Gerbang Nasional

Medan Tempur Pertanian Dimulai dari Kecamatan, Kopassusnya dari BPP

Rabu, 06 Nov 2019
Sumber Gambar : tabloidsinartani.com

Pembangunan pertanian kini terus semakin didorong. Bahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta agar seluruh komponen pertanian maju ke Medan pertempuran pembangunan pertanian.

"Lokus pembangunan pertanian ada di kecamatan. Menteri Pertanian menyebut Istilahnya Medan tempur Pertanian," ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi saat Verifikasi dan Validasi Data Simluhtan se-Provinsi Bali di Denpasar, Kamis (31/10).

Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) di era kepemimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) membentuk Sistem Komando Strategis Pembangunan Pertanian  mulai dari level kecamatan, kabupaten provinsi hingga pusat. "Di tingkat kecamatan akan berbentuk Konstra Tani, di Kabupaten Konstra Daerah dan di Provinsi berupa Konstra Wilayah dan di Pusat bernama Konstra Nasional," tuturnya.

Prof Dedi Nursyamsi menambahkan Konstra Tani  merupakan kesatuan berupa pasukan khusus (kopassus) pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. Pasukannya tentu saja penyuluh yang terdiri dari PNS, THLTBPP, penyuluh swasta hingga penyuluh swadaya. Penyuluh tanaman pangan , penyuluh perkebunan, POPT termasuk pengawas benih, bibit hinga petugas data. Diperkuat juga oleh Babinsa dan Babinkamtibmas.

"Pasukan kostra tani ini harus kuat  dan hebat. karena merekalah yang nanti akan melaksanakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan," tuturnya.

Lebih lanjut Prof Dedi menuturkan Kostra Tani merupakan penguatan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada dengan diperkuat tugas, fungsi dan perannya dalam pembangunan pertanian. Karenanya sarana prasara BPP tersebut didukung. Termasuk, peningkatan kapasitas ketenagaannya, kelembagaan petani dan penyuluh. "Penyelenggaraan di tingkat kecamatan juga harus disuport habis habisan," tukasnya.

Langkah kongkritnya, BPP tersebut harus berbasis IT dan Kementan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo) terkait penguatan jaringan internet di level desa dan kecamatan .

"Sarana prasarana komputer yang harus diperkuat tentunya tenaga IT yang terlibat untuk operasional dan pemeliharaannya serta merekam data yang ada di kecamatan, misalnya data luas sawah, luas tanam, luas panen atau bahkan kejadian kekeringan, banjir, hingga serangan hama. Termasuk standing corp yang ada di kecamatan," tuturnya.

Prof Dedi menuturkan data-data pertanian tingkat kecamatan tersebutlah yang harus ada di Konstra Tani nantinya. Di tingkat pusat, ruang kendali tersebut bernama Agriculture War Room (AWR). "Dari AWR tersebut bisa dimonitor oleh Menteri. Dimana ada standing corpnya?.Produktivitasnya berapa, gabahnya berapa dari data BPS. Dari data -data tersebut bisa disimpulkan stok pangan dan sebagainya," tuturnya.

100 BPP

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati menuturkan akan ada 100 BPP dari 10 Provinsi sentra pangan dan sentra pertanian lainnya.  Leli menuturkan sebagian besar terpusat di Pulau Jawa. Pusluhtan melakukan seleksi BPP di Jawa dengan melihat luasan tanam yang dibina.  "Konstra Tani dari 100 BPP tersebut untuk 3 bulan mendatang (100 hari kerja). Nanti Menteri bisa melakukan video conference langsung untuk memantau," tuturnya.

Menuju kesana, Pusluhtan melakukan verifikasi kondisi BPP yang akan dijadikan pilot Project Konstra Tani, mulai dari fisik, dan sarana prasarana. "Kita lakukan verifikasi lokasi dan keberadaan BPP tersebut kemudian kita drop sarana prasarana komputer dan internet hingga Drone," tuturnya.

Tak hanya penguatan secara fisik, penguatan kapasitas dan operasional juga dilakukan Pusluhtan kepada 4 jenis SDM yang ada di BPP yang menjadi Konstra Tani. "Koordinator BPP, admin, Babinsa hingga penyuluh BPP di BPP tersebut," tuturnya.

Mengenai AWR yang tengah dipersiapkan oleh Kementan, Leli menuturkan tengah dalam tahap pembangunan ruangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian dan akan dilaunching oleh Presiden RI, Joko Widodo. 

sumber berita : tabloidsinartani.com
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook