Gerbang Nasional

LAUNCHING PROYEK SIMURP

Senin, 16 Sep 2019
Sumber Gambar : dokumentasi pusluh

Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) merupakan proyek yang bersumber dari Loan Agreement antar Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang pengelolaannya ada pada lintas empat Kementerian dan Lembaga yaitu Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian. Tujuan Proyek SIMURP adalah optimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan dengan target luas area seluas 276.000 hektar yang diharapkan dapat meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP) Padi dari target 180% menjadi 200%.

Lokasi pelaksanaan proyek SIMURP  berada 13 Daerah Irigasi (DI) dan dua Daerah Rawa (DR) di delapan Provinsi (Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat) dan 16 Kabupaten (Serdang Bedagai, Deli Serdang, Banyuasin, Indramayu, Cirebon, Karawang, Subang, Purworejo, Purbalingga, Banjarnegara, Jember, Katingan, Bone, Takalar, Pangkajene Kepulauan dan Lombok Tengah)

Pelaksanaan Proyek SIMURP meliputi beberapa kegiatan, yaitu: 1) Rehabilitasi Sistem Irigasi dan Drainase Mendesak (Komponen A); 2) Rehabilitasi Sistem Irigasi dan Drainase Mendesak (Komponen B); dan 3) Jasa Manajemen Proyek dan Konsultasi (Komponen C).

Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan PPSDMP Kementerian Pertanian fokus pada kegiatan Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim pada Komponen A dan B pada Sub2. Kegiatan CSA bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi resiko gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani di khususnya di Daerah Irigasi Proyek SIMURP.

Sehubungan dengan hal tersebut maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian akan mengadakan Launching Proyek SIMURP pada 19 Oktober 2019 di The Margo Hotel Depok, Jawa Barat, dengan peserta Launching sebanyak 150 orang terdiri dari unsur:  (1) Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten lokasi Proyek SIMURP; (2) Kepala Bidang yang menyelenggarakan fungsi penyuluhan pertanian Provinsi dan Kabupaten lokasi Proyek SIMURP; (3) Kepala UPT lingkup BPPSDMP yang berada di lokasi Proyek SIMURP; serta (4) Stakeholder terkait (Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, dan BAPPENAS).

Proyek SIMURP dimulai tahun 2019 sampai dengan tahun 2024 dan Tahun 2019 akan dimulai dengan pelaksanaan Training of Master (TOM) bagi para petugas yang berasal dari berbagai profesi antara lain Dosen (dari Polbangtan), Widyaiswara, Penyuluh Pertanian/KJF Provinsi, dan Penyuluh Pertanian/KJF Pusat.

Selanjutnya tahun 2020 kegiatan utama meliputi: 1) Training of Trainer (TOT), Training of Farmer (TOF) Teknologi Berbasis CSA; 2) Dukungan Penerapan Teknologi CSA Padi dan Non Padi (High Value Crop); 3) Penguatan Balai Penyuluhan Pertanian berbasis CSA; dan 4) Pengembangan Produk dan Jejaring Pasar (market linkage). (Nur Fajar)

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook