Gerbang Nasional

BPP di Sulawesi Tengah Siap Jadi Percontohan Kostratani

Jum'at, 22 Nov 2019
Sumber Gambar : tabloidsinartani.com

Menjelang pelaksanaan sosialisasi Kostratani di Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Dr Ir Leli Nuryati MSc didampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian I Wayan Ediana dan Kepala Subbidang Kelembagaan Penyuluhan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah Nasrudin SP, melakukan kunjungan ke BPP Tanah Mea.

Titik masuk gerakan komando strategis pembangunan pertanian di kecamatan (Kostratani) adalah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menggagas Kostratani berbasis BPP di kecamatan untuk mengatasi kendala dan tantangan peningkatan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian agar peran dan fungsinya semakin optimal dalam mendukung kinerja pertanian.

Sebelum kostratani melibatkan seluruh BPP di Indonesia, pada ujung 2019 Mentan SYL fokus 400 BPP (kostratani) di 100 kabupaten (kostrada) dari 13 provinsi (kostrawil) atau total 534 Kostratanisebagai pilot project dalam 100 hari kerja menyongsong pengembangan BPP di seluruh Indoensia menjadi Kostratani.

BPP Tanah Mea Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, ditetapkan sebagai satu dari 400 BPP yang menjadi pilot project. Indikator pemilihan pilot project ini antara lain mencakup luas lahan pertanian, ketersediaan prasana dan sarana, serta tersedianya jaringan internet. 

Dalam kunjungannya, Leli Nuryati berdialog dengan Koordinator BPP Irwan SP dan sejumlah penyuluh baik dari kabupaten maupun Kecamatan Banawa Selatan. Leli mengharapkan BPP meningkatkan peran dan fungsinya sebagai pusat data dan informasi, sinergi program pembangunan pertanian, wadah pembelajaran petani dan pelaku usaha, layanan konsultasi agribisnis serta pengembangan jejaring dan kemitraan. 

BPP Tanah Mea memiliki wilayah kerja hampir 10.000 ha sawah, dan komoditi lainnya berupa cengkeh, kakao dan kelapa. BPP Tanah Mea diperkuat dengan 18 penyuluh pertanian milenial terdiri dari 6 orang PNS, 1 orang THL dan 8 orang lainnya honor daerah membina 169 kelompoktani dan 19 gabungan kelompoktani. BPP ini telah dilengakapi dengan ruangan yang memadai dan memenuhi persyratan sarana dalam menerima program kostratani, diantaranya komputer, wifi, jaringan listrik, lokasi strategis, ruangan pertemuan yang memadai serta keamanan yang terjamin.

Pada akhir dialog Leli menyarankan agar data dan informasi BPP baik yang ditempel maupun yang di aplikasi Simluhtan dan Cyber Extension untuk segera diperbarui sesuai dengan kondisi saat ini (IS/Liene)

Sumber berita: Tabloidsinartani.com
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook