Gerbang Nasional

Metode Demfarm, Kementan Dorong Petani Karawang Bentuk Koperasi Prime

Jum'at, 25 Okt 2019
Sumber Gambar : berita2bahasa.com

Kementerian Pertanian RI mengharapkan terbentuknya `koperasi primer` di lima desa di Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat mengingat kegiatan metode percontohan pertanian [demonstration farming disingkat Demfarm] telah dilaksanakan sejak 2018 dan akan berlangsung hingga 2020 oleh Balai Besar Pasca Panen - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian [Balitbangtan] di lima desa: Jayakerta, Jayamakmur, Medang Asem, Kampung Sawah dan Ciptamarga.

Hal itu mengemuka pada kegiatan Bimbingan Teknis [Bimtek] `Penumbuhkembangan Kelembagaan Petani Mendukung Demfarm Korporasi Petani` di Kabupaten Karawang pada Rabu [23/10] yang dibuka oleh Leli Nuryati, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP Kementan] yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Pemkab Karawang, M Hanafi Chaniago; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemkab Karawang,  Asep Junaedi; Camat Jayakerta, Budiman Achmad; Kepala BB Pasca Panen Balitbangtan, Prayudi Syamsuri; Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan - Pusluhtan BPPSDMP, I Wayan Ediana; kepala UPTD pengelola pertanian kecamatan; para penyuluh pertanian; dan  para kepala desa.

"Koperasi merupakan salah satu terobosan dalam upaya pemberdayaan petani dalam pengembangan usaha yang dikelola oleh petani secara profesional di sektor pertanian," kata Leli Nuryati dalam arahannya kepada hampir 200 peserta Bimtek terdiri atas calon pengurus koperasi dan para petani yang akan menjadi anggota koperasi primer.

Dia mengharapkan kepada camat, para kepala desa dan seluruh peserta Bimtek yang digelar Pusluhtan BPPSDMP Kementan, terkait kebutuhan usahatani agar dapat diidentifikasi oleh penyuluh pertanian dan petugas setempat, untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi petani terkait penyediaan sarana produksi [Saprodi], permodalan dan pemanfaatan alat mesin pertanian [Alsintan].

Kadistan M Hanafi Chaniago mengatakan mendukung sepenuhnya kegiatan demrfarm ini  agar semua petani yang terlibat di lima desa dapat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.

"Kegiatan demfarm ini bukan hanya untuk kegiatan pertanian, juga dapat menjadi destinasi wisata, edukasi di bidang pertanian dan museum pertanian," katanya.

Pemkab Karawang, katanya, juga juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan demfarm ini berupa Asuransi Usahatani Padi (AUTP) berupa bantuan premi yang selama ini ditanggung oleh petani sebesar Rp36.000 per hektar per musim tanam, semua biaya premi ini ditanggung oleh pemda kabupaten Karawang.

Kadiskop UKM Asep Junaidi mengatakan bahwa pendirian koperasi berperan penting untuk mendukung perekonomian pedesaan dan kesejahteraan petani sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

"Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo pada Rakernas Kementan pada 5 Januari 2015 menyatakan bahwa kita harus bisa mengkoorporasikan petani. Petani ini bila sudah clusstering-nya dapat, kemudian tahapan berikutnya di korporasikan. Artinya skala ekonomi itu harus ada, tanpa itu kalau hanya kecil-kecil tidak ada skala ekonomi tidak ada efisiensi di situ," katanya.

Leli Nuryati mengharapkan kegiatan Bimtek dapat dilanjutkan di masing-masing desa yang didampingi oleh tim dari dinas koperasi dan UKM, penyuluh pertanian pusat dan kecamatan, mahasiswa Polbangtan dan perangkat desa. Dijadwalkan Bimtek berlanjut di Desa Jayamakmur dan Ciptamarga hari ini [24/10] di Desa Medang Asem, Kampung Sawah dan Jayakerta.

"Demfarm ini akan dikawal dan didampingi secara berkelanjutan oeh petugas yang terdiri dari penyuluh pertanian pusat dan kecamatan, petugas koperasi, petugas dari BB Pasca Panen dan PSE KP serta mahasiswa Polbangtan. Semoga koperasi yang akan dibentuk nantinya dapat berjaan sesuai yang diharapkan," kata Leli Nuryati. [Liene]

Sumber berita: berita2bahasa.com

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook