Diseminasi Teknologi

PERTANIAN BIOINDUSTRI SOLUSI SEJAHTERAKAN PETANI

Rabu, 30 Okt 2019
Sumber Gambar : BPTP Gorontalo

Tantangan dan permasalahan pembangunan pertanian saat ini semakin besar seperti degradasi sumberdaya pertanian, variabilitas dan ketidakpastian iklim, konversi dan alih fungsi lahan, serta pencemaran di sektor pertanian menjadi ancaman sekaligus tantangan dalam mewujudkan sistem pertanian bioindustri yang berkelanjutan.

Proses bioindustri juga dikenal dengan proses produksi yang mampu menghilangkan dampak polusi dan sekaligus menawarkan berbagai produk yang tidak merusak lingkungan. Jadi konsep ini menyediakan berbagai siklus produk melalui proses produksinya yang tidak menghasilkan polusi dan tidak ada akhir dari sebuah produk setelah selesai digunakan, dan tidak menjadi sampah. Produk-produk dalam suatu proses akan menjadi residual yang tetap dapat digunakan kembali sebagai input bagi proses lainnya yang biasa disebut zerowaste.

Didalam prakteknya pertanian bioindustri telah dilaksanakan di Provinsi Gorontalo dengan pendekatan integrasi antara ternak dan padi. Rekayasa yang dilakukan dilapangan selalu diawali dengan kajian diagnostik, kemudian penyiapan teknologi yang dirancang menjadi pengembangan model. Keuntungan bagi petani bila menerapkan pertanian bioindustri adalah 1) Petani memiliki pilihan untuk menggunakan sumberdaya produksi yang diproduksi sendiri, 2) Dapat mengurangi resiko kegagalan dalam berusaha tani, 3) Lebih efisien dalam penggunaan bahan produksi, 4) Ramah terhadap lingkungan, 5) Meningkatkan hasil serta kualitas produksi.

Sistem integrasi padi-ternak sapi (Crop livestock system) merupakan salah satu kunci alternatif dalam meningkatkan produksi tanaman dan ternak sekaligus juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Prinsip integrasi tanaman-ternak dengan pendekatan “zero waste” atau bebas limbah yaitu memanfaatkan limbah tanaman sebagai sumber pakan bagi ternak dan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk untuk mencapai produksi. Dengan demikian sistem integrasi ternak dengan tanaman pangan tidak hanya meningkatkan nilai tambah dari limbah pertanian yang dihasilkan, tetapi juga meningkatkan jumlah dan kualitas pupuk organik yang berasal dari ternak sehingga mampu memperbaiki kesuburan lahan.

Inovasi teknologi yang dikembangan diantaranya adalah teknologi budidaya ternak, teknologi budidaya padi serta pengolahan limbah pertanian dan peternakan. Teknologi budidaya tanaman pangan dikaitkan dengan pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu padi sawah dengan keluaran beras sehat organik. Teknologi pengolahan limbah sebagai bahan pakan ternak sebagai kunci keberhasilan sistem integrasi padi-ternak, disamping pengolahan kompos dan bioslury untuk kesuburan lahan. Selain itu dengan teknologi biodegester akan menghasilkan energi yang berasal dari pengolahan limbah ternak yang bermanfaat bagi rumah tangga tani.

Pengembangan pertanian bioindustri berbasis integrasi padi-ternak perlu dibarengi dengan upaya peningkatan ketrampilan sumberdaya manusia serta pembinaan terhadap kelembagaan kelompok tani agar menjadi unit-unit usaha yang mampu menyelesaikan permasalahan petani dan mampu memfasilitasi segala kebutuhan para anggota. Keberhasilan pengembangan pertanian bioindustri bukan hanya dilihat dari penerapan aspek teknis yang baik atau meningkatnya nilai tambah ekonomi, namun secara kelembagaan dan koordinasi yang baik antar lembaga/intansi akan mampu mengembangkan pertanian bioindustri secara berkelanjutan dan berbasis kawasan, Pertanian bioindustri merupakan peluang yang bagus untuk pengembangan usaha pertanian maupun peternakan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook