Diseminasi Teknologi

CARA JITU MENYUBURKAN DAN MENETRALKAN TANAH

Senin, 30 Sep 2019
Sumber Gambar : Koleksi pribadi

Bagi tanaman yang paling terpenting dan sangat dibutuhkan adalah tanah yang subur. Tanah yang subur merupakan syarat utama bagi tanaman untuk tumbuh dengan baik. Tanah yang subur dapat dilihat dari ciri-ciri warna tanah coklat kehitaman dikarenakan mengandung banyak humus dan bahan organik serta unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Selain itu tanah yang subur harus dalam kondisi netral (derajat keasaman) yaitu tidak dalam kondisi basa atau asam. Tanah yang memiliki pH tanah netral memiliki banyak keuntungan. Tanaman mampu tumbuh dengan baik sehingga produksinya dapat optimal. Tanaman juga mampu optimal dalam penyerapan unsur hara yang terdapat dalam pupuk karena pada kondisi netral unsur hara mudah larut dalam air (unsur P) sehingga unsur hara tersebut pada kondisi tersedia. Unsur P (fosfor) tersedia ini sangat dibutuhkan tanaman terutama pada fase pertumbuhan awal. Pembentukan akar menjadi sempurna. Penyerapan unsur K (kalium) juga sempurna sehingga tanaman tahan terhadap serangan hama penyakit dan tahan terhadap kekeringan.

Kondisi tanah yang tidak netral dapat segera dilakukan perlakuan terlebih dahulu oleh petani. Disarankan kepada para petani, bahwa sebelum melakukan proses budi daya tanaman, untuk melakukan pemeriksaan pH tanah. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilakukan tindakan apa selanjutnya yang perlu dilakukan, yaitu apakah memberikan kapur pertanian/dolomit atau memberikan bahan organik bagi tanah yang mengandung pH basah.

Perlu diketahui jika pH tanah dimulai dari 0 – 14, jika saat pengujian keasaman tanah menunjukkan rentang angka 0 – 5,9 maka tanah tersebut masuk pada tanam asam, sedangkan tanah basa jika tingkat keasaman tanah menunjukkan angka antara 8,1 – 14. Kondisi tanah normal atau netral jika tingkat keasaman berada adi angka 6 – 8.dan kondisi ideal berada di angka 6,5 – 7,5.

Setelah dilakukan pengukuran dan telah diketahui status keasaman tanah anda asam atau basa maka perlu dilakukan beberapa cara untuk menetralkan pH tanah secara alami. Untuk kondisi tanah asam yang perlu dilakukan adalah meningkatkan nilai pH-nya dengan cara pengapuran dengan menggunakan Kapur Pertanian atau Dolomit. Tentunya sebelum menabur Kapur Pertanian/Dolomit, kita selaku pelaku tani harus terlebih dahulu mengetahui berapa kadar ph tanah tersebut, sehingga dosis yang kita berikan sesuai kebutuhan.

Penambahan kapur dapat dihitung dengan cara sebagai berikut : Bila pH tanah anda telah diketahui adalah 4,5. dan pH tanah netral yang kita inginkan 6, maka dilakukan pengurangan 6 – 4.5 = 1,5. Sehingga berdasarkan tabel nilai selisih pH 1.5 maka pemberian kapur pertanian/dolomit sebanyak 5.23 ton/Ha. Penambahan kapur selanjutnya dapat diberikan lagi setelah tahun ke-6.

Idealnya kegiatan pemberian kapur pertanian/dolomit dilakukan minimal 40 hari sebelum pemupukan. Jadi tidak dianjurkan untuk melakukan pemupukan dan pengapuran menggunakan dolomite secara bersamaan. Hal ini disebabkan karena apabila pemupukan dan pengapuran dilakukan bersamaan, akibatnya akan terjadi reaksi antara kapur dengan pupuk. Perlu diketahui bahwa pupuk kimia seperti NPK, TSP, maupun ZA adalah pupuk yang bersifat asam karena mengandung belerang akan di netralkan oleh kapur dolomit yang jelas bersifat basa. Nah dengan demikian tentu akan berdampak pada pH tanah yang tidak naik dan justru menurun, sehingga nutrisi untuk tanaman menjadi tidak tersedia.

Sedangkan untuk menetralisir kadar pH yang bersifat basa pada tanah tidak semudah mengubah pH asam. Salah satu cara yang bisa anda lakukan yaitu dengan menambahkan belerang. Menetralkan pH basa pada tanah dilakukan dengan pemberian sulfur atau belerang. Pemberian belerang bisa dalam bentuk bubuk belerang atau bubuk sulfur yang mengandung belerang hampir 100% . Pemberian pupuk yang mengandung belerang kurang efektif jika digunakan untuk menurunkan pH. Pemberian bahan organik/pupuk organik juga bisa membantu menormalkan pH tanah baik dari basa ke netral maupun dari asam ke netral. Atau setidaknya mendekati netral. Akan tetapi perlu diingat bahwa proses penetralan pH tersebut sifatnya tidak mudah, bila cara yang dilakukan bersifat instan maka hasilnya pun biasanya tidak lama. Bila meinginginkan hasil yang cukup lama maka perlu cara yang butuh proses.

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook