Materi Lokalita
SULAWESI TENGGARA > KABUPATEN KOLAKA > TANGGETADA

BUDIDAYA NANGKA MINI DI KECAMATAN TANGGETADA

Sabtu, 09 Nov 2019
Sumber Gambar : Google

Nangka merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari India dan menyebar ke daerah tropis termasuk Indonesia.  Di Indonesia pohon ini memiliki beberapa nama daerah antara lain nongko/nangka (Jawa, Gorontalo), langge (Gorontalo), anane (Ambon), lumasa/malasa (Lampung), nanal atau krour (Irian Jaya), nangka (sunda). Di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka pemerintah setempat memprogramkaan Budidaya Nangka Mini melalui anggaran Dana Desa dan  di harapkan pada tahun 2020 program ini akan terrealisasi.

Buah nangka terbagi 2 yaitu :

  1. Nangka buah besar: tinggi mencapai 20-30 m; diameter batang mencapai 80 cm dan umur mulai berbuah sekitar 5-10 tahun.
  2. Nangka buah kecil: tinggi mencapai 6-9 m; diameter batang mencapai 15-25 cm dan umur mulai berbuah sekitar 18-24 bulan.
  3. Varietas-varietas unggul nangka yang ditanam di Indonesia yaitu: nangka bilulang/nangka celeng, nangka cempedak, nangka dulang, nangka kandel, nangka kunir, nangka merah, nangka salak, nangka mini, dan nangka misin.

Adapun Manfaat dari tanaman ini adalah:

  1. Daging buah nangka muda (tewel) dimanfaatkan sebagai makanan sayuran.
  1. Tepung biji nangka digunakan sebagai bahan baku industri makanan (bahan makan campuran).
  2. Daun muda dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Syarat Tumbuh tanaman nangka mini sebagai berikut :

  1. Iklim
    • Curah hujan 1500-2500 mm
    • Suhu udara minimum 16-21 0C dan maks. 31 0C
    • Sangat membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesa
  1. Media tanam
  • Tanah gembur dan agak berpasir
  • pH tanah 6-7
  1. Ketinggian tempat
  • Pohon nangka dapat tumbuh dari mulai dataran rendah sampai ketinggian tempat 1.300 m dpl. Namun ketinggian tempat yang terbaik untuk pertumbuhan nangka adalah antara 0-800 m dpl.

Teknik Penyemaian Bibit

Biji disemai/ditanam ke dalam kantong-kantong plastik yang sudah tersedia di bedengan sedalam setebal biji, setelah itu ditutup lapisan tanah tipis. Biji akan berkecambah dengan rata-rata daya kecambah dan persen jadi tanaman ± 90 %. Semai muda dipotkan selambat-lambatnya setelah berdaun empat helai, karena bibit yang lebih tua sulit untuk dipindahtanamkan (transplanting). Kesulitan ini dapat diatasi dengan cara menyemaikan 1-2 benih langsung ke dalam satu wadah. Semai paling cocok disimpan di bawah naungan (50-70 % intensitas cahaya matahari penuh).

Cara pembiakan pohon nangka dengan okulasi memerlukan keterampilan khusus dan pengalaman dan persentase jadinya rendah. Keuntungannya antara lain cepat berbuah dan sifatnya induknya dapat diturunkan.Tanaman yang digunakan sebagai pangkal bawah adalah anakan nangka/cempedak yang asalnya dari biji.

 Pengolahan Media Tanam

  1. Apabila pH tanah bersifat terlalu asam atau basa maka perlu dilakukan beberapa upaya agar nangka bisa tumbuh dan memberikan hasil yang optimal.
  1. Apabila terlalu asam (pH<5) dapat ditambahkan kapur, jika terlalu basa (pH>7)bisa ditambahkan belerang.
  2. Dosis yang dipakai tergantung pada kondisi tanahnya namun sebagai pedoman 1 kg kapur atau belerang untuk 1 m 3 lobang tanam.

Pemupukan

Pada lobang tanam, tanah hasil galian dicampur dengan pupuk kandang 20 kg/lubang dan dolomit 0,5 kg/lubang (untuk menaikkan pH). Tanah campuran ini dimasukkan ke lubang 2-3 minggu sebelum penanaman. Seminggu sebelum tanam berilah pupuk NPK (15-15-15) 100 gram ke dalam lubang penanaman.

Tehnik penanaman

Pohon nangka yang dipelihara di kebun buah jarak tanamnya 8 – 12 m, dalam pola segi empat atau segi enam: kepadatan yang umum adalah 100-120 batang/ha. Jarak tanamnya antara lobang tanam 12 x 12 m atau 4 x 6 m. 2) Pembuatan Lobang Tanam Lubang tanam dibuat dengan ukuran 0,5 x 0,5 x 0,5 m atau 1 x 1 x 0,5 m.

Pemeliharaan tanaman meliputi :

  1. Penjarangan/Penyulaman
  1. Penyiangan
  2. Pemupukan
  3. Penyiraman
  4. Pengendalian hama penyakit
  5. Panen dan pasca panen

 

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook