Materi Lokalita
KALIMANTAN TIMUR > KABUPATEN KUTAI TIMUR > TELEN

Mengenal Tohangai (Kleinhovia hospita L.) sebagai tanaman obat dari Pulau Borneo

Sabtu, 09 Nov 2019
Sumber Gambar :

 

Keanekaragaman hayati Indonesiamenyimpan segala tanaman obat berkhasiat.  Salah satu tanaman obat yang patut dilestarikan adalah tahongai.  Tanaman ini tumbuh dan berkembang liar secara alami di Kaltim.  Habitatnya kebanyakan berada didaerah pinggiran.sungai.  Tanaman ini dikenal berbagai macam sebutan, ditepian sungai Mahakam tanaman ini dikenal dengan Lentongai, dimasyarakat yang hidup di sisi sungai Muara Wahau di kenal Temangar, tapi melalui kajian para ahli dan disepakati dengan nama Tahongai.(Kleinhovia hospita L.)

Sudah sejak lama, tanaman tahongai dijadikan obat oleh masyarakat suku Dayak di Kalimantan. Mereka percaya tanaman itu mempunyai beragam khasiat bagi kesehatan.  Antara lain mampu menurunkan serta memperkuat hati. Sayang,meski khasiatnya banyak tapi tanaman ini belum begitu dikenal masyarakat secara luas.

Tahongai, merupakan herbal yang luar biasa.  Pasalnya, kandungan dalam tanaman ini mampu membantu penyembuhan secara holistik.  Yaitu melalui pengeluaran racun atau detosifikasi dan menghentikan peradangan serta rasa sakit.  Disamping itu tahongai juga memiliki kemampuan sebagai anti alergi.

Menurut Hery, pria yang mematenkan merek “tahongai”, mengungkapkan tanaman tahongai sebagai obat yang bekerja memulihkan, menyehatkan dan memperkuat hati.  Sehingga dapat melakukan fungsinya dengan baik yaitu menyimpan mineral, vitamin dan gula.  Zat-zat tersebut yang akan digunakan sebagai bahan bakar, membersihkan dan menyaring racun-racun dari darah dan mengontrol produksi atau pengeluaran kolesterol.

Para peneliti dari Universitas Mulawarman (Unmul) Kaltim telah sejak 2007 berupaya mengurai data ilmiah tumbuhan ini, Tahongai diketahui mengandung senyawa aktif Eleutherol dan Kaempferol 3-glukosida yang berfungsi sebagai zat antioksidan.  Dari penelitian tersebut, ekstrak tahongai juga mampu mematikan sel kanker hati, yaitu HepG2,” kata Enos Tangke Arung, dosen dan peneliti Laboratorium Kimia hasil hutan Fahutan Unmul.

Pemanfaatan tahongai sebagai bahan obat-obatan herbal sangatlah sederhana, umumnya tanaman di olah secara tradisional melalui proses meliputi pengeringan daun (dijemur dibawah sinar matahari diantara jam 8 s/d 10) setelah kondisi setengah kering lalu dilakukan pengovenan, yang bertujuan untuk lebih mudah di remukkan dan lebih tahan lama dalam proses penyimpanan.  Bahan yang telah hancur dimasukkan kedalam kantong teh celup sebagai kemasan praktis dan lebih mudah dikonsumsi.

Dari informasi singkat ini, yok mari kita gali lagi tanaman obat-obatan yang ada di lingkungan kehidupan kita.  Mari kita jaga dan lestarikan plasma nuftah khas Kalimantan sebagai tanaman obat-obatan.

 

Dina Ariani, S.Sos

 

Editor Helmi, SP.

UPT PPPP Telen

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook