sumber P dapat menggunakan fosfat alam. Penggunaan fosfat alam (rock phosphate) lebih menguntungkan karena selain harganya lebih murah, juga bisa meningkatkan pH tanah. Dosis fosfat alam yang direkomendasikan adalah 350 – 500 kg/ha. Pupuk K diberikan dalam bentuk pupuk tunggal KCl. Penentuan dosis pemupukan K secara lebih akurat bisa menggunakan PUTK.

Pupuk majemuk standar yang ada di pasaran saat ini tidak efisien karena tanaman kedelai hanya membutuhkan N dalam jumlah kecil, disisi lain kebutuhan P dan K cukup tinggi. Penggunaan pupuk majemuk tidak disarankan untuk lahan tegalan karena akan terjadi inefisiensi penggunaan pupuk.

Untuk mengurangi tingkat kemasaman tanah, disarankan menggunakan amelioran kapur (kaptan). Penggunaan kapur juga berfungsi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemupukan. Penentuan dosis kapur yang tepat sebaiknya menggunakan PUTK. Karena lahan kering pada umumnya miskin bahan organik, maka perlu penambahan bahan organik kompos atau pupuk kandang sebanyak 2 – 5 t/ha.

Pengolahan tanah direkomendasikan untuk menerapkan pengolahan tanah yang baik, sekaligus untuk menekan pertumbuhan gulma. Tanam dapat dilakukan dengan sistem tugal dengan jarak tanam 40 x 15 cm. Untuk mengurangi penguapan dan menekan pertumbuhan gulma sangat disarankan untuk menggunakan mulsa. Saluran drainase perlu dibuat memotong arah lereng untuk mengurangi erosi dan meningkatkan infiltrasi air.

(Yulia Tri S)

Email: yuliatrisedyowati@gmail.com

Pustaka::

  1. Tim Balai Penelitian Tanah Bogor 2018, Rekomendasi Pemupukan Tanaman Kedelai pada berbagaibtipe penggunaan lahan
  2. Ghaffar. Dkk. 2011. Analisis Resiko Produksi Usahatani Kedelai pada Berbagai Tipe Lahan di Sulawesi Selatan.
  3. Nanda Mayani dan Trisda Kurniawan,2015 The Effect Of Rhizobium Origins And Nitrogen Dossages To Growth And Production Of Soybean (Glycine Max L.)
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook