Gerbang Nasional

Meningkatkan Kapasitas Teknis dan Manajerial melalui Bimbingan Teknis Kelembagaan Ekonomi Petani

Rabu, 07 Agu 2019
Sumber Gambar : dokumentasi PusluhtanRI

Kegiatan penumbuhan dan pengembangan Korporasi Petani, merupakan salah satu terobosan dalam rangka pemberdayaan petani dalam pengembangan usaha yang dikelola oleh petani sendiri secara profesional di sektor pertanian.

Upaya untuk melakukan percepatan sekaligus meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mewujudkan sasaran pembangunan pertanian, maka pembangunan pertanian saat ini diarahkan pada modernisasi pertanian melalui introduksi mekanisasi alat dan mesin pertanian dan inovasi teknis budidaya. Agar tujuan modernisasi pertanian dapat terwujud, diperlukan pengelolaan/manajerial dari Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang kuat, profesional dan berorientasi bisnis.

Guna menguatkan KEP, khususnya dibidang manajerial, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura provinsi Jawa Barat pada tanggal 6 s.d. 7 Agustus 2019 bertempat di Kamojang Green Hotel dan Resort, Cianjur menyelenggaraan Bimbingan Teknis Manajerial Kelembagaan Ekonomi Petani yang ditujukan bagi para pengurus KEP.

Bimbingan teknis dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultural yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan (Ir. Eti Mulyati, MM), dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa permasalahan yang ada di KEP adalah berkaitan dengan manajemen organisasi dan usaha yang masih lemah dan belum berorientasi usaha produktif dan belum berbadan hukum. Untuk itu Eti Mulyati mengajak kepada para peserta untuk melakukan transformasi pengelolaan/manajerial khususnya peningkatan skala usaha/ekonomi dan efisien usaha serta posisi tawar yang kuat. Diakhir sambutannya Eti Muyati juga mengajak para peserta untuk membangun jejaring kemitraan diantara para peserta, sehingga disuatu massa terbentukmya Kelembagaan Ekonomi Petani se Jawa Barat.

Pusat Penyuluhan Pertanian sebagai institusi yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai pembina bagi kelembagaan petani telah mengembamgkan 4 model penumbuhan KEP, yaitu 1) Transformasi Kelembagaan Petani (poktan , gapoktan) menjadi Kelembagaan Ekonomi Petani, 2) Membangun Koorporasi Petani Berbasis Kawasan, 3) Penumbuhan KUB Petani Milenial dan 4) Pengembangan Jejaring kerjasama bisnis pertanian, begitu arahan tertulis Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian yang diwakili oleh Dwi Hayanti. Keempat model tersebut, para pengurus KEP dipersilahkan memilih dan disesuaikan dengan kondisi masing2 KEP. "Salah satu permasalahan yang dihadapi petani dalam mengembangkan usahanya adalah pemasaran,untuk itu manfaatkan media sosial sebagai ajang promosi dan jangan pernah malu terhadap produk yang kita usahakan. Karna sekecil apapun jenis produk yang kita usahakan, apabila dikelola dengan baik dan terus membuat jejaring pemasaran akan membuahkan hasil yang baik", demikian Dwi akhir paparannya.(DH)

PENGUNJUNG

3170

HARI INI

2695

KEMARIN

411006

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook