Diseminasi Teknologi

metode demplot bawang merah di lahan bpp oleh penyuluh kecamatan kepahiang

Selasa, 08 Okt 2019
Sumber Gambar : dokumen kegiatan demplot kapasitas penyuluh daerah

dalam menunjang keber-hasilan pengembangan dan kinerja kegiatan diseminasi inovasi hasil litkaji perlu didukung dengan sdm pertanian yang professional, kreatif, inovatif dan berwawasan global dalam penyelenggaraan penyuluhan yang produktif dan efisien, termasuk penyuluh pertanian yang diharapkan dapat bertindak sebagai agen pembaharuan (receiving system) atau penerima sekaligus pengguna dan penjaring umpan balik teknologi didiseminasikan.

keberhasilan penyelenggaraan penyuluhan pertanian selain didukung oleh pemilihan media dan metode penyuluhan yang tepat sesuai dengan karakteristik sasaran, yang meliputi karakter sosial, ekonomi, dan kultur. juga tidak kalah penting adanya peranan sumberdaya manusia sebagai penggeraknya, dalam hal ini adalah penyuluh pertanian sendiri yang secara berkesinambungan harus memiliki kompetensi pengetahuan yang uptudate. tepat tidaknya penyuluh dalam menggunakan metode penyuluhan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi percepatan adopsi suatu teknologi secara lengkap, sistematis, dan aplikatif, yaitu dengan mengoptimalkan kinerja dari kemampuan dan keterampilan secara menyeluruh.

peningkatan pengetahuan, keterampilan dan profesionalisme penyuluh serta penguasaan materi penyuluhan yang akan di sampaikan, merupakan bagian yang penting dalam proses adopsi inovasi kepada pengguna. maka dilaksanakanlah kegiatan metode penyuluhan, berupa demontrasi inovasi pertanian di kabupaten kepahiang provinsi bengkulu. dalam pelaksanaannya kegiatan ini langsung dilakukan oleh penyuluh, yaitu berupa pelaksanaan demplot percontohan inovasi teknologi komoditas bawang merah di lahan bpp kecamatan kepahiang dengan paket teknologi menerapkan komponen teknologi balitbangtan.

demplot bawang merah varietas batu ijo seluas 500 m2 dilahan bpp/bp3k kecamatan kepahiang, dilakukan pada bulan oktober – desember 2018 (musim hujan) atau diluar musim (of season).

teknologi budidaya yang diaplikasikan, antara lain; olah tanah sermpurna (pemberian: pupuk organik 10 ton/ha, kapur 10 ton/ha, pupuk dasar anorganik npk=200 kg/ha, trichoderma 5kg/ha, dan insektisida bahan aktif carbofuran 20 kg/ha); penggunaan mulsa (mphp); bedengan lebar 1m, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 40 cm; benih digunakan varietas batu ijo ditanam umur 60 hari berupa umbi; penyiangan gulma secara berkala per 2 minggu; pemupukan anorganik, ulangan i npk 200 kg/ha dan ulamgan ii npk 200 kg/ha; pengendalian hpt terpadu.

panen demplot bawang merah varetas batu ijo dilakukan pada umur 65-70 hst (hari setelah tanam), dimana untuk jarak tanam 15 cm x 15 cm memberikan hasil sebesar 19,26 ton/ha dan untuk jarak tanam 15 cm x 20 cm memberikan hasil sebesar 16,70 ton/ha.

pelaksanaan demplot bawang merah yang dilakukan langsung oleh seluruh penyluuh pertanian bpp/bp3k kecamatan kepahiang telah memberikan dampak langsung pada pengembangan metode penyuluhan, berupa; 1) pelaksnaan demontrasi langsung oleh penyuluh; 2) media penyampaian teknologi langsung pada pengguna yang mengunjungi bp3k; 3) metode upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan penguasaan inovasi bagi penyuluh pertanian secara utuh, dan 4) pemanfaatan lahan bpp/bp3k sebagai media penyuluhan melalui metode demplot atau petak percontohan budidaya bawang merah varietas batu ijo dilahan bpp.

dengan cara membuat lahan percontohan inovasi teknologi yang didiseminasikan, maka pengguna maupun petani dapat melihat dan membuktikan secara nyata penerapan dan hasil dari inovasi yang didemontrasikan atau dicontohkan (ruswendi).

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook