Diseminasi Teknologi

VARIETAS LOKAL NANAS BIKANG

Selasa, 12 Nov 2019
Sumber Gambar : Koleksi BPTP Bangka Belitung

Pendahuluan

 

Di era milenial saat ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan semakin meningkat.  Salah satu indikasinya adalah dengan berubahnya pola konsumsi pangan.  Bahan pangan yang mengandung nilai gizi tinggi dan bermanfaat bagi pencegahan terhadap suatu penyakit menjadi prioritas konsumsi. Seiring dengan pesatnya ilmu pengetahuan dan penyebaran informasi, kini masyarakat Indonesia menyadari pentingnya asupan yang bergizi dan sehat dan salah satu slogan yang sering kita dengar adalah “Gizi seimbang dengan konsumsi sayur dan buah”.

 

Diantara banyaknya komoditas buah-buahan salah satunya adalah nanas. Nanas (Ananas comosus sp.) merupakan salah satu buah populer yang banyak dikembangkan dan dikonsumsi di wilayah tropis. Buah nanas memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap, terutama kandungan vitamin C, mineral mangan, dan air yang tinggi. Selain itu, buah nanas juga mengandung senyawa bromelian yang juga tinggi sehingga dapat digunakan untuk melembutkan daging.

 

Dalam tata nama atau sistematik (taksonami) tumbuhan, buah nanas (Ananas comosus) dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Nuraini, 2014) :

Kingdom       : Plantae (tumbuh-tumbuhan)

Divisi            : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

Kelas            : Angiospermae (berbiji tertutup)

Ordo            : Farinosae (Bromeliales)

Famili           : Bromeliaceace

Genus          : Ananas

Spesies         : Ananas Comosus

 

Produksi Buah Nanas Provinsi Kep. Babel

 

Walaupun bukan merupakan buah asli Indonesia, tetapi keberadaan Nanas yang tersebar luas di penjuru Nusantara membuatnya populer sebagai salah satu buah tropis kebanggaan kita termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, produksi buah Nanas pada tahun 2018 mencapai 6.088,7 ton. Produksi buah Nanas tersebut tersebar di 7 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan rincian  Kabupaten Bangka 2.490,8 ton, Belitung 262,2 ton, Bangka Barat 33,2 ton, Bangka tengah 177,9 ton, Bangka Selatan 182,8 ton, Belitung Timur 260,2 ton dan Kota Pangkalpinang sebanyak 2.681,6 ton (BPS, 2019).

 

Keanekaragaman Sumber Daya Genetik

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 37 Tahun 2011, plasma nutfah tanaman atau SDG (Sumber daya Genetik) tanaman adalah materi genetik dari tanaman yang mempunyai nilai atau potensial. Keanekaragaman sumber daya genetik telah dimanfaatkan untuk keperluan bahan makanan, pakaian, dan obat-obatan. Lebih dari 100 spesies biji-bijian, umbi-umbian, dan sagu di Indonesia dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat, dan sedikitnya 940 spesies tanaman telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional, untuk kosmetikaatausebagai bagian penting dalam upacara tradisional. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya genetik oleh masyarakat tradisional pada umumnya didasarkan pada akumulasi pengetahuan local dan kebijakan yang telah dipatuhi sebagai tradisi dan hokum adat yang turun temurun. Lebih dari 400 etnis masyarakat Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan hutan dalam kehidupannya sehari-hari, dan mereka memiliki pengetahuan tradisional yang tinggi dalam pemanfaatan tumbuhan lokal. Namun demikian, masih banyak jenis sumber daya genetik yang tumbuh di kawasan tropis belum dimanfaatkan secara optimal. Plasma nutfah yang sangat beragam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan kekayaan alam yang harus dilestarikan keberadaannya. Salah satu varietas lokal tanaman yang sangat beragam tersebut adalah tanaman Nanas.

 

Nanas Bikang

 

Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara umum sangat menyukai nanas. Adalah Lempah Kuning yang merupakan salah satu masakan khas dan sangat digemari masyarakat Provinsi Kep. Babel yang bahan utamanya adalah ikan laut dan nanas. Keberadaan nanas di Babel sudah turun temurun dari generasi ke generasi dan cukup banyak jenisnya. Diantara dari banyaknya jenis nanas lokal ada satu nanas lokal yang cukup terkenal yaitu Nanas Bikang.

 

Berdasarkan eksplorasi tim Sumber Daya Genetik BPTP Kepulauan Bangka Belitung, Nanas Bikang berasal Desa Bikang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Nanas Bikang menjadi salah satu icon untuk Kabupaten Bangka Selatan dan Nanas ini sangat di kenal di Pulau Bangka. Tekstur daging buah yang lembut dengan daging buah berwarna kuning dipadukan dengan rasanya yang manis dan menyegarkan menjadikan Nanas Bikang memiliki keunggulan tersendiri.

 

Pendafataran SDG Lokal

 

Varietas Lokal adalah varietas yang telah ada dan dibudidayakan secara turun temurun oleh petani, serta menjadi milik masyarakat dan dikuasai oleh Negara. Nanas Bikang , sebagai salah satu varietas lokal yang secara administrative masuk ke Kabupaten Bangka Selatan harus dilindungi keberadaannya agar tidak punah ataupun diklaim oleh negara lain. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan pendaftaran Nanas Bikang secara resmi yang ditujukan ke Kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP).

 

Pendaftaran Varietas merupakan kegiatan mendaftarkan suatu varietas untuk kepentingan pengumpulan data mengenai varietas lokal, varietas yang dilepas dan varietas hasil pemuliaan yang tidak dilepas, serta data mengenai hubungan hukum antara varietas yang bersangkutan dengan pemiliknya dan/atau penggunaannya. Dengan pendaftaran Nanas Bikang maka secara resmi tanaman yang masuk kategori Nanas ini menjadi milik Kabupaten Bangka Selatan. Kegiatan lanjutan setelah pendaftaran varietas lokal Nanas ini adalah kegiatan pelepasan varietas Nanas baik sebagai Nanas unggul lokal ataupun unggul nasional.

 

Ditulis Oleh             : Feriadi, S.P. (Penyuluh BPTP Kep. Babel)

 

Sumber Bacaan       : - Anonim. 2019. Provinsi Kep. Babel Dalam Angka Tahun 2019.

                            Badan Pusat Statistik (BPS). Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

                            - Anonim. 2019. Pedoman Pelaksanaan Percepatan Pendaftaran

                              Varietas Lokal Melalui Kerjasama Tahun 2019. Kantor Pusat

                               PVTPP. Jakarta.

 

http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/1181-perbanyakan-tanaman-nanas-secara-in-vitro

http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/

 

Sumber Gambar      : Dokumentasi BPTP Kep. Bangka Belitung

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook