Materi Lokalita
JAWA TIMUR > KABUPATEN MADIUN > SARADAN

cara membedakan tanaman porang dengan tanaman suweg, walur, dan iles-iles putih

Kamis, 03 Okt 2019
Sumber Gambar : dokumen pribadi

 

porang (amorphophallus mueleri blume) merupakan komoditas pertanian yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir dan perbincangan baik itu di masyarakat maupun di sosial media, bahkan banyak orang baik itu yang berlatar belakang petani mauapun bukan petani yang tergiur untuk belajar menjadi petani porang karena tanaman porang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi serta merupakan komoditas eksport.

akan tetapi sebelum terjun membudidayakan tanaman porang, alangkah baiknya kita harus mengenal terlebih dahulu dengan tanaman porang karena ada beberapa tanaman yang fisiknya mirip dengan tanaman porang baik itu bentuk batang serta umbinya, bahkan banyak petani pemula yang salah membedakan tanaman porang dengan tanaman tersebut. beberapa tanaman tersebut diantaranya yaitu :

  1. suweg (amorphophallus campanulatus forma hortensis)
  2. walur (amorphophallus campanulatus forma sylvestris)
  3. iles-iles puti (amorphophallus variabilis)

dilihat secara fisik tanaman porang ini memiliki ciri yang hampir sama terutama bentuk batang dan umbinya, tetapi ada beberapa ciri-ciri yang membedakan tanaman porang dengan 3 tanaman tersebut, ciri-cirinya yaitu:

  1. porang (amorphophallus mueleri blume)

daun        : daun lebar,ujung daun runcing dan berwarna hijau muda.

batang     : kulit batang halus dan berwarna belang-belang hijau dan putih.

umbi        : pada permukaan umbi tidak ada bintil, umbi berserat halus (seperti kristas) dan berwarna kekuningan keorenan.

lain-lain   : pada setiap pertemuan cabang ada bubil/katak (bibit porang)

  1. suweg (amorphophallus campanulatus forma hortensis)

daun         : daun kecil,ujung daun runcing dan berwarna hijau muda mengkilap.

batang     : kulit batang agak kasar (ada duri) dan berwarna belang-belang hijau dan putih.

umbi        : pada permukaan umbi banyak bintil dan kasar, umbi berserat halus dan berwarna putih.

lain-lain   : pada setiap pertemuan cabang tidak ada bubil/katak . umbi bisa dikonsumsi setelah direbus

  1. walur (amorphophallus campanulatus forma sylvestris)

daun         : daun kecil,ujung daun runcing dan berwarna hijau muda mengkilap.

batang      : kulit batang kasar dan berwarna hijau keunguan dan bercak putih.

umbi        : pada permukaan umbi banyak bintil dan kasar, umbi berserat halus dan berwarna putih.

lain-lain    : pada setiap pertemuan cabang tidak ada bubil/katak

  1. iles-iles putih (amorphophallus variabilis)

daun           : daun kecil,ujung daun runcing dan berwarna hijau tua.

batang        : kulit batang halus dan berwarna keunguan dan bercak putih.

umbi          : pada permukaan umbi  ada bintil, umbi berserat halus dan berwarna putih.

lain-lain     : pada setiap pertemuan cabang tidak ada bubil/katak

 

dari perbedaan ciri-ciri tanaman porang dengan tanaman walur, suweg, dan iles-iles putih yang paling mencolok yaitu tanaman porang pada setiap pertemuan cabang daun ada bubil/katak (bibit porang) sedangkan tanaman lain tidak ada, dan umbi porang jika dibelah berwarna kuning keorenan dan teksturnya seperti kristas.

 

 

*) disusun oleh : yoyok triono

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook