Materi Lokalita
JAWA BARAT > KABUPATEN SUKABUMI > CIKEMBAR

BACK TO NATURE THROUGH ORGANIC AGRICULTURE METHOD SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI)

Senin, 25 Nov 2019
Sumber Gambar :

            SRI adalah teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan produktivitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara, terbukti telah berhasil meningkatkan produktivitas padi sebesar 50%, bahkan di  beberapa tempat mencapai lebih dari 100%.

            Tujuan melalui budidaya padi organik metode SRI diantaranya mengurangi ketergantungan pupuk kimia, memanfaatkan sumberdaya alam seperti kotoran hewan maupun nabati, meningkatkan kualitas beras baik rasa, maupun kesehatan tubuh serta membangun petani melalui ekonomi kreatif dan memiliki jiwa kewirausahaan dalam agribisnis padi organik.

            Mengapa diperlukan pertanian berbasis padi organik karena kesadaran akan pentingnya pengetahuan dan pandangan atau persepsi terhadap bahaya penggunaan pestisida, herbisida dan pupuk kimia tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus ditumbuhkan dan dibina melalui pendidikan secara formal, non formal maupun informal dengan baik dan berkelanjutan.

            Dalam budidaya padi organic tentunya perlu semangat dan keikhlasan yang tinggi untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. Dengan pola tanam yang sederhana serta sarana produksi yang murah tentunya menjadi bahan bagi petani dalam budidaya organik.

Tanaman yang hemat air, benih menjadikan keunggulan budidaya padi organik metode SRI. Selain itu juga pengaturan waktu pemupukan baik pupuk organic cair maupun padat terakomodir setiap pada tahapan pertumbuhan tanaman, baik pada fase vegetative maupun generatife. Pada subsistem agribisnis salah satunya subsistem produksi tidak berbeda jauh dengan pola teknis budidaya umumnya, namun yang membedakan pada budidaya padi organik di Kelompok Tani Sari Alam Desa Cibatu Kecamatan Cikembar melalui tahapan yaitu

  1. Uji benih padi
  2. penaburan Kohe dan semprot decomposer tanah
  3. Tanam bibit satu batang
  4. pengairan hanya macak-macak
  5. pemupukan berselang mulai dari 10 Hst, 20, 30, 40, 45, 50 dan 70 Hst dengan pupuk organik yang sudah dibuat oleh petani.
  6. Penyemprotan Pestisida nabati salah satunya Bawang putih yang berkala

            Selain itu juga budidaya padi organik tentunya harus didukung juga dengan kemitraan baik dari sisi marketing pemasaran produk serta kreatif petani untuk menjadi petani professional sehingga berkelanjutan. Saat ini marketing produk di kelompok tani sari alam sedang dibangun mulai dari kelas bawah, menengah maupun atas dengan mengedepankan harga yang terjangkau, sehat serta higienis. Oleh karena itu semoga petani yang diluar kelompok Tani Sari Alam juga bisa mengaplikasikannya untuk budidaya padi organik dengan metode SRI Selamat mencoba…      

 Admin :

BPP Kecamatan Cikembar

Sumber Foto :

BPP Kecamatan Cikembar

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook