Gerbang Nasional

Sistem Pengendalian Intern, Pusluhtan Lakukan Perbaikan Pengawasan dan Pengendalian

Rabu, 25 Sep 2019
Sumber Gambar : dokumentasi pusluh

Kegiatan Pengendalian Intern Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian merupakan implementasi dari Sistem Pengendalian Intern (SPI) Kementerian Pertanian yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 23/Permentan/OT.140/ 5/2009 tentang Pedoman Umum SPI Lingkup Kementerian Pertanian serta serta Peraturan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia nomor 4 Tahun 2016 tentang Pedoman Penilaian dan Strategi Peningkatan Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Peraturan-peraturan tersebut menegaskan agar setiap unit kerja/satuan kerja harus memiliki suatu lingkungan pengendalian yang relevan dan dapat diandalkan untuk mewujudkan good government dan good governance. 

"Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, sebagaimana tercantum dalam rencana strategis Kementerian Pertanian, berperan dalam meningkatkan efektifitas program pembangunan pertanian melalui kegiatan penyuluhan, pendidikan dan pelatihan", ujar Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati saat membuka Workshop Sistem Pengendalian Intern kegiatan Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian Tahun 2019 di Palace Hotel, Cianjur Jawa Barat. (19/9/2019). 

Dirinya menambahkan bahwa khusus untuk kegiatan pemantapan sistem penyuluhan pertanian telah dialokasikan berbagai kegiatan baik di pusat maupun di daerah melalui Dana Dekonsentrasi pada 34 provinsi. Dukungan kegiatan penyuluhan tersebut, berupa penguatan kelembagaan penyuluhan di tingkat kecamatan (BPP) dan di tingkat desa (posluhdes), penguatan ketenagaan (peningkatan kompetensi penyuluh dan penumbuhan penyuluh swadaya), penguatan kelembagaan petani (penumbuhan dan pengembangan poktan, gapoktan dan KEP/Korporasi petani), penyuluhan Berbasis TIK (Pengembangan Cyber Extension dan penderasan informasi multi media), serta peningkatan diseminasi dan adopsi teknologi melalui kegiatan adaptasi teknologi spesifik lokasi

"Untuk itu, wajibkan kepada seluruh penyuluh berkontrobusi secara signifikan dalam semua program strategis Kementan. Mereka bertugas membantu petani, mendampingi dan memberikan inovasi teknologi untuk meningkat produksi. Sistem pengawasan internal saat ini belum berjalan maksimal, karena baru 60 persen yang terealisasi. 90 persen anggaran dekonsentrasi unruk kegiatan penyuluhan pertanian termasuk honor dan biaya operasional penyuluh, perlu dimonitoring dan pengendalian lebih baik lagi. Setelah otonomi daerah, kita tidak memiliki kelembagaan vertikal dari pusat, karena sskarang pengelolaan didaerah masih beragam, maka dalam pengelolaannya perlu dilakukan pengawasan dan pengendaian lebih baik lagi dan membagun sop lebih baik", tegas Leli Nuryati.

Sementara itu, Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementan, Justan Siahaan mengatakan dari audit penilaian dan bpkp sudah sampai ke unit luar yang menyelenggarakan program kementan yaitu dalam hal mencapai lumbung pangan dunia. Resiko dari lumbung pangan dunia adalah gagalnya menciptakan petani. "Maka bila ingin menciptakan petani berkelanjutan, maka harus mampu membentuk kelompok tani yang sejati yaotu melalui Pusluhtan. "Kalau ada penyuluh sejati, maka bisa menghasilkan poktan sejati. Kalau ada poktan sejati, apapun yang terjadi pada pertanian, maka petani akan tetap bertahan. Agar petani tetap bertahan, maka perkenalkan pertanian modern dan mandiri", ujarnya

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook