Materi Lokalita
KALIMANTAN TIMUR > KABUPATEN BERAU > PULAU DERAWAN

MENGENAL JERUK SIAM

Selasa, 12 Nov 2019
Sumber Gambar : http://jualbibitonline.com/jual-bibit-jeruk-keprok-siam-70cm/

Jeruk Siam, sesuai dengan namanya berasal dari Thailand dan telah lama dikembangkan di Indonesia, dikenal dengan nama Jeruk Keprok (Citrus). Jeruk ini memiliki banyak varietas, yang penamaannya menurut daerah dimana dikembangkannya. Beberapa varietas unggul yang umum dikenal yaitu :

  1. Jeruk Keprok Garut

Jeruk Keprok Garut berasal dari daerah Garut, Jawa Barat. Buah jeruk Keprok Garut berbentuk bulat dengan permukaan yang halus. Ukuran buah sekitar 5,6 x 5,9 cm. Ujung buahnya bulat dan tidak memiliki pusar buah. Tangkai buahnya pendek. Kulit buah jeruk keprok garut yang telah matang berwarna kuning dengan ketebalan 3 mm. Daging buah bertekstur lunak dan berair banyak dengan rasa yang manis. Setiap buah rata-rata berbobot 62,5 – 70 gram. Jumlah biji sekitar tujuh per buah dengan ukuran sekitar 0,8 x 0,4 cm. Permukaan bijinya halus dengan urat biji yang hampir tidak tampak. Bijinya berwarna krem dan berbentuk oval.

  1. Jeruk Keprok Batu 55

Bentuk buahnya bulat, ukuran sedang, warna kulit buah kuning oranye, warna daging buah oranye, dengan produktifitas 40-60 kg/pohon/tahun. Rasa buah manis, sedikit masam dan segar dengan tingkat kemanisan 10 – 12 brix.

  1. Jeruk Keprok Pontianak

Pohon Jeruk Siam Pontianak  berbatang rendah dengan tinggi antara 2- 8 m.Umumnya tanaman jeruk ini tidak berduri. Batangnya bulat atau setengah bulat dan memiliki percabangan yang banyak dengan tajuk sangat rindang. Dahannya kecil dan letaknya berpencar tidak beraturan. Daunnya berbentuk bulat telur memanjang, elips atau lanset dengan pangkal tumpul dan ujung meruncing seperti tombak. Permukaan atas daun berwarna hijau tua mengilat, sedangkan permukaan bawah hijau muda. Panjang daun 4 – 8 cm dan lebar 1,5 – 4 cm.Tangkai daunnya bersayap sangat sempit sehingga bisa dikatakan tidak bersayap. Daging buah lunak dengan rasa manis dan beraroma harum.

  1. Jeruk Rimau Gerga Lebong (RGL)

Jeruk RGL merupakan hasil persilangan jeruk manis (Citrus sinensis Osbeck) dan jeruk keprok (Citrus reticulta Blanco). Tanaman ini beradaptasi dengan baik di dataran tinggi dengan ketinggian 900 – 1.200 mdpl. Ciri utama ukuran daun besar dan kaku serta kulit buah yang tebal. Karakteristik fisik jeruk RGL di antaranya berat per buah 173 – 347 gram, ketebalan kulit 0,4 – 0,5 cm. Warna kulit buah kuning orange dan warna daging buah orange. Sedangkan karakteristik kimia dari jeruk RGL di antaranya kadar gula 10,51 persen (12-16°Brix), kadar asam 0,92 persen dan kandungan vitamin C 18,34 mg/100 g. Jeruk RGL dapat dipanen sepanjang tahun. Dalam satu pohon, dapat menghasilkan 92 – 214 kg buah per tahunnya.

Selain varietas di atas, masih banyak lagi varietas lain yang belum dikenal secara umum dan masih terus dikembangkan di beberapa daerah, diantaranya yaitu keprok terigas, keprok madura, keprok borneo prima, keprok tejakula, keprok selayar, keprok SoE, siam madu, siam banjar, dan lainnya.

Jeruk dapat tumbuh di sembarang tempat. Namun, tanaman ini akan memberikan hasil optimum bila ditanam di lokasi yang sesuai. Ketinggian tempat yang sesuai untuk tanaman ini yaitu dataran rendah sampai 700 m di atas permukaan laut (dpl). Pada dataran rendah antara 50 -700 m dpl, cocok untuk jenis jeruk Siam Pontianak, Keprok Terigas, Keprok Madura, Keprok Selayar. Pada dataran Tinggi antara 800 – 1200 m dpl, cocok untuk jenis jeruk Keprok Garut, Keprok Tawangmangu, Keprok Batu 55. Keprok Gayo, Keprok Berastepu. Sedangkan yang ditanam di atas ketinggian tersebut rasa buahnya lebih asam.

Iklim yang sesuai untuk pertumbuhan jeruk, curah hujan 1.000 – 3.000 mm / th, dan curah hujan  optimum 1.500 – 2.500 mm/th. Bulan kering (< 60 mm) selama 2 – 6 bulan, dan bulan kering optimum 3 – 4 bulan berturut – turut. Suhu antara 13 – 35 ° C dengan suhu optimum antara 22 – 23 oC. Kelembaban udara (RH) antara 70 – 80 %. Sedangkan sinar matahari harus penuh agar produksinya optimum.

Jenis tanah yang cocok untuk jeruk ini adalah latosol atau andosol. Dalam hal ini tanah yang disukai adalah bersifat gembur, porous dan subur dengan pH tanah antara 5,5 – 6,5. Kedalaman air tanahnya tidak lebih dari 1,5 m pada musim kemarau dan tidak boleh kurang dari 0,5 m pada musim hujan. Tanah tidak boleh tergenang air karena akar akan mudah terserang penyakit.

Berdasarkan penjelasan di atas, khususnya menyangkut persyaratan tumbuh tanaman jeruk keprok, peluang usaha budidaya tanaman jeruk keprok terbuka bagi setiap orang dimana saja, apalagi dengan adanya jenis varietas-varietas baru yang terus dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi yang mencari peluang usaha baru dan berniat menekuni budidaya tanaman jeruk keprok.

 

Penulis : Deddi, SP

Sumber:

https://www.faunadanflora.com/panduan-lengkap-cara-budidaya-jeruk-siam/

https://tanipedia.co.id/cara-budidaya-jeruk-siam-agar-cepat-berbuah/

http://madang-dab.blogspot.com/2012/06/jeruk-siam.html

https://agrokomplekskita.com/budidaya-jeruk-part-ii-cara-syarat-tanam-yang-baik/

http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/sebaran-jeruk-keprok-di-indonesia/

Admin Cyber Extention BPP Derawan, Kabupaten Berau

PENGUNJUNG

41679

HARI INI

68073

KEMARIN

37476784

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook