Materi Penyuluhan

teknologi budidaya alpukat berbuah cepat berkualitas ekspor

Jum'at, 11 Okt 2019
Sumber Gambar : internet

buah alpukat merupakan  buah yang kaya mengandung  banyak vitamin dan digemari oleh semua kalangan masyarakat, namun banyak masyarakat/ petani yang belum menerapkan teknologi budidaya buah alpukat dengan baik agar pohon cepat berbuah banyak dan matang d?ng?n berkualitas ekspor. penerapan teknologi budidaya buah alpukat yang berkualitas ekspor tersebut yang perlu diperhatkan yaitu : pilih varietas unggul yang  berkualitas mempunyai sifat bisa adaptasi dan toleran terhadap penyakit dan hama serta mempunyai tingkat produktivitas ??ng tinggi, buahnya ?un seragam d?ng?n bentuk oval dan berukuran sedang serta daging buah ??ng t?d?k berserat dan berkualitas baik d?ng?n biji berukuran kecil ??ng melekat tepat pada rongga bijinya serta kulit alpukat ??ng licin. varietas buah alpukat unggulan dikenal d? indonesia, yaitu alpukat hijau panjang dan alpukat hijau bundar .


syarat tumbuh
buah alpukat yang baik harus memperhatikan beberapa hal penting terutama pada penanaman di mulai pada saat : 1) musim hujan; 2) cukup angin yang fungsinya untuk sarana yang membantu proses penyerbukan bunga calon buah alpukat. ??l??n untuk membantu proses tersebut, angin juga di perlukan untuk b??? mematahkan percabangan dan ranting tanaman alpukat ??ng tergolong rapuh dan mudah patah;  dan 3) cukup sinar matahari tanaman alpukat dapat tumbuh dengan baik apabila mendapatkan cahaya matahari 40-80%. tanaman alpukat b??? tumbuh d?ng?n baik d? dataran rendah maupun dataran tinggi, yang terpenting ketiga hal tersebut di atas bisa terpenuhi. cara menanam alpukat agar cepat berbuah banyak, 2 hal yang perlu dipenuhi untuk memperoleh hasil yang optimal yaitu : 1) media tanam, pastikan untuk memilih tanah ??ng gembur, mengandung banyak bahan organik dan t?d?k mudah tergenangi ?l?h air seperti tanah lempung berpasir, lempung endapan dan lempung liat adalah kriteria jenis tanah yang baik untuk memulai menanam buah alpukat; dan 2) bibit, penyiapkan bibit b??? didapatkan dengan 3 cara yaitu secara generative d?r? bijinya atau secara vegetative d?ng?n penyambungan pucuk atau enten dan penyambungan mata atau okulasi untuk  menghasilkan buah alpukat d?ng?n ??ng?t cepat dianjurkan menggunakan proses penanaman okulasi atau enten b????n?? dilakukan pada pohon pangkal ??ng berusia 8-10 bulan. penyiapan tanam  : 1) persiapan lahan tanam : lahan untuk budidaya alpukat dibersihkan dari tunggul – tunggul pohon, semak semak, dan bebatuan kemudian  dicangkul sedalam 30 cm atau diolah dengan handtraktor  diupayakan pengolahan lahan dilakukan saat musim kemarau sehingga penanaman bibit alpukat dapat dilakukan pada awal  musim hujan; 2) pembuatan lubang tanam : lubang tanam dibuat dengan kedalaman 70  cm, lebar 70 x 70 cm, lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu pada saat menggali, tanah bagian atas dan bawah dipisahkan selanjutnya lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula dan tanah bagian atas dicampur dulu dengan 25 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang. lubang tanam yang sudah ditutup tanah diberi tanda berupa ajir agar posisi tanam tidak keliru; 3) cara penanaman: (a) saat yang sesuai untuk penanaman bibit alpukat adalah awal musim hujan, sehingga bibit bisa langsung tumbuh, (b) lubang tanam yang telah ditutup digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit, (c) polybag diiris  agar bibit bisa dikeluarkan dengan aman tanpa menggoyahkan akar bibit, (d) bibit beserta tanahnya  dimasukkan dalam lubang hingga leher batang dan setelah ditimbun bibit diikat dengan ajir, (e) setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan,(f) naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur , peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2 – 3 minggu, (g) jarak tanam alpukat unggul dengan perbanyakan okulasi atau sambung pucuk atau enten adalah 6 m x 6 m, dengan popolasi 278 pohon per ha. bisa juga ditanam dengan jarak tanam 7 m x 7 m dengan populasi 204 tanaman per ha.

 

pemeliharaan tanaman : 1) penyiangan, gulma adalah tumbuhan yang tumbuh tidak dikehendaki. gulma akan menjadi kompetitor bibit alpukat dalam menyerap nutrisi di dalam tanah. agar tanaman alpukat tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi secara rutin, 2) penggemburan tanah, tanah sekitar perakaran lama kelamaan akan padat akar tanaman akan menyerap nutrisi dengan baik apabila ada rongga udara dan air yang cukup. maka tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan secara periodik. saat penggemburan dilakukan dengan hati-hati agar akar tidak putus, 3) penyiraman, bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. waktu yg tepat untuk menyiram adalah pagi / sore hari. bila hari hujan tidak perlu disiram lagi, 4) pemangkasan tanaman, pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi penutup luka seperti parafin cair. pemupukan: tanaman alpukat mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. pemupukan diberikan sedikit namun lebih sering, yaitu 4 kali dalam setahun. sebelum pemupukan perlu dibuat lubang melingkar tepat di bawah tepi tajuk tanaman sedalam 30 cm. pupuk ditebar ke dalam lubang kemudian ditimbun tanah lagi. pemakaian pupuk  secara bertahap sesuai umur tanaman dan seimbang antara  pupuk organik ( pupuk kandang, aritech, hortech, mosa gold) dan pupuk an organik ( urea, sp36, dan kcl). (lilik winarti , penyuluh pertanian pusat)

pusataka : internet (http://ternak38.blogspot.com/2018/03/cara-menanam-alpukat-agar-cepat-berbuah.html)

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook