Gerbang Daerah
NUSA TENGGARA TIMUR > KABUPATEN ALOR > ALOR TIMUR LAUT

puluhan hektar (ha) lahan sawah di bukapiting terancam kekeringan

Kamis, 10 Okt 2019
Sumber Gambar : opservasi lapangan....

puluhan hektar (ha) lahan sawah di bukapiting

terancam kekeringan

potensi lahan yang tersedia dan tanah yang subur menjadi kebanggaan setiap orang dalam giat usaha bercocok tanam, namun hal ini terasa tiada apabila faktor pendukung seperti air irigasi yang belum memadai serta dukungan sarana transportasi jalan tani/jalan produksi dan alat mesin pertanian yang belum cukup dan menjangkau....

keadaan ini dirasakan oleh masyarakat kab. alor provinsi nusa tenggara timur yang berada di kecamatan alor timur laut, terkhusus pada desa waisika dan desa kamot yang dekat ibu kota kecamatan, potensi air pada irigasi bukapiting cukup, namun yang menjadi kendala adalah tatakelola air melalui pemberdayaan petani pemakai air (p3a) yang belum berfungsi secara baik, ini dikemukakan oleh masyakat yang tidak disebut namanya, bahwa sumber air yang ada di bendungan bukapiting desa waisika airnya besar, akan tetapi  tidak dapat tertampung dikarenakan bendungan yang telah tertimbun penuh dengan material batu pasir setiap musim hujan dan banjir tiba, jadi bendungan itu sudah penuh dengan batu, kayu-kayu besar, terus pasir jadi sudah tidak bisa tampung air kata masyarakat tersebut, hal yang berikut katanya bahwa, air tiap hari jalan tanpa ada yang mengatur/mengontrol kadang terbuang saja  kembali kesungai, debet airnyapun kecil karena dari sungai langsung masuk ke irigasi belum lagi ada masyarakat yang berdomisili di sepanjang aliran air irigasi dari bukapiting kepakilai timur dan kamot dengan semau mereka membobol dan merusak saluaran irigasi demi keperluan pribadi mereka, aktifitas masyarakat ini sudah dilakukan peneguran, peringatan dari sesama warga pemakai air, bahkan ditindak langsung oleh aparat tni koramil 1622-03  maritaing bersama jajarannya namun hal ini tidak menyelesaikan persoalan karena tidak adanya pengawasan, peneguran dari aparat desa maupun petugas  (p3a) yang ditugaskan oleh pemerintah untuk mengelola air dengan baik, sehingga air yang sudah tidak ada penampungan dikelola dengan cara-cara yang kurang baik mengakibatakan puluhan hektar lahan yang berada di persawahan pakilai timur sampai kamot mengalami gagal tanam setiap musim kemarau.

hal yang sama juga dirasakan oleh masyarakat yang bercocok tanam padi sawah di lokasi pakilai barat (sawah kemang) tepatnya di bawah kantor camat alor timur laut, penderitaan yang sama juga dirasakan masyarakat disini, penyebabnya adalah irigasi fatau yang berada tepat di bawah kantor camat alor timur laut ini tidak juga mampu mensuplai air yang cukup untuk lahan sawah yang mengalami kekeringan karena debet airnya kecil karena saluran irigasi yang jebol, lebih parah lagi air ini hanya mampu menggenangi satu petak sawah dalam waktu 3 hingga 4 jam, akan tetapi  rela di antri oleh masyarakat sejak malam sampai pagi, dan bagi mereka yang memiliki lokasi paling  terbelakang atau jauh dari sekitaran mata air tidak bisa menanam padi karena tdk dapat air.

oleh sebab itu telah ada upaya sebelumnya untuk menangkap air dari saluran irigasi tuleng, namaun tetap saja meninggalkan perih bagi masyarakat karena irigasi sekunder yang sudah di bangun beberapa tahun lalu dan telah mengairi satu hamparan besar sudah patah sekitar 7 hingga 10 meter akibat gempah bumi sejak beberapa tahun belakangan ini ditambah lagi salurannya yang masih bayak berlubang dan pecah sehingga irigasi ini sudah tidak ada fungsinya sama sekali buat masyarakat. 

tentu ini menjadi perhatian berbagai pihak terutama pemerintah dan dinas instansi terkait sehingga dapat membantu  masyarakat dalam mensukseskan masyarakat alor yang kenyang, sehat dan pintar.

 

penulis : fransiskus x. katfa, sst

admin smipp bpp alor timur laut.

 

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook